
"Ini milik bapak." Tanya Dylan.
"Iya milik bapak, kau tunggu di sini saja jangan masuk nanti tubuh mu gatal-gatal." Jawab Sumanto.
"Aku ingin masuk, kenapa gatal-gatal? apa aku bukan berasal dari sini? "
"Ya sudah jika ingin masuk-masuk lah, bapak ke sana dulu." Ucap Sumanto.
Sumanto masih belum memberitahu Dylan jika diri nya bukan dari desa ini, ia hanya menjelaskan jika Dylan hilang ingatkan karena sebuah kecelakaan. Ia sudah menganggap Dylan sebagai anak nya, ia juga merasa senang bisa memiliki anak laki-laki seperti Dylan karena memang diri nya sangat ingin memiliki seorang anak.
Dylan memperhatikan apa yang di lakukan Sumanto tetapi seperti nya terasa sangat asing di kepala nya. Jika ia pernah melakukan nya tentu saja hal yang di lakukan Sumanto tidak terlalu asing bagi nya.
Sementara itu Verrel dan yang lainnya masih belum putus asa, mereka semua yakin Dylan masih selamat dalam kecelakaan itu. Anggi hanya bisa menenangkan Lia yang setiap malam menangis karena suami nya masih belum di temukan. Perasaan nya benar-benar sangat hancur apalagi diri nya sedang hamil.
"Bagaimana yah, ini sudah tiga hari Dylan masih belum di temukan. Kita sudah menelusuri sungai itu dari hulu sampai hilir dan tidak mungkin jika Dylan hanyut sampai ke laut." Ucap Verrel.
"Kau benar, berarti Dylan tidak berada di dalam sungai lagi, pasti ada yang menyelamatkan nya. Bagaimana jika kalian berdua pergi ke desa-desa sekitar sungai tersebut untuk mencari Dylan." Kata Alvaro.
__ADS_1
"Kenapa tidak meminta tim saja, mereka pasti akan cepat menemukan Dylan." Ujar Rizky.
"Aku khawatir Dylan berada di orang yang salah, atau berada di musuh kita. Jika mereka tau kita mengerahkan tim khusus untuk mencari Dylan ke desa-desa aku khawatir terjadi sesuatu pada Dylan. Kalian juga harus menyamar dan jangan sampai kepergian kalian ke sana banyak yang mengetahui nya."Jelas Alvaro.
"Menyamar, kita akan menjadi detektif Verrel, oh iya Candra juga akan datang membantu pencarian Dylan." Kata Rizky.
"Dan ingat jangan asal berbicara dengan orang di sana, temui langsung kepala desa atau orang yang di percayai di sana. Gunakan uang jika mereka tidak mau berbicara." Ucap Alvaro.
"Kapan itu kamu lakukan." Tanya Verrel.
"Besok, aku harus mencari informasi dulu ada berapa desa di sepanjang sungai itu." Jawab Alvaro.
"Sayang kamu sudah kembali, aku menunggumu." Ucap Akifa.
"Ada apa kamu kangen dengan si panjang dan kuat." Tanya Verrel.
"Sayang apa yang kamu bicarakan." Akifa tersipu malu.
__ADS_1
"Sabar ya sayang aku juga menunggu dan menginginkan mu, tapi aku tidak bisa melakukan nya sekarang, nanti saja setelah Dylan di temukan kita gempur satu hari satu malam." Ucap Verrel.
"Sudah akun tidak tau apa yang kamu katakan." Kata Akifa.
"Besok aku akan pergi selama beberapa hari bahkan mungkin satu minggu, aku akan menyamar dan pergi ke desa-desa untuk mencari Dylan."
"Semangat pasti kamu menemukan Dylan, kasihan Lia yang terus menangis." Kata Akifa.
Setelah kegiatan dari sawa selesai Dylan dan Sumanto langsung pulang ke rumah. Dylan menjadi pusat perhatian banyak orang fisik nya yang tinggi dan putih bersih membuat nya sangat menonjol di sana. Mereka sudah dapat menebak jika Dylan bukan berasal dari desa ini.
"Pak, kenapa mereka melihat ku seperti itu." Tanya Dylan yang merasa sangat tidak nyaman.
"Tidak papa, abaikan saja. Kau sangat tampan Hati-hati ada janda yang menculik mu." Jawab Sumanto.
"Pak jangan menakuti ku, aku tidak kau janda itu mengambil keperjakaan ku." Kata Dylan.
"Hahaha, sudah cepat sebelum mereka benar-benar menculik mu."
__ADS_1
Sesampainya di rumah Dylan langsung membersihkan kaki dan tubuh nya yang terkena banyak lumpur. Lilis yang melihat Dylan membuka baju sangat terpesona dengan bentuk tubuh Dylan.