Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 158 S4


__ADS_3

"Meninggal, adik mu meninggal," tanya Rian.


"Iya dia meninggal saat lahir, kenapa kau terkejut begitu?"


"Tidak papa, sudah ayo kita pulang. Sebentar lagi tuan Verrel akan pulang, kita sudah harus ada di rumah," kata Rian.


...****...


Saat ini Kenzo dan Kenzi sedang bersama, mereka berdua pulang lebih cepat karena mereka ingin melihat rumah yang akan mereka tinggalin. Mereka berdua sudah membicarakan masalah ini pada Verrel dan Akifa dan ke dua orang tua mereka setuju akan rencana ini.


"Aku rasa rumah kita tidak usah yang terlalu besar, cukup tiga lantai yang paling tinggi. Yang terpenting semua fasilitas lengkap," kata Kenzi.


"Iya kau benar, semoga saja ada rumah yang sesuai dengan keinginan kita."


"Apa masih jauh lagi Kenzo, aku tidak mau rumah kita terlalu jauh dari rumah daddy dan mommy," tanya Kenzi.


"Tidak, sudah dekat. Sabarlah sedikit," jawab Kenzo.


Sesampainya di rumah yang Kenzo maksud, mereka berdua di sambut oleh pemilik rumah itu. Pemilik rumah itu langsung membawa mereka berdua berkeliling untuk melihat-lihat.


"Wow ada kolam ikan nya," ucap Kenzo.


"Pak apa bisa di isi ikan yang bisa di masak," tanya Kenzi.


"Bisa tuan, saya saran kan di isi ikam mas atau ikan mujair, kolam ini tidak akan terlihat kotor."


"Pak saya ingin sebelum saya pindah ke rumah ini, saya ingin sudah ada ikan yang bapak katakan tadi," kata Kenzi.


"Baik tuan, di sana ada Kebun kecil yang sudah di tanami oleh sayuran, jika ada waktu luang anda bisa berkebun di sana."


"Kenapa malah aku berpikir ingin bercinta di sana ya, pasti sangat menyenangkan dan seru," batin Kenzo.


Mereka masuk ke dalam rumah. Kenzo sangat suka dengan interior rumah ini yang bergaya klasik modern. Rumah ini terlihat sangat berkelas dan mewah. Mata Kenzi tertuju pada ruang gym yang terletak di samping kolam renang, otak kotor nya dengan mudah mulai bereaksi.


"Jika aku bercinta di sana, pasti sangat keren. Setelah ngegym aku bisa langsung bercocok tanam, keringat yang membasahi tubuh ku akan membuat tubuh ku terlihat sangat seksi," batin Kenzi.


"Hey kita baru saja melihat-lihat rumah ini dan kau sudah terkena gangguan," ucap Kenzo yang melihat Kenzi tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Pak apa rumah ini bisa langsung kami tingali," tanya Kenzi.


"Bisa tuan, semua nya sudah lengkap dan sangat bersih karena setiap hari ada pembantu yang membersihkan rumah ini."


"Kenzo kita langsung pindah saja ya," kata Kenzi.


"Iya Iya aku aku juga setuju," ucap Kenzo.


Kenzo berpikir jika ia cepat pindah di rumah ini, fanatis nya tadi dapat terwujud, apalagi saat ini mereka belum memiliki pembantu.


"Kita langsung menjemput istri kita," tanya Kenzi.


"Iya, baik pak kami ambil rumah ini. Untuk pelunasan daddy saya yang akan membayarnya," ucap Kenzo.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi setiap kamar sudah ada kunci nya dan untuk kunci rumah sudah menggantung di sana."


"Baik pak," ucap Kenzi.


Kenzo dan Kenzi langsung pulang ke rumah. Mereka sudah tidak sabar mengwujudkan fantasi yang mereka pikirkan tadi. Di Rumah mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing untuk menyampaikan niat mereka pada istri tercinta.


"Wow sayang, itu kamu semakin besar saja," kata Kenzo.


"Tidak papa sayang, aku jadi lebih ganas dan aku juga suka."


"Mas kamu kenapa pulang jam segini, kamu lupa jika kita akan memeriksakan kehamilan ku," tanya Sonia.


"Oh iya sayang aku lupa, maafkan aku ya. Besok aku akan berangkat terlambat, kita ke rumah sakit dulu Untuk saat ini ayo masukan barang-barang mu ke dalam koper kita akan segera pindah."


"Pindah mas, jadi yang kamu katakan tadi pagi benar. Kamu mau pindah," tanya Sonia.


"Iya sayang, kita mau pindah. Bukan hanya aku dan kamu, tapi Kenzi dan Karla. Sudah ayo cepat kemasi barang-barang kita, yang perlu saja," jawab Kenzo.


"Iya sayang, kamu bersemangat sekali," kata Sonia.


Berbeda dengan Sonia yang terkejut jika mereka akan pindah sekarang. Karla istri dari Kensi malah sangat senang. Di rumah ini Karla memeng kurang memiliki privasi, karena memang terlalu banyak orang di rumah ini. Ia yakin di rumah baru nya Karla lebih merasa aman dan tenang. Apalagi di saja hanya ada Sonia orang yang sangat dekat nya.


"Sayang, kamu pernah berpikir untuk bercinta di tampan lain selain di atas ranjang," tanya Kenzi.

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu memikirkan hal selain di atas ranjang?"


"Hmmm tidak, aku tidak mungkin memikirkan selain itu," elak Kenzi.


"Aku tidak mau aneh-aneh ya sayang, sudah cukup di atas kasur."


Setelah selesai berkemas-kemas Kenzi serta istri nya keluar dari kamar, mereka berdua hanya membawa barang yang penting saja. Begitu juga dengan Kenzo yang juga sudah selesai berkemas.


"Sudah siap," tanya Kenzi.


"Sudah ayo kita pergi, nanti aku akan menghubungi daddy kalau kita sudah pindah," jawab Kenzo.


"Ayo kita pergi, istri ku sudah tidak sabar di rumah baru," kata Kenzi.


Saat sedang memasukan barang-barang mereka, Verrel dan yang lainnya baru saja pulang ke rumah. Mereka terkejut Kenzi dan Kenzo memasukan barang-barang mereka ke dalam mobil.


"Kalian mau kemana," tanya Verrel.


"Kami langsung ingin pindah dad," jawab Kenzi.


"Oh langsung ya, ya sudah pergi sana. Jangan kembali lagi."


"Daddy sangat jahat," ucap Kenzo.


"Hahaha aku hanya bercanda."


"Kalian mah pergi meninggalkan ku," ucap Vero.


"Paman tersayang ku mau ikut," tanya Kenzo.


"Tidak mau, aku suka di sini, bye bye," jawab Vero dan pergi meninggalkan mereka.


"Aneh," kata Kenzi.


"Ya sudah kami pergi dad, keburu malam," ucap Kenzo.


"Iya hati-hati, kami akan berkunjung," kata Verrel.

__ADS_1


"Untung saya paman tidak ikut, jika ikut aku tidak akan bisa melakukan apa yang aku pikirkan tadi," batin Kenzi dan Kenzo.


__ADS_2