
"Lihat dad, ternyata Kenzo yang polos sudah kau nodai." Kenzi memfoto milik Kenzo dan mengirim nya ke Verrel.
"Wah sayang aku tau kenapa kamu melarang ku membantu Kenzo mandi, ternyata milik Kenzo...
"Hanya beda sedikit." Verrel menarik HP nya dan mematikan nya.
"Wah ternyata kita bukan hanya mirip di wajah saja, tapi junior kita sama," ucap Kenzi.
"Ahh kenapa otak ku begini." Kenzo mengacak-acak rambut nya.
"Hahaha lihat Kenzo adik mu bangun, apa yang kau pikirkan," tanya Kenzi.
"Diam jangan kau lihat, ini hanya milik istri ku," kata Kenzo.
"Aku juga punya, untuk apa aku mengambil milik mu," ucap Kenzi.
"Milik mu kecil seperti milik daddy," kata Kenzo.
"Eh enak saja, aku rasa ukuran kita sama, kau bilang milik daddy kecil," tanya Kenzi.
"Iya aku sering mandi bersama dengan nya, sudah lah ayo cepat kita pergi dari sini, bukan nya rileks otak ku malah kotor," ucap Kenzo.
Sesuai dengan permintaan Kenzo, mereka berdua langsung meninggalkan suana dan pulang ke hotel, sebelum masuk ke dalam kamar masing-masing Kenzi terlebih dahulu memeluk Kenzo, ia masih tidak menyangka dirinya bisa berbaikan dengan Kenzo.
"Selamat malam, mimpi indah. Besok kita akan bermain bersama," ucap Kenzi.
"Selamat malam Kenzi, Kenzi aku tau kau sudah lamaran dengan Novi. Dan kau sudah melakukan hal itu dengan nya, maaf bukan maksudku mengatur mu, tolong jika tidak bisa berhenti kurangi saja, demi kebaikan mu," kata Kenzo.
"Terima kasih telah kembali memperhatikan ku, aku janji akan melakukan apa yang kau minta," ucap Kenzi.
Kenzo merasa sangat menyesal karena ia baru memaafkan Kenzi sekarang, jika dari dulu ia memaafkan Kenzi, ia yakin hari-hari nya pasti jauh lebih berwarna.
Di dalam sana Sonia sudah tertidur dengan lelap, Kenzo naik ke atas kasur dan langsung memeluk Sonia, gadis yang merubah seluruh hidup nya.
"Terima kasih sayang," ucap Kenzo.
Berbeda dengan Sonia, Novi masih bermain dengan headphone nya sambil menunggu Kenzi, tentu saja ada maksud lain sampai mau menunggu Kenzi pulang.
"Dari mana saja si," tanya Novi.
"Dari luar, aku lelah," jawab Kenzi sambil merebahkan diri nya ke atas kasur.
__ADS_1
"Sayang." Novi memeluk Kenzi sambil mengusap dada bidang Kenzi.
"Ada apa sayang, aku lelah, sudah besok saja kita bicarakan," ucap Kenzi sambil memeluk Novi dan tak lama ia terlelap, meninggal Kenzi yang masih terjaga.
"Aku ingin barang mu yang besar itu Kenzi," batin Novi.
Pagi hari telah tiba, matahari Jepang membangunkan tidur Sonia, ia mengedip mata nya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Sonia melepaskan pelukan hangat Kenzo itu untuk bangkit dari atas kasur lalu ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya.
Setelah selesai ia menyiapkan roti dan susu yang ia beli kemarin malam untuk sarapan Kenzo, Sonia benar-benar menyiapkan kebutuhan Kenzo dengan sangat baik.
"Mas bangun," ucap Sonia.
Kenzo menarik tengkuk leher Sonia lalu mencium bibir Sonia dengan lembut. Sonia memejamkan mata nya menikmati ciuman lembut dari Kenzo.
"Bauk jigong mas, kamu belum sikat gigi," ucap Sonia.
"Tidak, aku wangi," kata Kenzo.
"Ayo makan dulu, kamu harus mengisi perut dulu," ucap Sonia.
Sementara itu Kenzi berkeliling kamar nya untuk mencari makanan, tetapi tidak ada satu makanan pun yang tersedia.
"Sayang aku lapar," ucap Kenzi sambil menggoyangkan tubuh Novi.
Kenzi mengingat jika Kenzo dan Sonia membeli makanan yang cukup banyak kemarin malam. Karena ia sudah berbaikan dengan Kenzo, Kenzi memutuskan untuk numpang makan di sana.
"Kakak ipar, ada makanan," tanya Kenzi karena Sonia yang membukakan pintu kamar itu.
"Glek," Sonia menelan air ludah nya secara kasar saat melihat Kenzi yang sedang bertelanjang dada, memperlihatkan otot-otot yang terukir dengan sangat baik.
"Kakak ipar," ucap Kenzi sekali lagi.
"Eh ada masuk lah, Kenzo sedang makan," kata Sonia.
Kenzi masuk ke dalam kamar itu dan langsung mengambil makanan yang berada di tangan Kenzo.
"Terima kasih kak," ucap Kenzi.
"Kau gila, itu makanan ku," ucap Kenzo.
"Aku lapar kak, jangan pelit."
__ADS_1
Sonia benar-benar bisa gila jika terus menerus dekat-dekat dengan dua pria yang sedang bertelanjang dada itu, hawa tubuh nya naik seketika.
"Lebih baik aku buang air besar," ucap Sonia.
Kenzo melemparkan baju nya ke tubuh Kenzi, agar Kenzi tidak seperti itu.
"Pakai baju mu, tidak sopan ada kakak ipar mu," ucap Kenzo.
"Eh iya, maaf kak." Kenzi langsung memakai baju yang di lempar kan Kenzo.
"Kenzi, aku tadi belajar bermain benda ini, seperti yang istri ku mainkan, tapi aku tidak paham," ucap Kenzo.
"Itu nama nya instagram, lebih baik kau jangan main itu, lebih baik kau mendownload aplikasi noveltoon atau mangatoon, setelah itu login dan kau bisa membaca novel-novel untuk mengisi waktu luang mu," kata Kenzi.
"Oh begitu, nanti aku akan meminta istri ku untuk mendownload nya," ucap Kenzo.
"Kau enak sekali, istri mu menyiapkan semua nya untuk ku, sedangkan aku harus mencari makanan ku sendiri. Keperluan ku pun aku sendiri yang menyiapkan nya."
"Kau akan menjadi raja ketika bersama orang yang tepat," ucap Kenzo.
"Ahhh kenapa dia selalu bangun, aku tida memikirkan hal kotor," ucap Kenzo.
"Hahaha kau bodoh, itu normal. Sekarang milik mu juga bangun," kata Kenzi.
"Oh iya aku kemarin kan membeli pengaman, apa itu benar-benar bisa menunda kehamilan," tanya Kenzo.
"Jelas bisa, aku saja pakai kalau tidak Novi sudah hamil," jawab Kenzi.
"Kenzi apa kau sudah melakukan apa yang aku katakan kemarin malam," tanya Kenzo.
"Sudah, aku tadi malam menolak nya, aku tau dia ingin melakukan nya dengan ku, tapi aku langsung tidur. Aku tau Kenzo yang kau katakan pasti baik untuk ku, tapi jangan pernah kau suruh aku meninggalkan nya, cinta ku sudah mati pada nya," ucap Kenzi.
"Iya aku paham, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu."
"Sudah Terima kasih untuk makanan nya, bersiap lah hari ini kita akan berkeliling di kota Tokyo." ucap Kenzi.
Sementara itu Novi sedang berada di kamar hotel yang berbeda. Tentu saja untuk bertemu dengan orang lain.
"Sayang." Seseorang pria memeluk Novi.
"Kau kenapa kau di sini, jika Kenzi tau bagaimana," tanya Novi.
__ADS_1
"Dia tidak akan tau jika kau tidak memberitahu nya, aku ingin bersenang-senang dengan mu."