
Alex tertidur di atas paha Agnes. Kini Alex yang terkenal kasar, kejam dan tidak memiliki perasaan jatuh menjadi orang yang sangat lemah. Alex berada di titik terendah dalam hidup nya, raga Alex memang berada di dekat Agnes namun jiwa nya terasa sangat jauh. Agnes sama sekali tidak bisa merasakan apa yang Alex rasakan saat ini.
Agnes mencium dahi Alex dengan lembut, ia sangat merindukan senyuman dari bibir manis Alex, ia sangat merindukan Alex yang manja pada, ia sangat merindukan semuanya.
Perlahan Alex membuka mata nya, ia melihat sosok wanita cantik yang selalu bersama nya. Satu-satunya sosok yang dapat membuat hati nya sedikit tenang dan tentram.
"Kamu sudah bangun." tanya Agnes.
Alex tidak berkata apapun ia hanya menatap wajah Agnes dengan mengusapnya secara perlahan. Tanpa di sadari Agnes kembali menitihkan air mata nya, hati nya benar-benar sakit saat melihat orang yang sangat ia cintai seperti ini.
"Jangan menangis." ucap Alex sambil mengusap air mata di wajah Agnes.
"Tidak, aku tidak menangis." kata Agnes sambil berusaha tersenyum.
Kevin menghentikan mobil nya tepat di atas bukit, bukti yang menghadap langsung Kelautan lepas, mereka membuka mobil kemah itu agar bisa menyaksikan momen matahari terbenam.
Alex duduk di kursi yang di siap kan Agnes, ia menatap kearah lautan lepas yang membuat hati nya semakin tentram. Sedangkan yang lainnya sibuk menyiapkan makan malam, seperti nya mereka akan menginap di bukit ini.
Agnes duduk di samping Alex, mereka berdua menyaksikan momen sang surya terbenam.
"Kenapa mereka tidak seperti matahari, hilang untuk sesaat dan kembali lagu keesokan harinya." kata Alex.
__ADS_1
"Mereka siapa." tanya Agnes.
"Mereka yang telah meninggal kan ku." jawab Alex.
"Jika kamu di berikan kesempatan untuk berbuat sesuatu, apa yang ingin kamu lakukan." tanya Agnes.
"Aku ingin menggantikan posisi mamah, kenapa tidak aku saja yang berada di posisi itu, mamah tidak membiarkan ku mendekati nya, aku bodoh. Aku tidak pantas di sebut anaknya." ujar Alex.
Agnes memeluk Alex dengan sangat erat, ucapan yang di katakan Alex sangat menyentuh hati nya. Alex bukan terjebak di dalam masa lalu nya, tetapi rasa bersalah nya pada mamah nya.
"Karena kamu mempunyai anak yang akan memanggil mu dengan sebutan ayah, jika kamu tidak ada siapa yang menjadi ayah nya." ucap Agnes.
"Kenapa gelap sekali." ucap Alex.
Mereka lupa kalau saat ini tempat yang Alex takut kan adalah kegelapan, Agnes membawa Alex masuk kedalam mobil dan menyalahkan semua lampu yang ada. Agnes tidur di paha Alex, ia, membuka HP nya dan menunjukkan foto-foto nya bersama Alex dulu, foto dengan sejuta kebahagiaan.
"Kamu tidak bisa tersenyum seperti ini lagi." tanya Agnes.
Alex tersenyum kearah Agnes tetapi ntah kenapa senyuman itu palsu, ia tidak merasakan kalau Alex benar-benar tersenyum pada nya.
Hari semakin larut, mereka semua sudah tertidur dengan sangat lelap, kecuali Alex yang seperti nya mimpi buruk terlihat dari ekspresi wajah nya.
__ADS_1
"Gelap, sayang-sayang di mana kamu." ucap Alex sambil menutup wajahnya karena ia benar-benar sangat takut.
"Sayang, Alex sayang." ucap seseorang yang suara nya tidak asing menurut Alex.
"Mamah." ucap Alex dan langsung membuka mata nya, tetapi ia tidak melihat apapun hanya kegelapan.
"Berhenti menyalahkan diri mu, ini semua sudah takdir sayang, kita tidak bisa menolak dan menghindari takdir. Bangkit sayang ada wanita cantik dan seorang anak yang membutuhkan mu..
"Mah..." teriak Alex.
Perlahan gelap nya tempat itu berubah menjadi sangat terang, Alex melihat wajah kedua orang tua nya tersenyum pada nya yang membuat hati Alex menjadi lebih baik.
Alex membuka mata nya, ia melihat wajah Agnes yang tenga tertidur sangat pulas.
"Ada apa dengan ku, kenapa aku seperti ini." batin Alex.
Ia melihat ke arah jam yang hampir pagi, Alex keluar dari mobil itu dan duduk di atas kursi sambil menunggu matahari terbit. Alex merasa perasaan nya sudah sangat baik, rasa takut yang selama ini menghantui nya ntah hilang kemana, senyuman kedua orang tua nya terukir di dalam otak nya.
Agnes sangat terkejut saat tidak melihat Alex berasa di dekat nya, Agnes membangun kan Kevin dan Jihan untuk mencari Alex.
Mereka semua keluar dari mobil, dan betapa terkejut nya mereka saat melihat Alex sudah penuh dengan darah.
__ADS_1