Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 203 S3


__ADS_3

"Oww jadi kamu benar-benar mencintaimu ku." Tanya Alana.


"Kemarilah." Ucap Rizky.


Alana berjalan mendekati Rizky dan duduk di pangkuan nya sesuai dengan keinginan suaminya.


"Sekarang aku tanya kamu, apa kamu rela memberikan kesucian mu pada laki-laki yang tidak kamu cintai." Tanya Rizky.


"Tidak, mana mungkin aku mau melakukan nya." Jawab Alana.


"Bukan nya malam tadi kamu menyerah kan tubuh mu pada ku, kita sama-sama ingin melakukan nya, maksud ku aku juga tidak akan melakukan hal itu jika aku tidak memiliki perasaan lebih pada mu. Dan begitu juga dengan mu, kamu sudah menyerah kan tubuh mu pada ku arti nya kamu memiliki perasaan pada ku." Kata Rizky.


"Kamu benar, malam tadi tubuh dan perasaan ku sama sekali tidak menolak mu, bahkan hati ku terasa sangat senang bisa memberi kan hak istimewa pada mu, seperti nya aku sudah mulai mencintaimu." Ucap Alana.


"Cup." Rizky mengecup bibir Alana.


"Bagaimana, apa hati mu senang." Tanya Rizky.


"Tidak biasa saja." Jawab Alana.


"Kamu terlihat sangat cantik Alana, aku sangat beruntung menikah dengan mu." Ucap Rizky..


"Apa aku benar-benar sangat cantik." Tanya Alana.


"Sangat cantik apalagi saat sedang, Ahhh pak, ahhh pelan." Rizky menirukan suara Alana.


"Sayang." Alana menutup wajah nya karena sangat malu.


"Sama seperti suara mu tadi malam bukan, atau tadi pagi."


"Aku tidak tau." Ucap Alana.

__ADS_1


"Nanti malam lagi kita akan bertempur, aku ingin segera mempunyai anak." Kata Rizky.


"Aku juga, aku ingin anak perempuan." Ucap Alana.


"Tadi kamu bilang, ada kekacauan apa." Tanya Rizky.


"Kakak mu mengamuk, ada karyawan yang menggoda kakak ipar, tentu saja kak Verrel marah besar dan menghabisi pria itu. Untung saja kita sudah menikah karena peraturan di perketat terutama menjaga jarak pada lawan jenis."


"Verrel mengamuk, kamu tau dia pernah mematahkan 4 kaki orang sekaligus karena menghina orang tua nya. Verrel sangat jago dalam bela diri dan dia tidak takut pada siapapun. Bahkan ayah nya saat ingin memisahkan nya kena imbas nya." Kata Rizky.


"Nah iya, jangan sekali pun membuat nya marah, dia benar-benar sangat menakutkan." Ucap Alana.


"Sudah sayang, perut ku keram." Akifa sudah sangat lemas.


"Sudah, bahkan aku belum mengeluarkan apapun." Ucap Verrel yang sama sekali belum merasa puas.


Sore hari telah tiba, Rizky sudah berjanjian dengan Verrel untuk pulang bersama. Ia dan Alana menunggu Verrel di depan meja resepsionis.


"Apalagi jika bukan ulah kakak mu, lihat lah dia menggunakan pakaian Verrel, aku yakin mereka berdua habis melakukan nya berjam-jam." Kata Rizky.


"Ayo cepat." Ucap Verrel.


"Kau terlalu lama, kami sudah berjamur menunggu mu." Kata Rizky.


"Sudah jangan banyak bicara." Ucap Verrel dan langsung membawa istri nya yang sedang tertidur ke dalam mobil..


"Air." Ucap Lia.


Perlahan ia membuka mata nya, dan melihat bahwa atap rumah nya bocor karena di luar sedang hujan deras.


"Mas bangun bocor." Ucap Lia.

__ADS_1


"Deg." Tangan nya tidak sengaja menyentuh milik Dylan yang sedang bangun tanpa sebab.


"Eh." Ucap Lia sambil melihat nya.


"Pantas sangat sakit, sebesar itu jika bangun." Batin Lia.


"Sayang, kamu sedang apa." Dylan menarik Lia ke dalam pelukan nya.


"Tidak ada, mas kamar ku bocor." Ucap Lia.


"Bocor." Dylan langsung membuka mata nya.


"Iya mas, sebaiknya kita cepat pulang."


"Jika kita keluar, akan basah sayang, di luar sedang hujan deras." Kata Dylan.


"Lagi pula tidur di bawa air yang menetes itu sangat menyenangkan." Ucap Dylan.


"Kamu mau kemana." Tanya Lia.


"Sebentar, aku akan membuat suasana lebih romantis." Jawab Dylan.


"Hey kenapa kau bangun, tidur dulu aku sedang tidak membutuhkan mu." Ucap Dylan.


Dylan kembali dengan mengambil sapu, lalu dia naik ke atas ranjang dan memperbesar atap yang bocor, sampai air masuk lebih deras dan banyak.


"Sayang kenapa kamu perbesar." Tanya Lia.


"Lihat lah tubuh mu sangat indah ketika terkena tetesan air mengalir." Jawab Dylan.


Dylan membuang sapu itu dan ikut berbaring di samping istri nya.

__ADS_1


__ADS_2