Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 97 S2


__ADS_3

Acara pernikahan Adit dan Fiona di gelar cukup mewah, walaupun bukan pesta utama Alex juga ingin yang terbaik untuk anak nya. Jantung Fiona berdetak sangat kencang, ia berada di ruangan lain bersama Angel nanti ketika Adit sudah mengucapkan Ijab Qobul baru lah bunda nya akan menjemput.


"Kenapa fi, pasti kamu deg-deg kan." ucap Angel.


"Iya kak, jantung ke terasa ingin copot." kata Fiona.


"Itu wajar fi, sebentar lagi kamu akan sah milik orang lain, kakak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu, hormati suamimu dan jangan pernah bantah ucapan nya jika yang di katakan nya yang terbaik untuk mu." ujar Angel.


"Apa aku bisa menjadi istri yang baik seperti kakak." ucap Fiona.


"Pasti bisa fi, kak Adit orang yang sangat baik. Ida pasti akan membimbing mu menjadi istri yang baik." kata Angel.


Setelah Ijab Qobul selesai, Agnes berjalan masuk menjemput Angel dan Fiona. Air mata nya jatuh saat melihat putri nya yang telah cantik menggunakan gaun pengantin. Air mata itu bukan air kata kesedihan tapi air mata kebahagiaan karena putri nya telah menikah dengan pilihan nya sendiri, ia juga sangat yakin kalau Adit dapat membimbing Fiona menjadi manusia yang lebih baik lagi.


"Selamat sayang." ucap Agnes.


"Bunda, sekarang Fiona sudah milik kak Adit, apa Fiona masih bisa meluk dan cium bunda lagi." ucap Fiona dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, kamu tetap anak bunda, kenapa tidak boleh. Kamu masih boleh melakukan itu." kata Agnes.


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu, Fiona berjalan mendekati Adit yang sedang membaca buku nikah nya. Adit terkejut ketika Fiona duduk di samping nya. Fiona benar-benar cantik saat ini, ia sangat terpesona dengan kecantikan istri nya itu.


Adit mengambil cincin kawin mereka berdua. Dan memakaikannya di jari manis Fiona dan sebaliknya Fiona memakaikan cincin di jari manis Adit. Setelah itu Adit mencium dahi Fiona dan Fiona juga mencium tangan Adit.


Angel memeluk Alvaro dari samping ia langsung teringat saat pernikahan nya dengan Alvaro saat itu. Walaupun tidak seperti Fiona sekarang yang di selimut kebahagiaan. Momen pernikahan nya dengan Alvaro dapat terukir jelas di ingatan Angel. Alvaro mencium dahi Angel, ia mengerti apa yang di rasakan Angel sekarang.


"Sayang, aku sudah lebih dari satu minggu tidak memakan mu, nanti malam bersiap lah." bisik Alvaro.


"Ini sudah malam."


"Oh iya, berati setelah ini bersiap lah." ucap Alvaro.


Adit yang sebenarnya jauh dari kata romantis, malam ini ingin membuat Fiona terkesan dan mengingat momen pernikahan mereka berdua. Fiona berdiri sendiri di tengah-tengah lampu warna-warni yang sangat indah. Lampu utama sedikit meredup, dan ada beberapa lampu warna-warni yang menyala membentuk nama nya dengan Adit. Tak lama Aluna musik berbunyi dan Adit berjalan mendekati nya dengan buket bunga di tangannya.


Lirik.


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


'Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri

__ADS_1


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah


Biar 'ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


:Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar 'ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita

__ADS_1


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia, haa-haa


Haa-haa


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Adit berlutut di hadapan Fiona dan memberikan buket bunga itu, Fiona tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak menyangka Adit dapat berbuat sesuatu yang seromantis ini. Fiona menerima bunga itu dan memeluk Adit dengan erat.


"Aku mencintaimu, terimakasih telah mau menerima ku, aku berjanji akan selalu menjaga mu dan membuat mu bahagia selalu." ucap Adit.


"Terimakasih kak, aku juga sangat mencintai mu." kata Fiona.


Fiona berjalan ke arah Vano yang masih sendirian, ia memberikan bunga yang di bawa Adit tadi ke Vano. "Cepat nyusul kak, jangan sendiri terus." kata Fiona.


Vano langsung kikuk seketika, apalagi semua mata tertuju pada nya, mau tersenyum tapi ia tidak bisa karena merasa sangat malu. Mereka semua tertawa saat melihat wajah Vano yang memerah karena malu.


Setelah acara selesai, para tamu juga sudah pada meninggalkan acara dan si pengantin baru sudah masuk kedalam kamar untuk beristirahat atau malah bergadang semalaman.

__ADS_1


"Sayang, aku sudah menahan nya selama lebih dari seminggu kamu masih belum mau.?


__ADS_2