Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 180 S3


__ADS_3

"Lia, coba sekali saja jangan bahas perceraian kita, aku pusing Lia. Kalau jadi nya akan begini lebih baik aku tidak menikah dengan mu." Ucap Dylan.


"Maaf." Lia menundukkan kepala nya.


Beberapa hari telah berlalu, hubungan Lia dan Dylan semakin memburuk Dylan juga sudah tidak tidur satu kasur lagi dengan Lia, Lia sangat merasa bersalah pada Dylan, ia yakin Dylan sangat tertekan akibat diri nya.


"Mas." Panggil Lia.


"Ada apa, kau mau membahas perceraian lagi, sabar aku masih memikirkan nya." Ucap Dylan.


"Akkku tidak ingin bercerai dengan mu." Kata Lia.


"Kenapa kau berubah pikiran, bukannya kau sangat ingin bercerai dengan ku. Jika kau mengatakan hal itu karena kasihan pada ku itu tidak perlu Lia, aku yakin aku dapat mendapatkan wanita yang benar-benar ingin menjadi istri ku dengan setulus hati nya bukan karena kasihan pada ku." Dylan pergi meninggalkan Lia.


Sementara itu di kantor, seperti biasa sebelum ke meja kerja nya Alana masuk ke dalam ruangan Rizky.


"Ahhhh." Teriak Alana.


"Alana kenapa kamu tidak mengetuk." Rizky menutupi tubuh nya dengan baju.


"Kenapa bapak memakai pakaian di sini, kenapa. tidak di ruang pribadi bapak." Tanya Lia.


"Kenapa kamu yang mengatur saya." Rizky memakai baju nya dengan santai, karena percuma ia tutup Alana juga sudah melihat nya.


"Tutup pak." Alana menutup mata nya dengan tangan nya tapi jari nya terbuka untuk melihat tubuh Rizky yang menurut nya sangat indah.


"Mata mu akan saya keluar kan jika masih memandang saya dengan tatapan mesum itu." Kata Rizky.


"Hehehe maaf pak." Ucap Alana.


"Sudah, apa jadwal kita pagi ini." Tanya Rizky.

__ADS_1


"Pertemuan bersama klien pak, di restoran xxxx." Jawab Alana.


"Di restoran itu, siapa yang meminta nya jangan bilang kamu yang mengatur nya."


"Hehehe iya pak saya."


"Kamu tau restoran itu, bukan restoran biasa." Tanya Rizky.


"Restoran itu milik kakak saya pak." Batin Alana.


"Tidak tau pak, oh iya perusahaan tidak menanggung biasa makan atau minum di restoran itu, jadi dengan berat hati bapak yang membayar nya." Kata Alana.


"Alana, kamu yang akan membayar nya." Ucap Rizky.


"Saya pak, kenapa harus saya, kan bapak bos nya." Tanya Alana.


"Kamu yang mengatur nya, jangan protes atau kamu tidak akan saya jadi kan karyawan tetap." Jawab Rizky.


"Sial, aku yang malah aku yang terkena boomerang." Batin Alana.


"Semoga tidak ada kak Dylan." Batin Alana.


Mereka bee masuk ke dalam restoran karena klien sudah sampai lebih dulu. Mereka semua langsung membahas kerja sama antar perusahaan.


Satu jam telah berlalu, klien sudah pulang lebih dulu, sedangkan Alana dan Rizky memesan makanan terlebih dahulu.


"Ingat Alana, kamu yang membayar nya." Ucap Rizky.


"Iya pak, saya yang akan membayar nya." Kata Alana.


"Kak Dylan." Batin Alana.

__ADS_1


Dylan yang melihat Alana bersama seorang pria langsung berjalan mendekati Alana dan pria itu.


"Alana." Ucap Dylan.


"Kak Dylan, apa kabar kak." Alana memicing kan mata nya untuk memberikan kode pada Dylan.


"Kenapa kau disini." Tanya Dylan yang masih belum sadar akan kode dari Alana.


"Maaf pak." Alana menarik tangan Dylan menjauh dari Rizky.


Alana menjelaskan semua nya pada Dylan, Dylan langsung mengerti dan memberi kan semangat pada Alana. Tak lama Alana kembali menghampiri Rizky yang sudah makan dulu tanpa menunggu nya.


"Bapak tindak menunggu saya." Tanya Alana.


"Buat apa menunggu orang pacaran, lebih naik aya makan." Jawab Rizky.


"Maaf dia bukan pacar saya dia kakak teman saya." Ucap Alana.


"Peduli apa saya, cepat makan jika tidak mau saya tunggal." Kata Rizky.


Setelah mereka selesai makan, Alana bangkit dari kursi untuk membayar makanan yang mereka berdua makan.


"Pakai kartu ini." Ucap Rizky.


"Saya yang akan membayarnya." Kata Alana.


"Tagihan nya sangat mahal, bisa habis uang jajan mu, pakai saja kartu ini." Ucap Rizky.


"Tidak akan." Alana pergi untuk membayar tagihan itu.


Setelah membayar nya Rizky dan Alana pergi meninggalkan restoran itu, mereka berdua langsung kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan.

__ADS_1


"Terimakasih atas makanan." Ucap Rizky sebelum masuk ke dalam ruangan nya.


Alana terpaku sejenak saat mendapatkan ucapan terimakasih dari Rizky. "Aaapa dia mengatakan terimakasih pada ku." Batin Alana.


__ADS_2