Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 178 S4


__ADS_3

Para suami naik ke atas kolam renang untuk memakan masakan para istri. Nikmat mana yang mereka dusta kan, setelah berenang mereka langsung bisa menikmati makanan yang sangat enak.


"Jadi bagaimana dengan Alice Rakha," tanya Kenzi.


"Kalian bisa tidak usah membahas nya, menanyakan nya, dia sudah pergi ya sudah, berarti dia bukan jodoh ku," jawab Rakha.


"Kau kenapa jadi sensitif begini, kau datang bulan, datang bulan tidak boleh berenang," kata Kenzo.


"Hahaha kau ada-ada saja, keluar dari mana, dari burung," ujar Vero.


"Kita tidak ada rencana liburan gitu," tanya Axel.


"Tidak ada waktu," jawab Kenzi.


"Ya ya ya untuk saat ini tidak bisa," saut Kenzo.


Nadya kembali berjalan mendekati teman masak nya, chef yang membimbing nya sudah siap untuk membantu Nadya membuat masakan rumahan. Itu saat ini masakan rumahan lah yang sangat Nadya perlukan, ia sudah malas memakan masakan Rian yang notabene nya mantan nya sendiri.


Mata Zayn tidak lepas sedikit pun dari Nadya, kalau sampai saja Chef yang membimbing Nadya melakukan hal di luar batas ia akan mengacak-ngacak tempat ini.


"Nadya sampai kapan," tanya Zayn.


"Berapa lama lagi chef," tanya Nadya.


"Setelah ini juga selesai, anda bisa kembali lagi lusa," jawab Dika.


"Sekitar 35 menit lagi, tinggu lah sebenar lagi," kata Nadya.


Setelah selesai Nadya dan Zayn langsung meninggalkan tempat memasak itu. Nadya belum sempat memakan masakan nya bersama chef karena Zayn langsung menariknya pergi dari sana, ia tau jika saat ini Zayn sudah sangat cemburu.


"Zayn kita di minta ke rumah ayah," kata Nadya.


"Hmmm ayah, ayah siapa lagi," tanya Zayn.


"Ya ayah ku lah, aku masih punya ayah," jawab Nadya.


"Oh iya iya, aku tidak tau rumah nya, beri tau aku jalan nya," kata Zayn.


"Hmmm iya."


"Siapa yang mengirim pesan, kenapa tertawa begitu," tanya Zayn.


"Ini Chef tadi, kata nya makanan ku asin, mungkin aku salah memasukkan bumbu," jawab Nadya.


Zayn mengambil handphone itu, ia memasukan handphone itu ke dalam saku nya.


"Zayn jangan begini," ucap Nadya.


"Jangan begini bagaimana," tanya Zayn.


"Itu handphone ku," jawab Nadya.

__ADS_1


"Kau sedang bersama ku, dan kau malah berhubungan dengan chef itu. Apa tidak cukup di kelas masak saja," kata Zayn.


"Kau kenapa si, kau sangat berlebihan," ucap Nadya.


"Oh jadi aku berlebihan, aku berlebihan." Zayn kembali mengambil handphone Nadya dan memberikan pada istri nya.


"Zayn kau marah," tanya Nadya.


Zayn tidak menjawab pertanyaan Nadya, ia melampiaskan kekesalan nya dengan menancap gas dengan kecepatan tinggi.


"Zayn kau mau mati," ucap Nadya.


"Diam! dimana rumah nya," tanya Zayn.


Sesampainya di rumah Aldy, Zayn meninggalkan Nadya begitu saja. Tidak ada hal romantis yang Nadya harapkan. Nadya yakin suami nya saat ini benar-benar sudah sangat marah.


"Siang yah," ucap Zayn.


"Zayn kau sudah datang, ini sayang menantu pilihan ku," kata Aldy.


"Selamat siang mah," ucap Zayn.


"Iya Zayn siang, menantu mu sangat tampan sayang."


"Mamah bisa saja, tapi aku memang tampan," ucap Zayn.


"Dimana istri mu Zayn," tanya Aldy.


"Aku di sini yah," kata Nadya.


"Kalian sedang marahan," tanya Aldy.


"Tu sedang marah," jawab Nadya.


"Kau kenapa Zayn, istri mu membuat masalah?"


"Kau Nadya apa yang kau lakukan, kenapa suami mu marah," tanya Aldy.


"Oh jadi gini menjadi menantu kesayangan, hahaha aku lebih di sayang dari anak nya," batin Zayn.


"Tidak ada yah, aku tidak melakukan apapun Dia saja yang ngambek kan," kata Nadya.


"Ada asap jika ada api nya sayang, sudah minta maaf pada suami mu, kau pasti sudah melakukan hal yang salah."


"Iya iya, maafkan aku, aku tidak akan melakukan nya lagi," ucap Nadya.


"Hmmmm," gumam Zayn.


"Sudah masuk lah ke kamar, pasti di dalam kamar semuanya akan lebih baik," kata Aldy.


"Kau sudah membuat cucu untuk ku kan," bisik Aldy.

__ADS_1


Zayn langsung menganggukkan kepala nya. Masalah cucu sedang proses produksi.


"Bagus, aku sudah ingin seorang cucu," kata Aldy.


Di dalam kamar Zayn masih marah pada Nadya. Ia marah karena masih menginginkan sesuatu dari Nadya, mungkin dengan marah ia bisa mendapatkan hal yang mau.


"Zayn kau masih marah pada ku," tanya Nadya.


Nadya menarik tangan Zayn agar Zayn mau duduk di samping nya.


"Hmmmm," gumam Zayn.


"Aku di sini bukan di sana," kata Nadya sambil memalingkan wajah Zayn ke arah nya.


"Hmmmm," gumam Zayn.


"Cup," Nadya memberikan kecupan manis di bibir suami nya.


"Sudah tidak marah," tanya Nadya.


Zayn mendekati bibir Nadya dah langsung menyambar nya. Bukan hanya itu ia juga meletakan Nadya ke atas ranjang, agar ia bisa bebas melakukan apa saja yang ia suka.


"Kamu apa," tanya Nadya.


"Ayah ingin cucu dari kita," jawab Zayn.


"Jadi," tanya Nadya.


"Aku harus lebih bekerja keras," jawab Zayn.


"Zayn kan jatah mu besok," kata Nadya.


"Oh jadi kau ingin membuat ku marah lagi," tanya Zayn.


"Tidak bukan begitu, ya sudah untuk kali ini boleh," jawab Nadya.


"Jangan terlalu kuat berteriak. Kita sedang di rumah ayah," ucap Zayn.


Rian sudah mengelilingi kota mencari keberadaan Monica, tetapi ia masih tidak menemukan istri nya itu. Rian memutuskan untuk ke Cafe tempat Vivi berada terlebih dahulu.


"Kakak, aku sangat merindukanmu," ucap Vivi sambil memeluk Rian dengan erat.


"Apa kakak ipar mu ada ke sini," tanya Rian


"Tidak ada kak," jawab Vivi


Saat sedang asik berbicara tiba-tiba suara dentuman besar terdengar. Tidak jauh dari Cafe itu ada sebuah kecelakaan mobil.


"Deg," jantung Rian berdetak sangat cepat.


"Siapa itu," ucap Rian dan langsung berlari ke arah kejadian.

__ADS_1


__ADS_2