
"Oh iya, maaf," ucap Vivi yang memilih duduk lebih jauh dari Rakha.
"Seperti nya Cafe ini sudah cukup lama," kata Rakha.
"Sudah sangat lama, tapi baru satu tahun menjadi milik ku dan kakak, awal nya milik orang lain," ucap Vivi.
"Oh mungkin dulu saat aku ke sini masih milik orang lain, rasa makanan nya juga jauh berbeda, pantas saja masih pagi begini sudah ramai, makanan nya enak dan sangat rekomendid," ucap Rakha.
"Terima kasih atas pujian nya," kata Vivi.
Tak lama Kenzo dan yang lainnya datang. Mereka melihat kedekatan Rakha dan Vivi dari kejauhan. Ntah apa yang merupakan pikirkan sehingga tidak heran dengan hal ini.
"Kamu mengundang sepupu mu," tanya Vivi.
"Iya sudah datang mereka," tanya Rakha.
"Sudah itu dia," jawab Vivi.
"Kami datang." Kenzi dan yang lainnya berjalan mendekati mereka berdua.
"Kakak," ucap Vivi.
"Vivi bagaimana kabar mu," tanya Karla.
"Sangat baik kak, kakak bagaimana?"
"Sangat sangat baik, wah kalian berdua sedang apa," tanya Karla.
"Sedang tidak apa-apa sayang," saut Kenzi sambil memberikan kode pada Karla.
"Vivi jangan hanya Rakha yang di buatkan menu spesial kami juga mau," ucap Kenzi.
"Hehehe iya iya, silahkan duduk aku akan membuat nya untuk kalian semua," kata Vivi dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Kau dari tadi di sini," tanya Kenzo.
"Tidak juga, aku tadi mengantarkan nya ke sini, setelah itu aku meminta untuk membuatkan makanan."
"Istri mu di rumah sedangkan kau dengan wanita lain, pria yang sangat baik," kata Kenzo.
"Hahahaha tidak papa, itu nama nya pria. Hmmm aku juga saat di Belanda dia bersama dengan pria lain," ucap Rakha.
"Sebenarnya kalian saling cinta tidak sih ini pernikahan teraneh yang pernah aku temui," kata Kenzi.
"Kami saling mencintai tapi kami tidak saling mengekang. Aku merasa Alice hanya mesra saat di ranjang saja," ucap Rakha sambil meminum minuman nya. Pernikahan nya saat ini benar-benar bukan seperti pernikahan yang ia impikan selama ini.
"Kau tidak yakin atas pernikahan mu," tanya Kenzi.
__ADS_1
"Tidak ah, sudah jangan membahas pernikahan ku. Sudah aku ingin pulang, kalian benar tidak sebaik nya aku berada di luar rumah bersama dengan wanita lain, sedangkan istri ku berada di rumah sendiri."
Rakha langsung pulang ke rumah. Sebelum sampai di rumah ia membawa Beberapa makanan untuk istri nya.
"Rakha Rakha apa yang ada di otak mu, kau tidak boleh menyesal ini pilihan mu," ucap Rakha sambil tersenyum kecut. Ia tidak pernah menyangka semua nya akan menjadi seperti ini.
Sesampainya di rumah Rakha melihat ada beberapa mobil di rumah, mobil yang sangat asik menurut nya. Ia langsung masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa yang datang.
"Sayang," teriak Rakha.
"Iya, tunggu di bawa," teriak Alice.
"Kalian siapa," tanya Rakha.
"Halo kami teman nya Alice," jawab Jaya.
"Aku barak, dan yang ini jasen."
"Oh teman nya, aku suami nya Alice, nama ku Rakha." Rakha bergabung dengan mereka semua.
"Sayang kamu sudah pulang." Alice keluar dari lift.
"Kamu sedang apa, itu siapa dia juga dari atas," tanya Rakha.
"Oh dia, dia teman ku, dia habis dari dapur. Kalau aku dari kamar," jawab Alice.
"Dari kamar bisa mendengar suara ku," tanya Rakha.
"Aku Rakha," ucap nya sambil melihat ke arah sepupu nya Alice.
"Aku Stefan, sepulu jauh nya Alice."
"Aku pulang dulu Alice," ucap Stefan.
"Iya hati hati, titip salam untuk paman," kata Alice.
"Permisi Rakha," ucap Stefan.
Setelah kepergian semua teman dan sepupu nya Alice, Rakha langsung berjalan pergi meninggalkan Alice. Ia marah karena Alice bisa bisa nya menerima tamu pria tanpa izin dengan nya.
"Sayang kamu marah," tanya Alice.
"Kau pikir saja sendiri, aku sedang pergi dan kau malah menerima tamu pria," jawab Rakha.
"Aku tidak tau jika mereka datang, aku juga lupa meminta izin pada mu, maafkan aku aku baru saja pulang dan kita terus bertengkar," kata Alice.
"Yang membuat kita bertengkar siapa Alice, aku atau kamu," tanya Rakha.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tau aku salah. Jangan begini sayang," kata Alice.
"Sudah lah, bertengkar tidak menyelesaikan semuanya. Aku ingin mandi, siapkan makanan yang aku bawa tadi," ucap Rakha.
"Iya setelah selesai kam mau turun atau aku bawa makanan itu ke dalam kamar?"
"Bawa ke kamar saja, dan jangan lupa minuman ku," kata Rakha dan pergi meninggalkan Alice.
"Haduh memiliki suami yang seperti ini memang merepotkan," kata Alice.
Setelah selesai mandi Rakha menunggu istri nya di atas ranjang, rasa marah nya tadi hilang setelah air menetralisir otak nya.
"Sayang, aku sudah membawa makanan nya," kata Alice.
"Sudah berapa banyak aku makan ya, dari rumah cafe dan sekarang makan lagi," batin Rakha.
"Kamu sudah makan," tanya Rakha.
"Aku ingin memakan permen lolipop mu," jawab Alice.
"Aku serius, aku sudah cukup kenyang sini makan bersama ku," ucap Rakha.
Alice meletakan makanan nya di atas ranjang, kemudian ia naik ke atas ranjang dan mengambil makanan itu kembali. Alice menyerah kan makanan itu pada Rakha agar Rakha menyuapi nya.
"Kamu tambah berisi saja," kata Alice.
"Apa benar," tanya Rakha.
Tangan Alice menelusuri tubuh suaminya. Ia merasa Rakha lebih gemuk dari biasanya.
"Iya tapi aku suka," jawab Alice.
"Seperti nya aku harus lebih rajin berolahraga," ucap Rakha.
Di tempat lain Nadya dan Zayn sedang berada di rumah sakit bersama dengan Axel serta Wilda. Wilda ingin memeriksakan kandungan nya sedangkan Nadya ingin progam kehamilan. Ia ingin mempunyai anak kembar seperti Kenzo.
"Hahaha mohon maaf mas mbak, kalian tidak bisa menjalani progam ini," kata Dokter.
"Kenapa dok," tanya Zayn.
"Iya dok, kenapa mereka berdua baik-baik saja kan," tanya Axel.
"Semua nya baik-baik saja. Mereka berdua tidak bisa menjalin progam ini karena Nadya sudah hamil 3 minggu," jawab Dokter.
"Sudah hamil dok, bagaimana mungkin tapi saya tidak merasakan apa-apa, biasa nya kalau ibu hamil...
"Itu terkadang sesuatu yang normal. Nanti setelah ketahuan hamil, pasti akan ada perubahan," jawab Dokter.
__ADS_1
"Kau ini bagaimana Zayn, istri hamil saja tidak tau. Bagaimana kalau keponakan ku dalam bahasa, kau pasti terus bergoyang setiap malam kan," kata Axel.
"Aku tidak tau, sayang kamus sudah hamil, aku senang dan aku juga bingung," ucap Zayn.