
Pukul 1 dini hari, Axel baru tiba di Jepang. Ia sudah menghubungi Wilda berulang kali tetapi Wilda tidak menjawab panggilan dari nya. Dengan terpaksa Axel meminta Kenzi untuk menjemput nya.
"Kau gila," ucap Kenzi.
"Hahaha maaf, aku tidak tau harus kemana selain menghubungi mu," kata Axel..
"Bagaimana dengan istri mu, sudah mau menerima mu kembali," tanya Kenzi.
"Sudah, itu sebabnya aku ke sini, walaupun tubuh ku terasa tidak enak," jawab Axel.
"Kenapa kau sakit, kalau sakit bisa besok atau lusa."
"Ntalah aku tidak merasa sakit, aku malah sangat ingin memeluk Istri ku. Tapi dia malah tidak bisa aku hubungi," kata Axel.
"Kapan kau pulang ke Indonesia," tanya Axel.
"Besok aku akan pulang ke Indonesia, istri ku sudah tidak tahan ingin aku sentuh," jawab Kenzi.
"Jawaban mu membuat otak ku traveling, Wilda sebenarnya kau menginap dimana," ucap Axel.
"Coba hubungi lagi, mana tau dia sudah bangun," kata Kenzi.
"Halo," ucap Zayn.
"Kau, kenapa handphone istri ku dengan mu," tanya Axel.
"Wilda sedang tidur, handphone nya ada di ruang tamu, sini lah aku sedang di apartemen nya Dia sedang tidak enak badan," jawab Zayn..
"Kirimkan alamat nya sekarang," ucap Axel.
"Ya ya ya, nanti aku kirim," kata Zayn.
Setelah mendapatkan alamat dari Zayn, Axel langsung meminta Kenzi ke alamat itu. Perasaan nya tidak tenang saat tau Wilda sedang sakit. Sesampainya di alamat itu, Axel langsung mencari apartemen nomor 23 yang seperti nya terletak di lantai atas.
"Ini pintu apartemen nya," ucap Kenzi.
"Iya ini." Axel memencet tombol lonceng agar Zayn membuka kan pintu apartemen.
"Masuk lah," ucap Zayn.
"Dimana istri ku, kau tau kau tidak sopan berada di sini, dia memiliki suami."
__ADS_1
"Hey aku menjaga nya, aku sepupu nya jadi aku memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga nya," ucap Zayn.
"Kau sepupu nya, maaf maafkan aku," kata Axel.
"Istri mu ada di dalam kamar, aku tidak berani masuk ke sana, aku sadar diri," ucap Zayn.
"Terima kasih." Axel langsung berlari masuk ke dalam kamar Wilda.
"Axel aku pulang, pesawat ku terbang pagi," ucap Kenzi.
"Aku juga, jaga istri mu dengan baik," ujar Zayn.
"Sayang," ucap Axel sambil memberikan beberapa ciuman manis pada Wilda.
"Hmmmm," Wilda membuka mata nya secara perlahan, rasa pusing nya tadi sudah tidak terasa lagi. Ia juga sangat terkejut ketika melihat Axel yang sudah ada di depan nya.
"Sayang, kamu tidak sakit kan. Aku yakin kamu hanya merindukan ku," ucap Axel sambil naik ke atas kasur dan memeluk Wilda dengan erat.
"Sayang tubuh mu sedikit dingin, Mau aku hangatkan," tanya Axel.
"Sejak kapan kamu di sini," tanya Wilda.
"Sejak tadi sayang, aku sudah berulang kali menghubungi mu, tapi kamu tidak mengangkatnya," jawab Axel.
"Sayang, maafkan aku, maafkan kebodohan ku. Aku bersumpah tidak pernah melakukan hal di luar batas dengan nya, dan aku sudah tidak pernah berhubungan dengan nya setelah dia menikah. Maafkan aku sayang."
"Kamu benar-benar tidak pernah melakukan nya," tanya Wilda.
"Iya sayang aku tidak pernah melakukan nya. Kamu yang pertama untuk ku," jawab Axel.
"Janji tidak akan pernah mengulangi nya lagi," tangan Wilda.
Cup! Axel mengecup bibir Wilda. "Aku janji tidak akan pernah mengulanginya lagi, aku sangat mencintaimu mu sayang," jawab Axel.
Axel mulai mencium bibir Wilda, tangan nya juga tidak diam begitu saja ia mulai membuka pakaian nya dan istri nya. Karena terlalu rindu dengan suaminya Wilda sampai lupa jika diri nya saat ini sedang hamil. Ia menerima saja apa yang Axel lakukan.
Wilda juga melupakan betapa sakit nya malam pertama nya, dan baru ingat saat Axel mulai melakukan nya kembali. Wilda memejamkan mata nya sambil meremas tangan Axel dengan erat. Benda berukuran 23 cm, mulai masuk ke dalam sana.
"Aku akan mengeluarkan nya di luar," bisik Axel.
Meskipun sakit rasa nya tidak sesakit sebelum nya. Ia masih bisa menahan nya Walaupun air mata nya tetap saja mengalir deras membasahi wajah nya.
__ADS_1
Pukul 5 dini hari Axel benar-benar mengeluarkan nya di luar, ia tidak ingin membuat istri nya hamil terlebih dahulu, ia masih ingin puas bermesraan dengan Wilda. Berbeda dengan Axel yang mendapatkan kepuasan batin Wilda sudah tidak merasakan separuh tubuh nya, tubuh nya seperti mati rasa akibat ganas nya Axel.
"Aku mencintaimu Wilda," ucap Axel sambil memeluk Wilda dengan erat.
Axel sudah kembali mendapatkan istri nya, sekarang giliran Kenzi yang sedang dalam perjalanan ke Bandara, ia akan kembali ke Indonesia sendirian karena ia sudah tidak sabar menjemput Karla. Kenzi langsung mengambil penerbangan ke tempat Karla berada, ia sudah meminta alamat pada ayah nya, itu sebabnya Kenzi tau dimana Karla berada.
"Aku datang sayang," ucap Kenzi.
Pagi sekali Karla juga sudah bangun dari tidur nya, bersama dengan Rian dan Vivi, Karla melihat matahari yang mulai terbit. Mereka semua berkumpul di tempat penginapan Karla yang lebih terlihat dengan jelas pemandangan yang indah itu.
"Kakak berenang," ucap Vivi.
"Aku si bisa tapi aku malas," kata Rian.
"Lihat para bule itu kak, mereka saja berenang masa kakak tidak berani," ucap Vivi.
"Hahaha katakan saja kau takut Rian, kau takutkan," tanya Karla.
"Aku takut, tidak mungkin," jawab Rian
Rian membuka baju nya dan memberikan nya pada Vivi, setelah itu ia langsung terjun bebas ke lautan lepas.
"Ini sangat segar," ucap Rian.
Ntah apa yang ada di dalam otak Karla, ia selalu teringat Kenzi saat melihat Rian, apalagi saat Rian sedang bertelanjang dada seperti ini, otak nya langsung teringat pada Kenzi saat sedang menyentuh nya.
"Kak mau kenapa," tanya Vivi.
"Aku tidak papa, kau tidak mau masuk ke dalam?"
"Aku tidak bisa berenang kak, kak saja yang masuk ke dalam," ucap Vivi.
"Aku sedang hamil, aku berenang saat suami ku sudah sampai saja," kata Karla.
"Jadi suami kakak akan datang, dan tugas kami akan selesai," ucap Vivi.
"Vivi kalau tugas mu selesai kau akan melakukan apa," tanya Karla.
"Aku dan kak Rian, akan kembali ke kota, aku akan kembali membuka cafe dan kak Rian bekerja di perusahaan mertua kakak," jawab Vivi.
"Oh begitu, aku lega mendengar nya, kamu tidak nganggur," ucap Karla.
__ADS_1
"Iya kak, kami sudah memiliki pekerjaan, kami tidak menganggur. Kalau ada waktu kakak ke cafe ku saja," kata Vivi.