
Beberapa minggu telah berlalu, Risky, Dylan beserta istri mereka sudah ke dokter kandungan dan para suami benar-benar harus berpuasa beberapa bulan. Bagi Alana dan Lia ini kabar yang sangat gembira, karena akhirnya mereka berdua bisa beristirahat dari olahraga malam. Berbeda dengan Dylan dan Rizky yang seperti tidak memiliki nyawa, satu minggu bagi mereka sudah sangat berat, kini mereka harus berpuasa beberapa bulan itu benar-benar sangat berat.
"Aku sangat tidak bersemangat." Ucap Rizky yang menjatuhkan diri nya dengan kasar ke atas sofa.
"Kau kira kau saja, aku juga begitu, beberapa bulan Rizky. Apa aku harus berolahraga lima jari lagi." Ujar Dylan.
"Itu sudah pasti, aku juga hanya bisa mencium tanpa merasakan nya."
"Sudah lah ini demi anak kita, kita tidak boleh mengeluh. Biarkan istri kita beristirahat." Ucap Dylan.
"Kalian seharusnya bersyukur istri kalian sudah hamil, bagaimana dengan ku istri ku belum ada tanda-tanda kehamilan." Ujar Verrel dengan sangat lemas.
"Iya Verrel, kau sudah melepaskan nya bukan, kata mu dulu kau sedang menunda mempunyai anak." Tanya Rizky.
"Benar aku sudah melepas nya, bersamaan dengan pernikahan mu dulu, tapi istri mu sudah hamil dan istri ku belum. Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan nya tapi istri ku terlihat sangat sedih, dia terus merasa bersalah."
"Sudah arti nya, kau harus berusaha lebih keras lagi Verrel, percaya lah istri mu pasti cepat hamil." Kata Dylan.
"Semoga saja, kami juga sudah bekerja keras." Ucap Verrel sambil memejamkan mata nya.
Verrel berjalan menuju kamar nya dengan sangat lemas, Rizky dan Dylan terus saja membahas tentang kehamilan istri mereka sedangkan Verrel tidak tau apa-apa tentang kehamilan jadi ia memilih masuk ke dalam kamar nya.
"Ada apa sayang." Tanya Akifa.
"Tidak ada, aku hanya sedikit lemas saja." Jawab Verrel.
__ADS_1
"Apa kamu sedih karena aku belum hamil juga." Tanya Akifa.
"Tidak sayang, aku tidak sedih. Begini saja kita masih mempunyai waktu sampai beberapa bulan, kalau kamu juga tidak hamil kita akan periksa dan program bayi tabung."
"Kalau aku tidak sempurna bagaimana sayang." Tanya Akifa.
"Tidak mungkin, kamu wanita yang sempurna." Jawab Verrel sambil menarik Akifa ke dalam pelukan nya.
"Sayang." Teriak Alana.
"Iya ada apa, kamu kenapa." Tanya Rizky.
"Aku ingin buah belimbing, kamu tau buah belimbing." Tanya Alana.
"Tidak tau, bagaimana bentuk nya."
"Iya iya, aku akan meminta Verrel untuk menemani ku."
Rizky berjalan mendekati kamar Verrel dan langsung mengetuk kamar itu.
"Verrel." Panggil Rizky.
"Sayang Rizky memanggil ku, kamu dandan yang cantik dan pakai pakaian yang seksi, aku akan menebarkan benih lagi malam ini." Verrel mencium kening Akifa dan pergi menemui Rizky.
"Ada apa." Tanya Verrel.
__ADS_1
"Temani aku mencari buah belimbing." Jawab Rizky.
"Tidak mau panas, aku malas keluar rumah." Tolak Verrel.
"Verrel, ini demi adik kesayangan mu, kau rela adik mu seharian menangis karena tidak bisa memakan makanan yang ia inginkan." Ucap Rizky.
"Ah demi Alana aku mau menemani mu, kau yang membuat nya seperti ini, tapi aku juga yang sibuk."
"Sudah ayo." Rizky menarik Verrel secara paksa.
"Aku yang menyetir." Tanya Verrel.
"Aku tidak tau buah nya seperti apa, aku akan mencari di google. Jadi kau yang menyetir dulu." Jawab Rizky.
"Ya ya ya, aku yang akan menyetir nya." Ucap Verrel.
"Kita kemana Rizky." Tanya Verrel.
"Kita ke pedesaan, pasti di sana banyak buah-buah aneh." Jawab Rizky.
Verrel langsung membawa mobil itu kepedesan terdekat, setelah 30 menit berlalu mereka sudah sampai di pedesaan terdekat. Mobil mereka tidak bisa masuk lebih dalam di pedesaan itu dan terpaksa mereka berdua harus turun dari mobil.
"Rizky ini semua karena mu." Ucap Verrel.
"Hahaha demi adik mu dan demi aku Verrel." Kata Rizky.
__ADS_1
Verrel mengambil kaca mata hitam nya dan keluar dari mobil bersama dengan Rizky. Mereka berdua masuk ke dalam desa itu untuk mencari buah belimbing yang diinginkan Alana.
"Wah ada dua pangeran tampan yang tersesat." Ucap salah satu wanita yang ada di desa itu.