
"Laura kau bukan tanggung jawab ayah lagi, dengar kan perkataan suami mu, dan satu lagi jauhi Axel, dia sudah memiliki istri dan kau juga sudah mempunyai suami."
"Iya yah," ucap Laura.
"Kalian akan tinggal di sini kan?"
"Tidak mah, aku akan membawa Laura ke apartemen ku, aku akan tinggal di sana, tidak terlalu jauh dari sini," kata Brian.
"Kenapa tidak tanggal di sini saja," tanya Candra.
"Aku tidak ingin merepotkan kalian. Kami juga ingin hidup mandiri, dengan begitu kami tau apa arti sebenarnya pendewasaan diri," jawab Brian.
"Ya sudah, kami selalu mendukung keinginan kalian, untuk malam ini istirahat lah dulu," ucap Candra.
"Terima kasih mah pah," kata Brian.
Laura membawa Brian masuk ke dalam kamar nya, mau tidak mau suka tidak suka Brian adalah suami nya, Laura tidak bisa menghindari fakta itu.
"Brian," teriak Laura saat Brian membanting nya ke atas kasur.
"Ada apa kau takut, aku akan berbuat kasar pada mu," tanya Brian.
"Jangan macam-macam Brian, kau mau apa."
"Hey kita sudah menikah, aku memiliki hak penuh atas diri mu, kau masih bertanya aku mau apa," tanya Brian.
"Aku belum siap Brian, aku belum pernah melakukan nya, bari aku waktu," jawab Laura.
"Beri aku waktu Brian, aku benci mendengar ucapan itu, aku tidak akan memberikan mu apapun, Bahkan cinta, aku hanya akan memberikan mu kesengsaraan Laura," kata Brian.
"Brian kau sangat mencintai ku, bagaimana mungkin bisa kau membuat istri yang kau cintai sengsara," ucap Laura.
"Hahaha tidak ada yang tidak mungkin Laura, kau tidak ingin bagaimana perlakuan mu pada ku dulu," kata Brian.
"Kata mu kau belum pernah melakukan nya, bukan nya kau dan Axel sering menginap bersama di hotel, tidak mungkin kau tidak melakukan apapun," ucap Brian.
"Iya Brian aku tidak melakukan apapun, kami hanya berciuman atau dia memegang milik ku, itu saja tidak lebih."
Brian sangat marah mendengar hal itu, ia menarik rambut panjang Laura dengan kasar.
"Ahkkk sakit Brian."
__ADS_1
"Sakit kata mu, kau masih bisa mengatakan hal itu pada ku. Kau beruntung aku tidak melakukan apapun pada mu malam ini, tapi ketika sudah pindah ke apartemen ku jangan harap bisa lepas dari ku Laura."
Axel sudah mendengar pernikahan Laura dan Brian, ia tidak menyangka jika mereka menikah dengan sangat cepat. Walaupun terasa sangat sakit untuk nya, Axel tetap bertahan karena ia sudah ada wanita pendamping terbaik di samping nya.
"Sayang," ucap Axel.
"Hmmm, aku mengantuk," kata Wilda sambil memeluk Axel.
"Hey hey apa tamu mu sudah pulang," tanya Axel.
"Hmmm sudah hampir pulang," jawab Wilda.
"Jadi besok kita bisa melakukan nya," tanya Axel.
"Bisa aku sudah mengatakan nya kemarin pada mu, aku akan memberikan hak mu sayang."
"Oke besok kan aku akan kerja, kamu perawatan lengkap, tapi jangan memakai mobil, mobil mu aku yang akan memakainya karena mobil ku rusak karena kecelakaan kemarin."
"Jadi aku perawatan naik apa," tanya Wilda.
"Aku yang akan menghantar mu, nanti aku juga yang akan menjemput mu," jawab Axel.
"Iya aku kerja, tetapi bukan berarti aku tidak bisa mengantarkan istri ku," kata Axel.
"Aku rasa ada yang berbeda dengan mu," tanya Wilda.
"Apa yang berbeda, aku tetap sama," jawab Axel.
"Kamu tidak ada masalah kan, kalau ada masalah cerita pada ku."
"Aku tidak ada masalah sayang, jangan khawatir kan aku. Sudah sekarang kamu tidur aku juga akan tidur dengan istri tersayang ku," ucap Axel.
Hubungan Kenzi dan istri nya semakin memanas, mereka berdua mulai berkonflik karena Kenzi terlalu dekat dengan Sofia dan Karla yang terlalu cemburuan.
"Kau benar tidak bohong, hahaha aku saja tidak ingat akan hal itu," ucap Kenzi.
"Untuk apa aku berbohong aku sangat mengingat nya," kata Sofia.
"Apa lagi yang kau ingat, coba beri tau aku, aku sudah tidak mengingat apapun," ucap Kenzi.
"Kau ingat tentang janji mu pada ku," tanya Sofia.
__ADS_1
"Aku tidak ingat, tunggu dulu apa dulu aku pernah menembak mu," tanya Kenzi.
"Hmmm iya tapi aku menolak mu," jawab Sofia.
"Kenapa kau menolak ku, apa ada hubungan nya dengan janji itu," tanya Kenzi.
"Hehehe iya, dulu aku menolak mu, dan meminta mu kembali menembak ku setelah kita dewasa."
"Jadi," tanya Kenzi.
"Kamu mengatakan iya, dan berjanji akan melakukan itu. Tapi hal itu hanya janji anak kecil saja. Aku tidak pernah mengharapkan hal itu," jawab Sofia.
"Maaf aku benar-benar tida ingat, dan kau benar itu hanya janji anak kecil saja, sekarang aku sudah punya istri dan aku sangat mencintai istri ku," kata Kenzi.
"Dia beruntung memiliki mu," ucap Sofia.
"Tidak aku yang beruntung memiliki nya, dia sangat sabar menghadapi ku, dan dia sangat takut kehilangan ku, padahal aku yang lebih takut kehilangan nya. Meskipun terkadang sikap cemburu nya itu membuat ku sedikit jengkel."
"Itu hal yang wajar, ya sudah jangan terlalu lama berduaan, nanti istri mu melihat nya dan dia marah pada mu," ucap Sofia.
Karla sudah melihat semua nya, hati nya terbakar api cemburu saat melihat kedekatan suami nya dengan Sofia. Meskipun mereka berdua bersahabat Karla berpikir tidak seharusnya mereka berbicara berdua, di tempat yang sepi pula.
Kenzi langsung di sambut dengan lemparan bantal saat masuk ke dalam kamar, ia tidak tau apa yg membuat istri nya melakukan hal ini.
"Aku tadi melihat mu berduaan dengan nya, tertawa bersama apa yang kalian bicarakan," tanya Karla.
"Aku tidak membicarakan apapun sayang, berhenti menuduh ku melakukan hal yang tidak-tidak."
"Aku tidak menuduh mu, tapi kau memang terlalu dekat dengan nya, aku tidak suka itu," ucap Karla.
"Karla aku dengan nya hanya berteman, tidak lebih jangan seperti anak kecil begini," kata Kenzi.
"Kamu tau semua berawal dari pertemanan, sampai akhirnya kau dan dia selingkuh di belakang ku. Aku tau kelemahan mu Kenzi, aku tau kau gampang tergoda oleh wanita. Aku begini karena aku takut kehilangan mu," ucap Karla.
"Karla aku bersumpah aku tidak akan selingkuh dari mu, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu," kata Kenzi.
"Aku pegang kata-kata mu, jika kau sampai berniat untuk selingkuh dari ku aku akan meninggalkan mu, sekarang kau keluar dari kamar, aku ingin menenangkan otak ku," ucap Karla.
"Aku benar-benar tidak suka dengan sikap mu yang ini, jangan salahkan aku jika aku benar-benar selingkuh karena sikap kecemburuan mu itu." Kenzi pergi meninggalkan kamar itu.
"
__ADS_1