
"Apa bagaimana bisa, kerusuhan lagi, tutup semua restoran jangan ada yang buka sampai aku memberitahu kalian semua." Ucap Dylan dan langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Kenapa sayang." Tanya Lia.
"Tidak ada, kamu sudah mandi." Dylan sengaja menyembunyikan semua nya dari Lia.
"Sudah, kamu mandi sana. Sudah siang, apa kamu tidak kerja?" Tanya Lia
"Tidak sayang mungkin aku akan keluar untuk menemui papah." Jawab Dylan.
"Aku ikut sayang."
"Tidak boleh, kamu di rumah saja, ya sudah aku mandi dulu." Dylan pergi meninggalkan Lia.
"Ada apa dengan nya, seperti nya ada yang sedang di sembunyikan nya." Batin Lia.
Rizky dan Alana telah kembali ke rumah, mereka berdua cukup senang karena tidak ada yang menganggu hubungan mereka lagi. Tapi tetap ada kesedihan melihat kondisi Fina yang sangat memperhatikan walaupun Fina biang masalah di rumah tangga mereka.
"Bukan nya kita terlalu kejam sayang, kita bahagia di atas penderitaan orang lain." Ucap Alana.
"Ssttt kamu jangan berkata seperti itu, ini juga bukan salah kita, kita bahagia bukan karena dia sakit." Kata Rizky.
"Sekarang aku mau tanya kamu, berapa mantan kamu."
"Mantan, nanti kamu marah kalau aku jujur." Ucap Rizky.
"Berapa sayang, aku dulu mantan ku hanya 3."
__ADS_1
"15 sayang." Jawab Rizky sambil menutup wajah nya.
"Apa 15 jadi aku menikah dengan seorang Playboy seperti mu." Alana terkejut mendengar fakta ini.
"Kamu jangan marah dulu, aku berpacaran dulu hanya untuk melupakan masa lalu ku, aku tidak pernah serius dengan mereka. Hanya kamu yang bisa membuat ku bucin setengah mati pada mu, apalagi milik mu sangat nikmat." Bisik Rizky.
"Sayang, pasti kamu ada mau nya." Ucap Alana.
"Sayang aku mau, boleh ya.."
"Tidak mau sayang, aku lelah." Tolak Alana.
"Sayang mau ya, begini aku beri kamu dua pilihan kamu pilih satu atau dua." Tanya Rizky.
"Untuk apa aku memilih tidak mau." Jawab Alana.
"Aku pilih dua." Jawab Alana.
"Ya.. Jika kamu memilih satu aku akan memakan mu nanti malam." Ucap Rizky.
"Bagus aku memilih dua, jadi kamu tidak memakan ku."
"Kata siapa sayang, kamu memilih dia jadi aku akan memakan mu sekarang juga." Ucap Rizky.
"Bagaimana bisa, kamu curang."
"Aku suami mu sayang aku yang memberikan dan memutuskan sesuatu." Ucap Rizky dengan senyum kemenangan.
__ADS_1
Setelah mandi dan makan Dylan memutuskan untuk langsung pergi ke tempat papah nya berada.
"Sayang jangan sekarang, nanti malam saja menunggu papah pulang." Ucap Lia.
"Tidak sayang ini sangat penting, kamu tunggu di rumah, jangan kemana-mana." Rizky mencium dahi Lia.
"Ayah pergi sayang." Tak lupa Dylan mengecup perut Lia.
Saat ingin masuk ke dalam mobil, kebetulan sekali Alvaro juga ingin pergi ke kantor bersama Verrel.
"Mau kemana kau." Tanya Verrel.
"Aku ingin menemui papah ku, oh iya paman apa paman sudah mulai melacak siapa yang mengusik ku lagi."
"Sudah Dylan tapi belum ada hasil, paman juga sudah mengirim orang untuk melacak siapa pelakunya, kau tenang saja jaga diri mu dengan baik." Ucap Alvaro.
"Terimakasih paman, aku pergi dulu." Kata Dylan.
Dylan membawa mobil nya ke salah satu proyek yang di talangi oleh Vano, proyek yang sangat besar itu sebabnya Vano sangat sibuk dan sulit untuk di. temui.
Sesampainya di sana Dylan langsung keluar dari mobil dan mencari papah nya, tetapi Dylan sama tidak menemukan Vano, padahal kata mamah nya Vano berada di proyek ini.
Karena putus asa Dylan meninggal kan tempat itu, ia melihat ke arah spion mobil karena ia curiga pada beberapa mobil yang seperti mengikuti nya. Dan benar saja saat berada di tempat yang sepi tiba-tiba mobil Dylan kembali di tabrak dari belakang dan samping yang membuat Dylan kehilangan kendali.
Kedua mobil itu terus mendorong mobil Dylan sampai mobil itu beserta Dylan masuk ke dalam sungai.
"Aw." Jantung Lia terasa cukup sakit secara tiba-tiba.
__ADS_1