
"Tidak al, aku ingin melihat perjuangan nya, apa benar dia sudah menyadari kesalahannya, aku tidak ingin tersakiti untuk yang ke dua kali nya." Ucap Akifa.
"Sudah jangan di bawa sedih, ayo kita mencari obat untuk nya, kasihan dia pasti dia sangat lelah masih sakit sudah harus mencari mu."
Verrel benar merasakan sakit hati yang teramat dalam, diri nya sedang sakit tapi ia melihat istri nya sedang pergi bersama pria lain, untuk marah pada Akifa juga tidak mungkin, Akifa saja sedang marah pada nya.
"Halo yah." Ucap Verrel.
"Iya ada apa, kau sudah bersama istri mu kan." Tanya Alvaro.
"Hmmm sudah yah, hiks.. hiks.. hiks.." Verrel kembali menangis.
"Hey kau kenapa, tunggu sebentar ayah video call saja." Ucap Alvaro.
Alvaro merubah panggilan itu menjadi panggilan Video call, melihat wajah Verrel yang pucat dan mata nya penuh dengan air mata membuat Alvaro tidak tega pada anak nya.
"Kau kenapa." Tanya Alvaro.
"Seperti nya aku tidak bisa melakukan mendapatkan Akifa kembali yah, Akifa sudah bersama pria lain, aku sedang sakit tapi tidak memperdulikan ku, dia malah pergi bersama pria lain. Hati ku sangat sakit yah, hiks.. hiks.. hiks.."
"Sangat sakit kan, bagaimana dengan perasaan Akifa saat kau menghina nya, saat kau mengatakan anak yang di kandung Akifa bukan anak mu. Sakit hati mu tidak ada apa-apa nya bila di bandingkan dengan yang Akifa rasakan."
"Aku tau yah, aku menyesal kalau begini rasa nya aku ingin mati saja yah, aku tidak sanggup." Ucap Verrel.
"Kau pikir dengan mati semua nya akan selesai, bagaimana dengan anak mu, Verrel bagaimana nasib anak mu. Berjuang Verrel, Akifa pasti kembali pada mu."
"Siap yah, aku pasti berjuang untuk nya." Verrel mengusap air mata nya.
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit berlalu Akifa kembali masuk ke dalam kamar, Verrel yang melihat itu langsung tersenyum dengan lebar, tetapi senyuman itu hilang seketika saat melihat Aldy yang ikut masuk ke dalam kamar.
"Sudah habis buburnya mas." Tanya Akifa.
"Sudah, kamu dari mana." Tanya Verrel.
"Membeli obat untuk mu." Jawab Akifa sambil menyiapkan obat yang akan Verrel minum.
Verrel kembali tersenyum saat mendengar jawaban dari Akifa, itu tanda nya jika Akifa masih memikirkan nya.
"Minum lah." Ucap Akifa.
"Terimakasih sayang." Kata Verrel.
"Akifa sudah kan, ayo kita pergi, mereka semua sudah menunggu kita." Ujar Aldy.
"Aku harus pergi, tidak akan lama." Kata Akifa.
"Aku sedang sakit kamu pergi dengan pria lain, kamu tidak memikirkan perasaan ku."
"Aku memikirkan mu, itu sebabnya aku membelikan mu obat, sekarang aku tanya pada mu saat kamu mengatakan aku berkhianat pada mu dan anak ini bukan anak mu, apa kamu memikirkan perasaan ku." Ucap Akifa.
"Maafkan aku sayang, aku salah, jangan hukum aku sayang." Verrel memeluk perut Akifa.
"Sudah aku sudah memaafkan mu, aku pergi bukan untuk bersenang-senang, aku ingin bertemu seseorang." Ucap Akifa.
"Jangan tinggal kan aku, hiks hiks hiks." Verrel semakin menangis dengan keras.
__ADS_1
"Hey kau laki-laki jangan cengeng." Ujar Aldy.
"Diam, aku tidak berbicara dengan mu." Ucap Verrel.
"Aku ingin pergi bersama istri mu, jangan halangi kami."
"Sayang jangan tinggalkan aku, aku mohon aku tidak mau kamu pergi." Rengek Verrel.
"Aldy, bagaimana kalau bertemu nya kita tunda, besok saja." Ucap Verrel.
"Dasar cengeng, sudah aku pergi dulu untuk mengatakan hal ini pada mereka."
Aldy langsung pergi meninggalkan rumah itu, ia pergi ke pantai untuk bertemu dengan istri nya.
"Sayang." Aldy memeluk Salsa.
"Dimana Akifa sayang." Tanya Salsa.
"Suami nya merengek tidak mau di tinggal kan nya, mungkin besok kita baru bisa bertamu dengan nya."
"Suami yang menghina nya itu, mana orang nya ingin aku plites." Ucap Salsa yang sangat kesal.
"Sabar sayang, seperti nya dia sudah sangat menyesal."
Sementara itu Verrel masih tidak mau melepaskan pelukan nya, ia masih memeluk Akifa agar tidak pergi meninggalkan nya.
"Seperti nya aku yang menyerah." Batin Akifa.
__ADS_1