
"Sayang, Vano.." Anggi menangis dalam diam, suara nya tak mampu untuk keluar lagi. Kaki nya terasa sangat lemas, ia terjatuh di atas tubuh Vano dan memeluk nya dengan erat.
"Sayang, kamu pergi meninggalkan ku, mana janji kamu yang ingin menikah dengan ku. Sayang bangun sayang." teriak Anggi yang masih memeluk Vano.
"Vano, bangun kau bangun van." teriak Alvaro ia tidak menyangka jika Vano pergi secepat itu. Jihan sudah pingsan di dalam pelukan Kevin, anak semata wayang mereka pergi secepat ini.
"Sayang, bangun sayang. Jangan tinggal kan aku." Anggi mengusap wajah Vano.
Anggi memandang ruangan di sekeliling nya, ruangan itu terasa semakin terang hingga ia tidak bisa melihat lagi dan tiba-tiba...
"Vano." teriak Anggi yang terbangun dari mimpinya.
Semua kejadian buruk tadi hanya lah sebuah mimpi belaka. Vano tidak benar-benar meninggalkannya, malahan Vano sudah sadar dari tidur nya. Ia terkejut saat tiba-tiba Anggi terbangun dari tidur nya dengan menyebut nama nya.
"Sayang, kami kenapa." tanya Vano.
Anggi langsung memeluk Vano dengan erat, air mata nya kembali terjatuh, ia menangis sambil meminta maaf karena apa yang telah terjadi pada Vano.
"Sayang, maaf kan aku. Ini kesalahan ku." ucap Anggi.
"Aku terlalu bodoh, aku egois, aku tidak memikirkan semua nya. Karena aku kamu seperti ini."
Vano tersenyum saat melihat Anggi yang memeluk nya dengan erat. Apalagi Anggi meminta maaf pada nya, padahal diri nya lah yang sebenarnya ingin meminta maaf pada Anggi. Ia merasa semua ini adalah kesalahan nya dan tidak pernah terpikir oleh nya untuk mengalahkan Anggi.
"Ssssstttt.. Kamu tidak salah. Aku yang salah, maaf kan aku yang menyakiti hati mu." Vano memegang wajah Anggi.
"Kamu tidak marah kepada ku." tanya Anggi.
"Tidak aku tidak akan bisa marah pada mu sayang. Tapi kamu sudah memutuskan ku. Jadi pertunangan kita batal kan." kata Vano.
__ADS_1
Anggi mengangkat tangan nya, dan menunjukan jari nya yang telah terpasang cincin dari Vano.
"Kamu memakainya." tanya Vano yang terkejut saat melihat cincin yang ia beli berada di tangan Anggi.
"Iya, aku tidak akan pernah meninggalkan mu." jawab Anggi.
"Kamu menerima lamaran ku." tanya Vano.
"Iya sayang, aku ingin hidup bersama mu." jawab Anggi.
"Tapi bagaimana dengan foto itu, kamu percaya pada ku kalau itu bukan aku." tanya Vano.
"Aku percaya kamu, sebuah hubungan yang baik perlu kepercayaan yang baik juga. Aku yakin itu bukan kamu, karena ini hanya milik ku." Anggi menunjuk junior Vano.
"Terimakasih sayang." Vano menarik tangan Anggi dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Kamu berniat menggoda ku." bisik Vano.
"Iya sayang, setelah aku keluar dari rumah sakit kita akan langsung menikah, oh iya kenapa tadi kamu berteriak nama ku?"
"Aku mimpi buruk, aku mimpi kamu pergi meninggalkan ku."
"Hahaha aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang, aku baru merasakan surga dunia 3 kali. Aku tidak akan pergi secepat itu." Vano mencium pipi Anggi.
Tak lama Alvaro dan yang lainnya masuk kedalam ruangan itu. Dengan membawa berbagi macam makanan dan keperluan Vano dan Anggi. Papah Anggi tidak bisa datang menjenguk karena papah Anggi sedang berada di dalam perjalanan bisnis yang sangat mendadak. Tetapi sebelum pergi Kevin dan papah Anggi telah bertemu untuk membicarakan tentang pernikahan anak mereka.
Mereka berdua memutuskan untuk langsung menikah kan Anggi dan Vano setelah Vano pulih, Kevin meminta waktu secepat mungkin karena takut Anggi akan hamil duluan.
"Kau membuat ku khawatir." ucap Alvaro dengan mengetuk tubuh Vano.
__ADS_1
"Hahaha kau takut kehilangan ku." tanya Vano.
"Bukan begitu kau masih punya hutang dengan ku." jawab Alvaro.
"Dasar kau al, aku tidak akan membayarnya." kata Vano.
"Kau membuat mamah khawatir." ucap Jihan sambil mencubit wajah Vano.
"Maaf mah. Jika aku tidak ada. Kan papah bisa membuat lagi." ujar Vano.
Kevin mendekati Vano dan membisikkan suatu hal pada nya.
"Kau benar boy, kenapa kau tidak mati saja."
Vano memicing kan mata nya saat mendengar kan bisikan dari Kevin.
"Bercanda boy, kau tidak perlu mati untuk menciptakan manusia seperti mu lagi."
"Oh iya, berjuang lah untuk sembuh, papah sudah menyiapkan pernikahan kalian berdua." bisik Kevin.
"Serius pah." tanya Kevin.
"Iya boy, papah sudah bertemu dengan orang tua Anggi, dan papah meminta agar di percepat. Kau sudah membobol Anggi, jika dia hamil akan gawat."
"Hehehe terimakasih pah, kau segala nya untuk ku."
"Apa yang kalian berdua katakan." tanya Jihan.
"Tidak ada mah, papah hanya meminta maaf pada ku." jawab Vano.
__ADS_1
"Kau ya, senang sekali membuat papah mu naik pitam." kata Kevin.