
"Kenapa sampai seperti itu, apa kamu berbuat kesalahan." Tanya Akifa dan ikut berbaring di samping tubuh Verrel.
"Tidak, aku juga tidak tau tujuan kakek itu apa, aku masih bersyukur tidak di kurung di dalam gudang." Jawab Verrel.
"Semangat sayang." Akifa mencium wajah Verrel.
"Sayang, kita belanja ke mall yuk, aku baru dapat transferan yang sangat banyak dari kakek ku." Ucap Verrel.
"Ke mall, mau beli apa." Tanya Akifa.
"Beli pakaian mu, beli perhiasan, beli apa saja, hmm aku ingin makan di luar." Jawab Verrel.
"Kamu yakin mau membelanjakan ku, tidak takut uang mu habis."
"Kamu istri ku, sudah menjadi kewajiban ku menyenangkan mu, mana tau dengan kamu senang aku mendapatkan jatah yang lebih." Ucap Verrel.
"Jatah? Jatah apa? "
"Jatah itu, yang kemarin di rumah mu."
"Oww itu, dasar mesum, sudah kamu mandi sana aku akan bersiap." Kata Akifa.
"Cium dulu." Verrel memajukan bibir nya.
"Cup." Akifa mengecup bibir Verrel.
Setelah mereka berdua bersiap, mereka langsung keluar dari kamar untuk berpamitan pada orang rumah agar tidak mencari mereka jika tidak pulang.
"Hmm aku akan menginap di hotel seperti nya." Kata Verrel.
"Kau abis mendapatkan transferan dari kakek mu." Tanya Alvaro.
"Hahaha kau tau yah, banyak sekali yah. 10 kali lipat uang jajan ku dari ayah." Jawab Verrel.
"Sudah lah pergi sana kalian, jaga istri mu dengan baik, jangan kasar dengan nya." Ucap Angel.
__ADS_1
"Siap bun." Verrel mencium wajah Angel.
"Hey kenapa kau cium istri ku." Bentak Verrel.
"Itu hak ku, istri mu bunda ku, ayo sayang." Verrel pergi meninggalkan ayah nya yang sedang marah pada nya.
"Anak siapa dia." Ucap Alvaro.
"Anak mu sayang, kamu lupa kamu yang membuat nya setiap hari." Kata Angel.
"Aku tidak tau, kenapa dia tidak mirip dengan ku."
"Kamu salah sayang, kamu sangat mirip dengan nya, sifat kalian 11 12 tidak ada yang berbeda." Ucap Angel.
"Mas, kenapa kamu dan ayah tidak pernah akur." Tanya Akifa.
"Dia saja yang terlalu cemburu, dari dulu tidak pernah berubah, rasa cemburu nya sangat besar. Kamu tau dulu aku saat masih kecil selalu di marah nya karena terlalu manja pada bunda ku. Aku bahkan tidak boleh dekat dengan bunda, semenjak aku pandai bela diri aku dapat sedikit menggoda nya." Jawab Verrel.
"Tapi di balik sikap cemburu nya itu, aku tau di sangat sayang pada ku, dia bahkan membelah ku di depan kakek ku saat aku berbuat salah, bahkan dia yang menemani ku saat aku di kurung di dalam gudang karena dia tau aku sangat takut dengan gelap." Ucap Verrel.
"Bagaimana dengan orang tua mu." Tanya Verrel.
"Orang tua ku? Aku tidak tau siapa orang tua ku, dulu aku di temukan nenek ku di tempat pembuangan sampah, nenek yang merawat ku padahal kami tidak ada hubungan darah sama sekali." Jawab Akifa.
"Maaf, aku membuat mu sedih." Verrel mengusap tangan Akifa.
Tak lama mereka berdua sampai di mall terbesar di kota itu, Verrel mengajak Akifa masuk ke dalam restoran dulu karena dia sangat lapar.
"Mau makan apa sayang." Tanya Verrel.
"Apa ya, aku tidak pernah makan di tempat seperti ini." Jawab Akifa.
Verrel mengambil tablet di meja itu, dan memesan semua makanan yang menurutnya enak.
"Sudah, kita tunggal menunggu." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Sudah, kamu pesan lewat tablet itu." Tanya Akifa.
"Iya sayang, sudah jangan banyak tanya." Jawab Verrel.
Verrel mengambil HP dari tangan Akifa. "HP seburuk ini masih di pakai." Batin Verrel.
"Kenapa mas." Tanya Akifa.
"Aku ingin melihat isi hp mu apa boleh? "
"Boleh buka saja, tidak di kunci." Kata Akifa.
Verrel mulai membuka HP Akifa, semua aplikasi ia periksa agar tidak ada cela untuk Akifa berpaling dari nya. Tak lama semua makanan yang mereka pesan datang.
"Makan dulu kita, aku akan menyuapi mu makan, jangan protes." Ucap Verrel.
Akifa hanya mengangguk, membantah Verrel adalah suatu hal yang mustahil bagi nya.
"Tidak enak." Ucap Verrel.
"Iya aku juga tidak suka, terasa aneh."
"Kita makan yang enak saja, yang tidak enak jangan di makan." Kata Verrel.
Setelah selesai makan dan membayar nya, Verrel dan Akifa mulai berkeliling mal. Mereka masuk ke dalam butik, toko perhiasan, toko HP, semua Verrel beli untuk istri nya. Akifa merasa tidak enak pada Verrel, tapi mau bagaimana lagi itu semua keinginan Verrel.
Verrel membawa Akifa ke tempat pemeran mobil, ia tertarik pada mobil keluaran terbaru. Setelah melihat detail mobil itu Verrel memutuskan untuk membeli mobil itu, tapi sebelum nya ia bertanya dulu pada istri nya.
"Sayang, apa aku boleh membeli mobil itu." Tanya Verrel.
"Kenapa kamu bertanya pada ku, itu kan uang kamu."
"Kamu istri ku, uang ku uang mu juga, dan aku harus meminta izin pada mu." Ucap Verrel.
"Sayang, bukannya mobil di rumah sudah banyak, bagaimana uang nya di tabung saja. Mana tau ada keperluan lain." Kata Akifa.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak jadi membeli nya." Ucap Verrel.