Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Ektra part 3


__ADS_3

"Aku tidak akan menggendong mu lagi." ucap Alvaro dan kembali memberikan Verrel pada Bunda nya.


Angel hanya bisa tertawa saat melihat momen ini, ia merasa Alvaro dan Verrel akan selalu seperti ini sampai Verrel dewasa nanti. Sedangkan Alvaro berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah bersih Alvaro naik ke atas ranjang untuk tidur dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja. Ia malas masuk ke dalam ruang ganti, pakaian dalam yang ia pakai tadi pun karena berada di kamar mandi jika tidak mungkin ia akan tidak memakai apa-apa. Ia tidak menyentuh anak nya dan memilih untuk membohongi Verrel yang sudah bersih dan wangi.


"Ayah mu marah sayang, biar saja ada bunda yang selalu memeluk mu." ucap Angel.


"Kenapa aku tidak bisa lama-lama marah pada nya, apa Karena dia berasal dari junior ku." batin Alvaro.


Alvaro membalik badannya, ia membawa Verrel ke dekat nya, untuk memeluk putra nya itu.


"Mana mungkin kamu bisa marah pada bayi setampan itu." Batin Vino.


Hari berganti minggu dan minggu telah berganti bulan. Kini Verrel sudah lebih aktif dan mulai bisa di ajak berkomunikasi. Itu membuat semua orang suka pada nya, termasuk Angel yang perhatian nya jauh lebih besar ke Verrel. Bagaimana dengan Alvaro seperti biasa nya diri nya sangat lah cemburu.


Bahakan hari ini Alvaro tidak pulang dari kantor karena kesal dengan Angel yang sampai sekarang sangat cuek pada nya, tanpa di bujuk Alvaro pulang sendiri karena merasa sangat merindukan putra nya.


Sesampainya di rumah, Alvaro langsung menggendong Verrel dan mengajak nya berbicara, senyuman manis dari bibir Verrel membuat Alvaro senang sekali.


"Ayah merindukan mu." Alvaro mencium wajah Verrel.

__ADS_1


"Kamu semakin tampan saja, coba lah sedikit saja jelek. Apa tidak bisa."


"Jangan menangis, anak laki-laki itu tidak boleh menangis." Ucap Alvaro.


Verrel tertawa melihat Ayah nya, itu membuat Alvaro semakin gemas dan kembali mencium wajah anak nya.


Alvaro membawa Verrel mendekati Angel yang sedang menyiapkan pakaian suaminya. "Awas kamu sayang, malam ini kita bergadang." batin Alvaro.


"Bunda Verrel datang." Ucap Alvaro.


"Dari mana saja kamu semalam, kenapa tidak pulang." Tanya Angel.


"Sayang, tadi malam anak mu menangis, seperti nya dia tidak bisa jauh dari mu." ucap Angel.


"Apa itu benar, kamu mencari ayah." tanya Alvaro.


"Iya benar, aku sudah menenangkan nya tapi dia tidak mau diam. Aku dengarkan suara mu dari rekaman video, dan dia tenang dan tidur." jawab Angel.


"Ayah menyayangi mu, maaf kan ayah." Alvaro sangat senang jika anak nya menganggap nya seorang ayah, ia pikir jika anak laki-laki tidak membutuhkan ayah dan pasti selalu bertengkar dengan ayah nya. Seperti diri nya dan Alex.


"Terus saja, cemburu dengan anak sendiri, kamu senang membuat nya sudah jadi kamu cemburu dengan anak kamu sendiri, kalau begitu tidak usah membuat nya lagi." Ucap Angel.

__ADS_1


"Sayang, aku menginginkan nya. Sudah berapa bulan aku menahan nya." kata Alvaro.


"Tapi aku takut, kata nya sakit sekali." ucap Angel.


"Tidak sayang, sekarang kamu tidur kan anak tercinta ku, setelah aku keluar dari kamar mandi anak ku harus sudah tidur ya." kata Alvaro.


Seperti yang di harapkan Alvaro, Saat diri nya keluar dari kamar mandi, Verrel sudah berada di tempat tidur nya. Sedangkan Angel sudah siap berada di atas kasur.


Tanpa aba-aba Alvaro langsung berlari naik ke atas kasur.


"Sayang sakit." ucap Angel.


"Hehehe. Kamu siap." Tanya Alvaro.


Alvaro mencium bibir Angel dengan lembut dan tangan nya mulai beraksi.


"Sakit sekali." ucap Angel.


"Tahan, sebentar." Alvaro melakukan nya dengan lembut dan perlahan.


Skip ya.. 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2