
Sonia sudah resmi menikah dengan Kenzo, semua orang yang menyaksikan kan hal itu sangat bahagia akhirnya Kenzo bangkit kembali dari keterpurukannya, terutama Verrel dan Akifa yang langsung memeluk Kenzo. Tanpa terasa air mata nya mereka berdua menetes.
Ntah kenapa pikiran Kenzo seperti tidak di tempat itu, melainkan tentang malam pertama nya, ia langsung teringat dengan percakapan nya dengan Verrel kemarin di ruang gym.
Flashback
"Daddy apa aku bisa melakukan yang seperti daddy lakukan tadi," tanya Kenzo.
"Maksud mu," tanya balik Verrel.
"Membuat gempa lokal," jawab Kenzo.
"Kenzo daddy tanya pada mu, apa milik mu bisa berdiri saat melihat wanita seksi," tanya Verrel.
"Iya dad, jujur aku langsung beraksi saat melihat Sonia memakai gaun seksi nya," jawab Kenzo.
"Kalau begitu berarti kau bisa membuat gempa lokal, mungkin akan berbeda dengan cara ayah membuat gempa lokal, karena maaf Kenzo kondisi kaki mu," kata Verrel.
"Mungkin aku tidak akan menyentuh Sonia, aku menikah dengan nya karena aku sudah terlalu merepotkan daddy dan mommy."
"Kenzo jangan berkata seperti itu, aku sangat mengharapkan mu dulu, dan kau tidak pernah merepotkan siapapun," ucap Verrel.
"Kenzo ini hak mu untuk mendapatkan pelayanan dari istri mu, daddy yakin Sonia juga sudah memikirkan hal ini, tapi saran dari daddy lakukan jika kalian berdua sudah benar-benar siap. Percaya lah kalian pasti akan lebih menikmati nya," kata Verrel.
Flashback selesai.
Kenzi hanya mengirimkan surat pada Kenzo sebagai ucapan selamat dari nya, tetapi Kenzo malah mengoyak surat itu tanpa membaca nya sedikit pun.
"Kenzo bagaimana kabar mu, aku sangat ingin bertemu dengan mu," ucap Axel.
"Iya Kenzo kenapa kau dulu yang menikah, padahal aku yang ingin menikah," saut Rakha.
Kenzo tersenyum melihat dua saudara nya yang begitu kompak, berbeda dengan diri nya dengan Kenzi, "Pulang lah aku ingin bertemu dengan kalian berdua." Hanya itu yang Kenzo katakan pada Axel dan Rakha, namun hal itu sudah membuat Axel dan Rakha bahagia.
Setelah semua nya selesai Kenzo di bawa oleh Sonia masuk ke dalam kamar, Sonia sangat deg deg kan karena ia takut jika Kenzo meminta hak nya. Dengan kondisi seperti ini sudah jelas Sonia lah yang akan bekerja keras jika Kenzo meminta hak nya.
"Sonia aku menikah dengan mu, bukan karena aku suka atau apapun yang kau pikiran. Aku hanya sudah tidak ingin membuat kedua orang tua ku sedih dan repot mengurus aku," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Iya tuan saya sadar akan hal itu," kata Sonia.
"Satu lagi, kita menikah bukan seperti pasangan suami istri lainnya, kau hanya aku anggap sebagai pelayan ku, dan kau tidak boleh keluar kamar tanpa seizin ku," ucap Kenzo.
"Iya tuan, saya paham dengan posisi saya, saya juga akan tidur terpisah dengan tuan muda."
"Kau berani mengambil keputusan sendiri, itu adalah wewenang ku, dimana kau tidur aku yang akan memutuskan nya," ucap Kenzo.
"Maaf tuan," kata Sonia.
Hal yang di pikiran nya selama ini tentang Kenzo salah total. Ia pikir Kenzo seorang pria yang berpikir logis tanpa merendahkan dan memperlakukan wanita seperti seorang budak. Dan ternyata Kenzo tetap seseorang yang seperti itu, hal tersebut tidak membuat ia menyesal menikah dengan Kenzo karena tujuan awal menikah dengan Kenzo adalah membantu Kenzo untuk sembuh.
Sonia masuk ke ruang ganti untuk mengganti gaun nya dengan pakaian biasa, ia sangat terkejut pakaian nya sudah berjejer di lemari bergabung dengan pakaian suami nya, hanya saja pakaian nya terletak lebih tinggi dari pakaian Kenzo karena menyesuaikan keadaan.
"Ini perut, kenapa tidak bisa di ajak kompromi," Sonia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Sonia cukup terkejut saat melihat isi kamar mandi di kamar Kenzo, karena semua nya sudah di modifikasi untuk mempermudahkan Kenzo. Hal ini membuktikan jika orang tua Kenzo benar-benar sangat memperhatikan Kenzo sedetail mungkin.
"Ah aku tidak kuat dad," ucap Kenzo yang terus di gembleng oleh Verrel.
"Kau laki-laki kenapa lemah sekali, latihan ini untuk membentuk perut mu agar berkotak-kotak," kata Verrel.
"Jangan menyerah dengan latihan ini, hentakan yang kau perbuat semakin kuat."
"Maksud mu membuat gempa lokal dad," tanya Kenzo.
"Iya, gempa lokal saja kau cepat," jawab Verrel.
Dengan semangat yang membara Kenzo kembali mengikuti instruksi dari Verrel.
Setelah selesai Gym yang ia lakukan dua kali sehari Kenzo langsung membersihkan diri nya, tak lama setelah ia keluar dari kamar mandi, tiba-tiba kepala Kenzo benar-benar terasa sangat pusing. Ia sampai tidak bisa membawa kursi roda nya berjalan kembali.
"Tuan," ucap Sonia yang baru masuk ke dalam kamar.
"Kepala ku sakit," kata Kenzo.
"Ahhkkkk," teriak Kenzo.
__ADS_1
Nafas Kenzo mulai tidak terkontrol, wajah Kenzo memerah seperti manahan sesuatu yang sangat menyakitkan.
"Ini-ini sama seperti kakak," ucap Sonia.
Sonia mendorong kursi roda Kenzo menuju ranjang, dengan cepat ia membantu Kenzo naik ke atas ranjang, tidak peduli dengan kondisi Kenzo yang sendang hanya memakai kimono.
"Pergi, pergi kau," teriak Kenzo sambil mendorong Sonia dengan kasar sampai Sonia hamil terjungkal.
"Pergi," teriak Kenzo terus menerus, emosi nya benar-benar sedang tidak terkontrol.
Begini lah jika gangguan mental Kenzo sudah kumat, Kenzo akan mengamuk jika ada yang mendekati nya atau dekat dengan nya.
Sonia kembali mendekati Kenzo dan langsung memeluk Kenzo, saat ini hanya hal itu yang bisa Sonia lakukan, ia berharap jika Kenzo kembali tenang dengan hanya memeluk nya.
"Sayang," ucap Sonia sambil mengusap punggung Kenzo.
Nafas Kenzo secara perlahan mulai kembali normal, Sonia memanfaatkan hal ini dengan sangat baik, Sonia memenang wajah Kenzo dan menatap mata Kenzo sampai pandang mereka benar-benar bertemu.
"Lawan sayang, lawan kamu orang baik," ucap Sonia.
Kenzo memejamkan mata nya, ia berusaha mengontrol emosi nya, tetapi hal tersebut percuma saja perasaan nya terus mendorong nya untuk marah.
"Kenzo lawan, lawan perasaan itu." Tangan Sonia bergerak mengambil obat penenang Kenzo.
"Sonia," ucap Kenzo.
"Iya sayang, minum lah," Sonia memberikan obat itu ke depan mulut Kenzo, saat mulut Kenzo mulai terbuka dengan cepat Sonia memasukkan obat itu ke dalam mulut Kenzo.
Obat itu sama sekali tidak pahit dan sangat muda untuk Kenzo telan, tak lama obat tersebut bereaksi dan membuat Kenzo lebih tenang.
"Terima kasih tuhan," ucap Sonia sambil kembali memeluk Kenzo.
Kenzo membalas pelukan itu, tak lama ia jatuh terlentang dengan masih memeluk Sonia.
Sonia sama sekali tidak menolak pelukan itu, malahan ia merasa sangat nyaman dan tak ingin melepaskan pelukan hangat itu.
"Terima kasih Sonia," ucap Kenzo sebelum memejamkan mata nya.
__ADS_1
Visual untuk Kenzo dan Kenzi cukup sulit ya, karena mereka kembar dan wajah mereka berdua memang mirip. Mungkin author akan menggunakan satu orang yang sama untuk mereka berdua.