Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 225 S3


__ADS_3

Candra keluar dari kamar mandi, ia melihat Desy sedang mengganti pakaian nya dengan pakaian yang baru di berikan oleh Lia. Candra mendekati Desy dan memeluk istri nya dari belakang.


"Kenapa tubuh mu, lebih menggoda dari sebelumnya." Bisik Candra.


"Candra, kau berbicara seperti itu pasti ada mau nya kan." Tanya Desy.


"Kau lupa atau pura-pura lupa, ini malam pertama kita. Yang biasa di lakukan saat malam pertama apa." Tanya Candra.


"Kau mau melakukan nya bersama ku, aku bukan seorang gadis Candra, pasti kau kecewa."


"Ha aku kecewa mana mungkin sayang, aku yang melakukan nya dulu, apa kau lupa. Aku yang mendapat kan itu jadi mana mungkin aku kecewa." Candra menggendong Desy dan meletakkan nya di atas kasur.


"Kau tidak akan kasar seperti dulu kan, aku sebenarnya takut." Ucap Desy.


"Tidak, kita akan meraih surga dunia bersama-sama." Candra mulai mendekati bibir Desy dan mencium nya. Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan mereka berdua sudah di puncak nafsu yang harus di salurkan.


"Sayang." Desy memejamkan mata nya saat milik Candra masuk ke dalam.


"Kamu tetap sama seperti dulu sayang." Ucap Candra.


Sesuai dengan yang di katakan Candra tadi pada Dylan, dia benar-benar melakukan nya Beronde-ronde, Candra hanya memberikan waktu sedikit agar milik nya on kembali dan langsung menggempur Desy kembali.

__ADS_1


Desy sudah seperti orang pingsan yang hanya bisa diam memberikan suami nya mencabik-cabik tubuh nya, malam yang seharusnya dingin berubah menjadi malam yang penuh dengan keringat dan kenikmatan tiada tara.


"Sudah aku mohon sudah, perut ku sangat keram." Ucap Desy.


Candra langsung menghentikan aksi dan jatuh di samping tubuh Desy, lalu dia memeluk Desy dengan erat.


Burung-burung berkicau di luar sana, menyambut pagi hari yang indah dan menyejukkan. Satu persatu orang yang berada di rumah ini terbangun dari tidur nya, ada yang terbangun dengan bahagia karena habis mendapatkan jatah ada juga sudah sedih karena harus berpuasa. Dan tak lupa yang masih tertidur karena terlalu banyak menghabiskan tenaga di malam hari nya.


Hari ini mereka semua harus melanjutkan aktivitas mereka di kantor, Verrel dan Rizky sedang bersiap-siap karena mereka berangkat bersama. Sebenarnya Verrel sangat malas jika masuk ke dalam kantor ayah nya, apalagi mengingat pelecehan yang di perbuat oleh karyawan kantor pada istri nya itu membuat nya semakin malas.


"Semangat sayang, kamu terlihat sangat tampan memakai jas kantor seperti itu." Ucap Akifa sambil menyiapkan sarapan suami nya.


"Apa aku benar-benar terlihat tampan, kamu tidak takut jika aku di lirik wanita lain." Tanya Verrel.


"Hehehe kamu tau saja, mana mungkin aku bisa berpaling darimu sayang." Ucap Verrel.


"Cih, mulut buaya akan manis ketika sedang berbicara dengan seorang wanita." Ujar Rizky.


"Hahaha kenapa kau iri pada ku, tunggu-tunggu kau bilang mulut buaya, jadi maksud mu aku buaya." Tanya Verrel.


"Menurut mu, aku tidak ada menyebut mu buaya." Jawab Rizky.

__ADS_1


"Aku tau apa yang kau maksud, jadi kau mau bertengkar dengan ku."


"Biasa aja, jangan baper, ayo kita berangkat." Ucap Rizky yang takut jika Verrel mengamuk apalagi ia tau jika Verrel sangat jago dalam bela diri.


"Sayang aku berangkat dulu, see you." Verrel ingin mengecup Akifa tapi Rizky terlebih dahulu menarik Verrel dan menjepit Verrel di ketiak nya.


"Rizky, lepas ketiak mu bauk sekali." Teriak Verrel.


"Enak saja wangi, mana mungkin bauk, kau mau membohongi ku." Ucap Rizky.


Mereka berdua berangkat ke kantor menggunakan mobil Rizky, Verrel merasa harus latihan menjadi bos dan menyerah kan semua nya ke pada Rizky.


"Verrel, aku bukan pelayan mu." Ucap Rizky.


"Aku calon bos mu, jadi kau nurut saja pada ku." Kata Verrel.


"Verrel kau langsung bekerja di kantor saja, jika ada kau aku merasa ada yang menemani, apalagi Alana sudah tidak masuk ke kantor."


"Tenang lah, aku akan menemanimu selalu." Ucap Verrel.


Sesuai yang di katakan Verrel tadi, sepanjang waktu Verrel hanya diam melihat Rizky bekerja dan jika merasa suntuk ia menonton film porno.

__ADS_1


"Kau tidak bekerja." Tanya Rizky.


"Kata mu aku harus menemani mu, ini aku sedang menemani mu." Jawab Verrel


__ADS_2