Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 148 S4


__ADS_3

"Kau kenapa," tanya Karla.


"Eh Karla, kau membuat ku terkejut, tidak papa aku baik-baik saja," jawab Rian.


"Dimana adik mu, ayo kita makan," ucap Karla.


"Seperti nya dia masih tidur, aku akan membangunkan nya, kalian makan lah dulu, nanti kami menyusul," kata Rian.


"Oh baiklah, kami makan di restoran ujung sana, aku tunggu jangan menghilang," ucap Karla dan pergi meninggalkan Rian.


"Karla coba bercermin lah, jika aku yang mengatakan nya langsung tidak sopan, tapi jika aku biarkan kau akan malu," ucap Rian.


"Iya Terima kasih, aku akan bercermin," kata Karla.


"Suami mu ternyata seganas itu Karla, hahaha untuk aku mengingatkan mu," batin Rian sambil berjalan masuk ke dalam penginapan nya.


"Ahkkk sayang, kamu membuat ku malu, kenapa aku tidak sadar," ucap Karla saat melihat tanda merah yang cukup banyak di leher sampai ke bagian bawah.


Karla menutupi tanda merah itu dengan menggunakan make up dan syal, Kebetulan juga cuaca lagi Dingin-dingin nya. Setelah semua nya tertutup Karla langsung menyusul suaminya yang sudah ada di restoran.


"Sayang kamu lama sekali, itu apa di leher mu," tanya Kenzi.


"Kamu lupa, apa yang kamu buat di sini, leher ku penuh dengan tanda kepemilikan dari mu, aku harus menutup nya," jawab Karla.


"Hahaha maafkan aku sayang, maafkan aku tapi ask sangat suka membuat nya," kata Kenzi.


"Kamu sudah pesan belum, aku ingin makan seafood," ucap Karla.


"Sudah sayang, aku sudah memesan semua nya," kata Kenzi.

__ADS_1


Tak lama makanan yang Kenzi pesan pun datang, di ikuti Rian dan Vivi yang juga baru bergabung.


"Ayo makan," ucap Kenzi.


"Iya tuan, Terima kasih," kata Rian.


"Kenzi apa kau sudah gila, kau cemburu dengan orang yang memanggil mu tuan. Kau ada-ada saja, mana mungkin dia berani merebut Karla," batin Kenzi.


"Jangan memanggil ku tuan, kita seumuran panggil saja Kenzi."


"Iya Kenzi, oh iya kalian kapan kembali pulang," tanya Rian.


"Kau mengusir ku Rian, kau ingin cepat-cepat terbebas dari tugas," tanya Karla.


"Eh bukan begitu Karla, aku juga di minta ke kota oleh tuan Verrel, lusa aku sudah harus di sana," jawab Rian.


"Jadi, kami akan pulang besok, kalian berdua ikut dengan kamu saja," jawab Kenzi.


"Sayang kita pulang pakai mobil siapa jika bukan mobil nya Rian, jadi kita yang menumpang oleh nya," ucap Karla.


"Oh iya aku lupa, hehehe maaf, boleh kamu ikut mobil kalian," tanya Kenzi.


"Dengan senang hati," jawab Rian.


Setelah selesai makan, mereka berempat menghabiskan waktu malam bersama-sama, menatap bintang-bintang yang indah dengan suara deburan ombak yang memecahkan kesunyian malam.


"Sayang aku sangat mencintaimu," bisik Kenzi.


"Aku tau, kamu pasti memiliki niat tersendiri," kata Karla.

__ADS_1


"Rian kenapa kau terlihat sangat sedih," tanya Kenzi.


"Tidak papa, aku hanya teringat dengan istri dan anak ku," jawab Rian.


"Istri dan anak nya sudah tidak ada," bisik Karla pada Kenzi.


"Rian kau lihat ribuan bintang itu, mungkin mereka berdua salah satu dari bintang itu, jika kau merindukan mereka terus tetap bintang-bintang di langit dan percayalah mereka sedang tersenyum pada mu."


Ucapan Kenzi memecah tangisan Rian, ia tidak pernah sampai semenyediakan ini sebelum nya. Semua permasalahan nya membuat Rian ingat akan mantan istri dan anak nya.


"Kak," ucap Vivi sambil memeluk kakak nya.


"Aku tidak papa, maafkan aku," kata Rian.


"Tubuhmu jujur. Saat kamu mengalami sakit fisik, kamu menangis. Tapi hati itu pembohong. Itu tetap diam bahkan saat sakit. Kemudian, saat kamu tidur, kau akhirnya menangis dan merengek seperti anjing." ujar Kenzi.


"it's okay to not be okay. Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja." ucap Karla.


"Aku tidak ingin merusak kebahagiaan kalian semua dengan kesedihan ku yang tidak penting ini," kata Rian.


"Jika kau ingin membuat orang di sekitar diri mu bahagia, kau harus menemukan kebahagiaan diri mu sendiri terlebih dahulu. Menjadi egois tidak selalu berarti buruk. Cobalah untuk hanya memikirkan kebahagiaan mu ketika keadaan terlalu membuat stres. Terkadang tidak apa-apa melakukan itu." ucap Kenzi.


"Aku benar-benar tidak papa, aku baik-baik saja, aku hanya sedikit cengeng, sudah jangan pikirkan aku, aku akan mencoba melupakan masalah ini" kata Rian.


"Jangan lupakan semua itu. Ingat semuanya dan atasi."


"Aku di minta untuk menikah lagi oleh tuan Verrel, aku ingin menolak nya karena aku sedang dekat dengan seseorang wanita. Tapi aku tidak bisa menolak permintaan tuan Verrel, hal tersebut sedikit membuat ku goyang," ucap Rian.


"Rian katakan tidak jika tidak suka dan katakan iya juga kau suka, jangan menerima nya secara mentah, daddy ku pasti bisa menerima keputusan mu," kata Kenzi.

__ADS_1


__ADS_2