Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 179 S3


__ADS_3

Alana mengambil berkas dari depan Rizky, kemudian ia berdiri dan mulai mempresentasikan nya dengan sangat baik.


Rizky sampai terkejut melihat betapa pintar nya Alana, ia tidak menyangka Alana dapat mempresentasikan sistem kerja nya padahal dia sendiri bingung bagaimana cara mempresentasikan nya.


"Kau pintar sekali, kau lihat Risky dia lebih pintar dari mu, jika sistem kerja mu masih seperti ini jangan salah kan aku jika aku yang akan turun langsung menggeser kan posisi mu dengan wanita itu." Ucap Alvaro.


Setelah rapat selesai, giliran Adit yang memarahi Rizky, Adit, Rizky dan Alana sedang berada di satu ruangan yang sama.


"Kau mau mempermalukan ku, aku mengandalkan mu tapi kau seperti itu, Rizky kau yang aku unggulkan dan kau malah mempermalukan ku, bagaimana bisa asisten mu yang baru dapat menjelaskan semua dengan baik tapi diri mu tidak bisa."


"Maaf pak, ini kesalahan saya." Ucap Rizky.


"Jika bukan salah mu, salah siapa lagi, salah saya."


"Maaf Pak, saya akan memperbaiki semua kesalahan saya." Kata Rizky


"Harus, jika tidak tuan Alvaro langsung yang akan menggeser kan posisi mu saat ini." Ucap Adit.


"Baik Pak, terimakasih atas kesempatan nya." Kata Rizky.


Rizky dan Alana kembali keruangan mereka, Alana masih mengikuti Rizky karena belum mendapat kan perintah untuk pergi.


"Alana bagaimana bisa, kamu menjelaskan serapi dan bagus itu. Saya saja yang membuat nya bingung." Tanya Rizky.

__ADS_1


"Mungkin karena saya sudah terbiasa, papah saya selalu memberikan saya tantangan seperti ini, bahkan lebih sulit dari berkas bapak, dan saya harus menjelaskan semua nya dalam waktu singkat." Jawab Alana.


"Sebenar nya dari mana kamu berasal, aku tidak habis pikir kamu bisa sepintar ini."


"Hehehehe rahasia pak, kalau begitu saya permisi dulu pak, tugas saya juga masih banyak." Ucap Alana.


Alana berjalan masuk ke dalam ruangan Adit, tanpa mengetuk pintu Alana langsung masuk ke dalam yang membuat Adit terkejut.


"Alana, kau mengejutkan." Kata Adit.


"Pah, apa papah dan paman Alvaro sudah bekerja sama. Kenapa sampai seperti tadi." Tanya Alana.


"Tidak Alana, paman mu mungkin ingin menunjukkan kemampuan keponakan nya yang sangat luar biasa. Oh iya Alana, memang saat ini sistem kerja Rizky sangat menurun, padahal dia salah satu kandidat kuat untuk bisa masuk ke dalam jajaran petinggi Efron grup, tapi jika seperti ini papah takut merekomendasikan nya, tugas kamu cari tau masalah nya dan bantu dia untuk menyelesaikan masalah nya."


"Papah, aku berdekatan dengan es batu itu saja malas. Apalagi harus mencari tau masalah nya." Kata Alana.


Setelah berbicara dengan papah nya Alana kembali ke meja kerja nya.


"Dari mana Alana." Tanya Indah.


"Dari ruangan pak Adit, dia memanggil ku." Jawab Alana.


"Seperti nya kau sangat dekat dengan pak Adit."

__ADS_1


"Orang tua kami bersahabat jadi aku sudah mengenal nya." Ucap Alana.


Kembali pada Verrel dan Akifa yang semakin mesra dan semangat mencetak sebuah anak. Verrel juga sedang berusaha membujuk kakek nya Alex untuk menciptakan sebuah perusahaan baru yang ia pimpin dari nol.


Tentu saja Alex tidak memperbolehkan hal itu, karena Verrel yang akan menggantikan posisi Alvaro di Efron grup.


"Kenapa harus aku kek, kan ada Alana dan Dylan." Tanya Verrel.


"Kakek bukan sembarangan memilih seseorang Verrel, Alana memang pintar tapi dia seorang wanita dan kakek sudah mempersiapkan posisi yang baik untuk nya, kalau Dylan kakek belum melihat perkembangan nya dan kecocokan untuk memimpin Efron grup."


"Akan ku pikir kan lagi, untuk tahun ini aku belum bisa." Ucap Verrel.


Sementara itu Dylan benar-benar sedang sakit tapi ia juga sedang marah pada Lia. Ia memilih untuk diam, tanpa memperdulikan Lia sedikit pun. Ingin rasa nya ia cepat menceraikan Lia dan mencari istri yang lebih perhatian pada nya.


"Mas makan lah dulu, setelah itu minum obat." Ucak Lia.


"Ku bilang jangan sok perhatian pada ku." Ujar Dylan.


"Maaf kan aku, aku keterlaluan tadi jangan marah seperti ini pada ku." Kata Lia.


Dylan bangkit dari tidur nya dan mengambil makanan dari tangan Lia.


"Akan aku suapi." Ucap Lia dan Dylan tidak bisa menolak nya karena ia tidak memiliki tenaga.

__ADS_1


"Jangan pikiran tentang perceraian kita mas, aku tidak akan menuntut nya, aku menerima kapan pun dan dimana pun kamu menceraikan ku." Ucap Lia.


Dylan hanya diam mendengar kan apa yang Lia katakan.


__ADS_2