
"Lia jika aku tidak bisa memiliki mu, orang lain pun juga tidak bisa, selamat bersenang-senang Dylan." Orang itu pergi meninggalkan tempat kejadian itu.
"Kenapa perasaan ku tidak enak, ada apa ini." Batin Lia.
"Tuan." Seseorang menarik Vano yang hampir tertimpa baja yang cukup besar.
"Dylan." Batin Vano.
"Hey kau bisa bekerja tidak." Bentak mandor proyek itu.
"Aku harus pergi." Ucap Vano.
Vano masuk ke dalam mobil nya dan langsung pulang ke rumah, saat perjalanan pulang ia melihat orang-orang berkerumun di sekitar jembatan. "Siapa yang kecelakaan." Batin Vano yang menghentikan mobil nya di pinggir jalan untuk melihat lebih dekat.
Vano melihat pembatas jembatan itu sudah rusak dan ia dapat memastikan ada sebuah mobil yang terjun ke bawa.
"Apa penumpang mobil itu masih di sana." Ucap Seseorang.
Vano melihat ke bawa dan memperhatikan mobil yang tersangkut di bawa. Ia merasa mobil itu sama sekali tidak asing menurut nya.
"Dylan." Ucap Vano.
Vano langsung mengambil hp nya dan menghubungi Alvaro, ia tidak ingin menghubungi keluarga di rumah karena takut menimbulkan kepanikan.
"Al, apa kau tau Dylan dimana, HP nya tidak aktif." Tanya Vano.
__ADS_1
"Van, tadi dia ingin pergi menemui mu, apa kalian belum ketemuan van." Tanya Alvaro.
"Al." Vano menjatuhkan hp nya seketika, ia kembali melihat mobil yang tersangkut di bawa untuk lebih memastikan dugaan nya.
"Vano, van ada apa van." Teriak Alvaro.
Alvaro melacak keberadaan Vano dan langsung pergi menemui Vano, ia merasa ada yang tidak beres.
"Dylan." Ucap Vano yang sudah yakin itu benar-benar mobil Dylan.
"Dylan." Teriak Vano sambil mencari jalan agar bisa turun ke bawa.
Sontak warga yang berada di sana menahan Vano karena itu sangat berbahaya.
"Pak tenang di sana sangat berbahaya, kita tunggu bantuan dari pihak polisi."
Setelah tiga puluh menit mencari Vano, akhirnya Alvaro melihat mobil Vano bersama beberapa mobil kepolisian.
"Vano." Alvaro menepi kan mobil nya dan langsung keluar dari mobil.
"Lepaskan dia." Teriak Alvaro.
Alvaro langsung berlari dan memeluk Vano yang sudah banjir dengan air mata. "Hey ada apa dengan mu, kenapa apa yang terjadi."
"Dylan Al, mobil Dylan di bawa sana, aku harus menyelamatkan al." Ucap Vano.
__ADS_1
"Dylan, kau tenang dulu, bisa jadi itu bukan milik nya, sangat berbahaya jika kau ke sana." Kata Alvaro.
Alvaro melirik ke arah bawa, ia tau betul mobil yang di bawa Dylan karena sebelum pergi Dylan dan diri nya sempat bertemu.
"Alvaro langsung menghubungi Adit agar segera ke tempat itu bersama para pasukan nya."
Alvaro membawa Vano masuk ke dalam mobil nya, ia memberikan Vano air mineral agar Vano dapat sedikit tenang. Saat melihat mobil tadi Alvaro benar-benar yakin jika itu memang mobil Dylan tetapi ia tidak ingin mengatakan nya pada Vano karena itu akan membuat Vano lebih panik.
"Van setelah Adit datang dan mulai evakuasi kita pulang biarkan Adit dan pasukan nya bekerja." Ucap Alvaro.
"Kau gila al, aku tidak tau kondisi anak ku dan kau meminta ku untuk pulang, kau pulang sendiri aku tidak mau."
"Van, bisa jadi Dylan tidak ada di dalam sana, kita harus membagi tugas agar semuanya cepat selesai dan Dylan cepat di temukan." Ucap Alvaro.
"Jadi itu benar-benar mobil anak ku al." Tanya Vano.
"Jawab al, itu benar-benar mobil anak ku." Teriak Vano.
"Iya itu mobil Dylan, aku melihat dia memakai mobil itu saat pergi tadi."
"Aku harus menyelamatkan nya." Vano membuka pintu mobil tetapi Alvaro menahan nya dan kembali menutup pintu itu.
"Apa kau gila, berhenti menghalangi ku, anak ku bawa Al."
"Vano tenang, jika aku seperti ini bagaimana dengan istri dan menantu mu, kau harus lebih tenang, ingat kata kata ku Dylan tidak berada di dalam sana." Ucap Alvaro.
__ADS_1