Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 61 S4


__ADS_3

"Kenapa mereka berpisah yah," tanya Vero.


"Karena Kenzi tida bisa adil pada ke dua istri nya, lagi pula kondisi Karla juga saat ini sudah membaik, tapi Karla belum tau akan hal ini Kenzi melarang kita untuk memberitahu nya," jawab Alvaro.


"Ayah aku mau tinggal di rumah kakak, ayo yah aku ingin mendekati Sakura." ucap Vero.


"Kau ya masih tidur dengan orang tua mu tapi sudah mau mendekati wanita, kau sudah bisa tidak tidur dengan ku," tanya Alvaro.


"Tidak bisa, ayo yah kita tinggal di rumah kak Verrel saja, ayo yah aku mohon," rengek Vero.


"Iya iya sudah sana kau berkemas, pergi lah dulu ke rumah kakak mu nanti malam aku akan menyusul," kata Alvaro yang tidak ada pilihan lain lagi selain menuruti kemauan anak nya.


"Siap yah, aku sayang pada mu," ucap Vero sambil memeluk ayah nya.


_______


"Jadi begitu, kau benar-benar sudah jatuh cinta dengan Sakura," tanya Verrel yang saat ini berada di kamar Vero.


"Iya kak, bagaimana aku cocok tidak dengan nya, cocok kan aku atau Rakha," tanya Vero.


"Ya ya ya kau lebih cocok, kau puaskan," jawab Verrel.


"Hahaha aku sangat puas, aku tidak mau dua kali tersakiti," kata Vero.


"Tidak akan, jika kau bisa memenangkan hati Sakura, dan ingat bersaing lah dengan sehat," ucap Verrel.


"Iya iya aku akan bersaing sehat dengan nya, tapi jika aku kalah bagaimana," tanya Vero sambil mengerutkan dahi nya karena ia benar-benar takut kalah dengan Rakha.


"Berarti dia bukan jodoh mu, kau tidak bisa memaksakan ke hendak mu," jawab Verrel.


"Kau membuat ku semakin takut kak," ucap Vero sambil memeluk kakak nya itu.


"Kau sudah dewasa Vero, berhenti bersikap seperti anak-anak begini, kau tidak kasihan dengan ayah, ayah sudah tua jangan merepotkan nya. Biarkan dia menghabiskan waktu bersama bunda dan kau tinggal dengan kakak di sini."


"Aku tidak bisa jauh dari ayah aku tidak mau tinggal dengan mu sendiri tanpa mereka," ucap Vero sambil menunjukkan wajah cemberut nya.


"Sudah jangan marah, jika tidak mau tidak papa," kata Verrel.


"Aku tidak mau, kenapa kau mengatur ku," ucap Vero.


"Aku bukan mengatur mu, tapi aku hanya memberikan saran pada mu, jika saran ku menyinggung mu aku minta maaf."


"Iya iya aku paham," ucap Vero.

__ADS_1


Sakura dan Rakha sedang berada di mall, ya mereka berdua sedang jalan-jalan berdua. Kepergian mereka berdua tidak ada yang tau karena mereka naik mobil yang terpisah, setelah cukup jauh dari rumah baru lah Sakura pindah masuk ke dalam mobil Rakha.


"Ahhkkk aku menang," teriak Sakura sambil melompat-lompat karena ini ke tiga kali nya diri nya menang dari Rakha.


"Kau curang Sakura, bagaimana mungkin kau bisa menang tiga kali berturut-turut dari ku."


"Curang bagaimana, kau saja yang tidak bisa bermain," ucap Sakura.


"Hahaha aku bisa bermain tapi tidak permainan ini."


"Jadi mau main apa lagi," tanya Sakura.


"Dulu aku dan Axel sering naik banteng itu, kau mau naik itu," tanya Rakha.


"Aku takut, nanti aku jatuh bagaimana," jawab Sakura.


"Hahaha tidak akan jatuh ada aku, ayo kita naik," ucap Rakha.


Rakha dan Sakura langsung berjalan ke arah permainan banteng yang Rakha maksud.


"Bagaimana bisa naik," ucap Sakura sambil berusaha naik ke atas tubuh banteng itu.


"Aku bantu." Rakha langsung membantu Sakura naik ke atas banteng itu.


Saat banteng sudah mulai bergerak, Sakura tertawa sambil berpegangan agar ia tidak jauh, jika dirinya jatuh sebelum banteng itu berhenti bergerak itu artinya diri nya kalah.


"Hahaha ini sangat menakutkan," teriak Sakura.


"Kau sangat lucu, ayo turun saja kalau tidak kuat," ucap Rakha.


"Tidak mau, aku tidak mah kalah dari mu," kata Sakura.


Tangan Sakura benar-benar sudah sangat lemas melawan gerakan banteng yang semakin kuat saja.


"Ahkkkk," teriak Sakura saat diri nya terhempas jatuh dari atas tubuh banteng.


"Sakura." Dengan cepat Rakha menangkap Sakura agar Sakura tidak terbentur ke lantai.


Sakura jatuh tepat di atas tubuh Rakha, mata mereka berdua saling bertemu yang membuat kedua nya terdiam untuk sesaat.


"Maaf," ucap Sakura.


"Untuk apa, aku suka posisi ini," kata Rakha sambil memeluk Sakura dengan erat.

__ADS_1


"Rakha lepas aku malu."


"Tidak ada yang melihat kita, kita kemana lagi aku lelah bermain," tanya Rakha.


"Lepas dulu, nanti aku akan menjawabnya."


"Jawab dulu nanti aku akan melepaskan mu," kata Rakha.


"Bagaimana jika kita nonton film saja bagaimana, aku sudah lama tidak nonton," tanya Sakura.


"Boleh tapi aku yang akan memilih film apa yang kita tonton," jawab Rakha.


"Iya aku suka nonton film apa saja," kata Sakura.


Setelah menentukan kemana mereka berdua setelah lelah bermain, Rakha dan Sakura langsung keluar dari arena bermain. Mereka berdua berjalan menuju lantai atas karena bioskop berada di sana.


"Kau beli popcorn aku akan membeli tiket nya," ucap Rakha.


"Iya, kita bertemu di pintu masuk," kata Sakura.


Kenzi membeli tiket film horor karena ia pikir Sakura akan takut dan memeluk nya. Semua imajinasi indah nya terbentuk secara sempurna.


Semua yang Rakha pikir kan ternyata salah, Sakura tidak takut sama sekali, malahan Rakha yang terus berteriak dan memeluk Sakura karena ia sangat ketakutan.


"Sudah Rakha ayo kita keluar, kau membuat malu," ucap Sakura yang sangat kesal pada Rakha.


"Maaf Sakura, aku salah," kata Rakha.


"Kau benar-benar membuat ku malu," ucap Sakura.


Sementara itu Kenzo sudah merasa aneh pada istri nya, Sonia sudah mulai merasakan rasa tidak enak di tubuh nya, belum lagi rasa mual yang saat ini malah menerpa diri nya, padahal sebelum ini Kenzo lah yang merasakan rasa mual.


"Sudan enakan sayang," tanya Kenzo.


"Iya mas, Terima kasih," jawab Sonia.


"Mas jika aku hamil apa anak kita akan langsung kembar," tanya Sonia.


"Bisa jadi sayang, genetik dari ku sangat berpengaruh." jawab Kenzo.


"Nanti jika kamu hamil, aku ingin mempunyai anak laki-laki dan perempuan, agar langsung sepasang setelah itu, baru lah aku ingin punya anak 3 kembar pria agar ramai," kata Kenzo.


"Jangan aneh-aneh sayang, kamu ada-ada saja mungkin bisa seperti itu. Belum lagi aku yang tidak sanggup hamil anak sebanyak itu," ucap Sonia.

__ADS_1


"Hehehe aku hanya berharap sayang, Tuhan lah yang memberikan anak pada kita. Jika keinginan ku terwujud aku benar-benar sangat senang."


"Aku terserah kamu saja, walaupun aku yang hamil tapi jika kamu senang kenapa tidak," ucap Sonia.


__ADS_2