
"Kenapa saya seperti orang yang ingin melahirkan dok," tanya Alvaro.
"Tuan Alvaro ada-ada saja, dari mana tuan tau rasa nya melahirkan bagaimana," jawab dokter.
"Iya juga si, aku tidak tau bagaimana rasa nya melahirkan, tapi rasa nya benar-benar sangat sakit dan panas, sekarang saja masih sangat panas," kata Alvaro.
"Tuan jangan banyak bergerak dulu, istirahat lah besok pagi akan lebih baik, oh iya tolong pakai baju tuan, jangan membuat para suster di sini tergoda dengan melihat tubuh tuan."
"Mas Verrel juga, jangan sampai orang menyangka kalian berdua pasangan sesama jenis, saya permisi." Dokter itu pergi meninggalkan IGD.
Verrel dan Alvaro pindah ke ruang rawat inap, mereka berdua saling menatap saat ingin perkataan dokter tadi jika mereka mirip dengan pasangan sesama jenis.
"Tidak aku normal," ucap Verrel.
"Kau pikir ayah tidak normal jangan aneh-aneh, kembalikan baju ku," kata Alvaro.
"Terus aku pakai apa yah, jangan seperti itu pada ku yah," ucap Verrel.
"Kau membawa hp tidak," tanya Alvaro.
"Jangan kan hp, karena terlalu panik aku sampai tidak sadar jika aku tidak memakai baju dan celana," jawab Verrel.
Pergi ke pihak rumah sakit, katakan aku membutuhkan baju, mereka pasti akan mencarikan baju untuk kita," kata Alvaro.
Baru saja Alvaro berkata, seorang suster masuk dengan membawa paperback.
"Apa isi nya Verrel," tanya Alvaro.
"Pakaian yah, mereka cepat tanggap jika pemilik rumah sakit ini membutuhkan pakaian," jawab Verrel.
Alvaro sangat kesulitan untuk memakai baju karena tangan nya sedang di infus, Alvaro memilih memakai selimut tebal saja tanpa menggunakan baju. Sedangkan Verrel langsung memakai pakaian itu agar ia tidak masuk angin.
"Aku tidur dulu yah, aku sangat mengantuk," ucap Verrel.
"Tidur lah, Terima kasih untuk semua nya."
Keesokan pagi nya, Angel di antar oleh Dylan dan yang lainnya pergi ke rumah sakit. Mereka semua cukup khawatir dengan keadaan Alvaro karena belum ada kabar dari kemarin malam.
Tanpa di beri tau pun, mereka semua tau Alvaro di bawa ke rumah sakit mana. Sudah pasti rumah sakit terdekat dan milik keluarga mereka.
__ADS_1
"Dimana ruangan mereka," ucap Dylan.
"Aku tanya resepsionis dulu," kata Rizky.
"Tante kenapa sampai bisa masuk rumah sakit, kemarin malam kami hanya mendengar teriakan," ucap Dylan.
"Paman mu, makan makanan pedas. Dia tidak bisa makan makanan pedas, perut nya terasa sangat panas dan sakit. Verrel memutuskan untuk membawa ayah nya ke rumah sakit." Angel menjelaskan semuanya secara perlahan agar para keponakan nya mengerti.
"Ayo aku sudah tau mereka dimana," ucap Rizky.
Mereka semua langsung menuju ke ruangan tempat Alvaro dan Verrel berada, di ruangan itu mereka melihat Verrel dan Alvaro masih sama-sama terlelap.
"Verrel bangun woy bangun," teriak Aldy di telinga Verrel.
"Ahhh kalian gila," ucap Verrel yang langsung terbangun. Begitu juga dengan Alvaro yang ikut terbangun karena teriakan Aldy.
"Sayang." Alvaro langsung mengubah ekspresi wajahnya semelas mungkin.
"Sudah enakan, apa masih sakit," tanya Angel.
"Tadi masih sedikit sakit, tapi melihat kedatangan kamu, membuat rasa sakitnya hilang seketika," jawab Alvaro.
Rizky, Dylan dan Aldy yang mendengar itu terasa ingin muntah seketika, bisa-bisa nya Alvaro mengatakan hal tersebut padahal ada mereka semua di ruangan itu. Melihat hal ini mereka jadi tidak heran lagi bagaimana Angel bisa hamil lagi.
"Hahaha maaf Verrel, aku mendapatkan pesan dari istri mu, jika sudah bisa pulang segera pulang anak mu menangis mencari ayah nya," kata Aldy.
"Ayah bukan nya pagi ini kau sudah bisa pulang," tanya Verrel.
"Seperti nya sudah, aku sudah baik-baik saja, apalagi setelah melihat istri ku," jawab Alvaro.
"Kalau begitu kita langsung pulang saja," kata Verrel.
Setelah mengurus semua nya, mereka semua langsung pulang. Beberapa orang yang melihat kejadian kemarin malam masih membicarakan mereka berdua, mereka masih tidak tau jika yang mereka bicarakan anak dan ayah, bukan pasangan sesama jenis.
Sesampainya di rumah Verrel langsung mengambil mainan yang ia beli kemarin malam di dalam mobil. Setelah itu ia membawa mainan itu masuk ke dalam kamar.
"Anak daddy," ucap Verrel yang melihat Kenzo dan Kenzi baru selesai di mandikan.
Mereka berdua seakan-akan tau jika daddy nya datang yang membuat mereka semakin aktif Verrel mengambil salah satu mainan yang ia bawa lalu memberikan mainan itu pada anak nya.
__ADS_1
"Verrel aku mau mainan itu," ucap Dylan yang masuk ke dalam kamar Verrel.
"Kau tau saja aku membawa banyak mainan," kata Verrel.
"Kapan kamu membeli mainan sebanyak ini sayang," tanya Akifa.
"Kemarin malam sayang, kamu susun ya mainan ini di kamar mereka." jawab Verrel.
"Aku ambil ini, ini dan ini." Sebelum Verrel berkata ita Dylan sudah berlari keluar dari kamar Verrel.
"Kurang ngajar," ucap Verrel.
Bayi Verrel dan Dylan berjarak 3 bulan. Rakha jauh lebih aktif di bandingkan Kenzo dan Kenzi. Ia sudah mulai belajar tengkurap. Yang membuat Rakha semakin menggemaskan.
"Sayang bagaimana dengan keadaan ayah, apa sudah lebih baik," tanya Akifa.
"Iya sayang sudah lebih baik, ayah saja susah di bilangin, Ia tidak bisa makan makanan pedas masih di makan juga. Jika sudah sakit membuat seisi rumah kerepotan," kata Verrel.
"Sayang kamu tidak boleh begitu, itu ayah kamu."
Beberapa bulan telah berlalu, semua orang sedang berkumpul bersama di ruangan keluarga. Melihat hasil keturunan mereka yang sangat menggemaskan. Vano dan Adit saat tau Alvaro akan menjadi ayah lagi hanya bisa menggelengkan kepala, mereka saja tidak ada kepikiran ingin punya anak lagi.
Perut Angel juga sudah membesar, kehamilan nya kali ini jauh berbeda saat hamil Verrel. Malahan Angel seperti sedang tidak hamil.
"Di dalam sana ada teman mu, kalian akan berteman," ucap Alvaro saat menunjukan perut Angel pada cucu nya.
"Ayah adik ku akan menjadi paman kecil mereka, aku tidak tau mereka akan memanggil adik ku apa," kata Verrel.
Rakha dan Axel yang sudah berusia 10 bulan sudah bisa merangkak mendekati Kenzo dan Kenzi yang baru saja mulai tengkurap dan sedikit mengesot seperti hantu Suster ngesot.
"Liat sayang bagaimana anak kita ingin menyusul sepupu mereka," ucap Verrel.
"Mereka sangat menggemaskan, sampai aku ingin memakan mereka," kata Dylan.
"Hidup kita Benar-benar sempurna dengan kehadiran mereka," ujar Rizky.
"Dan yang terpenting kisah kita di akhiri dengan kata happy ending, aku tidak sabar menyaksikan kisah anak kita." ucap Verrel.
"Akhirnya," Ucap mereka bersama.
__ADS_1
Tamat....
Kita akan lanjut season 4 ya... Tetap di sini....