
"Cieee mas nya, sangat bertanggung jawab pada calon istri nya."
"Iya mbak, tapi calon istri saja sangat bandel, sangat sulit untuk di atur," kata Rakha.
"Sudah mbak jangan menolak, nanti mas nya cari wanita lain loh. Saya juga mau kalau seperti mas. Hahaha bercanda mbak jangan di ambil hati."
"Iya mbak, tolong cepat ya, ini calon suami saya yang akan membayarnya," ucap Vivi.
Rakha benar-benar membuat nya sangat malu, ia tidak menyangka kalau Rakha akan mengatakan jika diri nya calon istri. Vivi masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sangat kesal dan malu.
"Kamu kenapa," tanya Rakha tanpa wajah rasa bersalah sedikit pun.
"Kamu benar-benar membuat ku malu, aku sangat malu Rakha," jawab Vivi.
"Untuk apa kamu malu, kan benar kamu calon istri ku. Sudah sekarang aku tanya ini mau di bawa ke cafe langsung atau ke rumah," tanya Rakha.
"Ke cafe saja lah, besok malas jika harus membawa nya," jawab Vivi.
"Kamu membawa kunci cadangan nya kan, nanti sudah capek-capek kita ke sana ternyata kamu tidak membawa kunci cadangan."
"Iya aku membawa nya, aku tidak bodoh Rakha, ayo kita pergi jangan banyak tanya."
"Hahaha kamu kenapa jadi sensi seperti ini si, iya iya ayo kita berangkat," ucap Rakha.
Sesampainya di cafe Rakha langsung menurunkan semua nya dari dalam mobil. Sedangkan Vivi merapihkan semua nya ke dalam lemari penyimpanan.
"Sudah semua," tanya Vivi.
"Sudah, kita melakukan apa lagi?"
"Apa lagi ya, ya tidak ada lagi, pulang saja lah," jawab Vivi.
"Vivi aku sangat lapar, aku mempunyai sakit lambung kalau tidak segera makan perut ku akan sakit."
"Sudah bilang saja kamu minta aku masakan, aku ada udang dan kerang kamu mau aku masakan itu," tanya Rakha.
"Ya mau lah, ya kali tidak. Aku mau makan itu, aku boleh mengambil minuman dingin di dalam kulkas?"
"Ambil saja," ucap Vivi.
"Siap calon istri ku," kata Rakha.
"Rakha jangan berkata seperti itu ah, nanti kalau ada yang dengar tidak enak. Kamu sudah punya istri, selesai kan dulu masalah mu baru bisa memanggil ku seperti itu," ucap Vivi.
"Ya ya ya, sudah lah kamu tidak bisa aku ajak bercanda," kata Rakha.
Rakha sangat sensitif jika sudah membahas masalah istri nya. Karena hal itu mengingat kan nya pada Alice yang selingkuh di belakang nya.
Sebenarnya Vivi salah tingkah saat Rakha mengatakan dirinya calon istri. Tetapi ia tidak bisa membiarkan Rakha terus mengatakan hal itu karena takut di dengan orang lain.
"Dia sangat seksi dan pintar memasak, berbeda dengan wanita itu, sudah tukang selingkuh tidak bisa mengerjakan tugas rumah lagi," batin Rakha.
__ADS_1
Otak mesum Rakha langsung kemana-mana. Ia membayangkan malam pertama nya bersama dengan Vivi. Air liur nya hampir jatuh saat membayangkan hal itu. Maklum saja Rakha sudah pernah merasakan hal itu, otak nya memerlukan asupan dari seorang istri.
"Awas jatuh, belum matang saja sudah ngences saja," ucap Vivi.
"Tidak ada siapa juga yang ngences kamu jangan fitnah," kata Rakha.
"Hahaha jangan jangan kamu memikirkan....
"Memikirkan apa, aku tidak memikirkan apapun kamu jangan fitnah, aku tidak ada memikirkan mu."
"Siapa juga yang bilang kamu memikirkan ku. Kamu memikirkan istri ku," ucap Vivi.
"Tida, sudah cepat masak, aku sudah sangat lapar."
Waktu terus berlalu tak lama makanan yang Vivi masak sudah matang. Rakha membantu Vivi untuk mengambil piring dan minuman.
"Maaf tidak ada nasi," ucap Vivi.
"Tidak papa, sudah cepat makan seperti nya mau hujan," kata Rakha.
Baru saja Rakha mengatakan hal itu, hujan turun dengan sangat deras. Dengan cepat Vivi berlari menutup pintu Cafe agar tidak ada angin yang masuk ke dalam.
"Hujan," ucap Rakha.
"Iya sangat deras sekali," kata Vivi.
Mereka berdua makan di tengah hujan yang deras. Setelah selesai makan Vivi dan Rakha langsung membereskan semua nya.
"Ada tunggu sebenar," jawab Vivi.
Saat Vivi ingin mengambil payung tiba-tiba petir menyambar di iringi dengan lampu yang mati.
"Ahkkkkk," teriak Vivi dan langsung memeluk Rakha.
Rakha terkejut akan hal itu, kunci yang ia pegang ntah terpental kemana. Tetapi di sisi lain Rakha sangat senang mendapatkan pelukan dari Vivi.
"Tenang aku ada di sini," kata Rakha.
"Mati lampu Rakha, bagaimana ini," tanya Vivi.
"Aku tidak membawa handphone. Kamu ada handphone atau lampu," tanya Rakha.
"Ada di kantong ku ada handphone," jawab Vivi.
"Biar aku ambil," ucap Rakha.
"Jangan nanti tangan kamu kemana-mana," kata Vivi dan langsung mengambil handphone nya di dalam kantong celana.
"Sudah bantu aku mencari kunci mobil ku," ucap Rakha.
"Kenapa kunci mu kemana," tanya Vivi.
__ADS_1
"Saat kamu memeluk ku tadi, kunci ku jatuh," jawab Rakha.
"Akhikkkk," teriak Vivi saat petir kembali menyambar.
"Sudah tenang lah jangan takut," ucap Rakha.
"Aku takut, kunci mu dimana," tanya Vivi.
"Aku tidak tau, mungkin saja masuk ke dalam kolong, sudah gelap lagi," jawab Rakha.
Sudah 20 menit mereka berdua mencari kunci dengan menggunakan flash handphone tetapi kunci mobil Rakha masih tidak ketemu juga.
"Seperti nya kita akan menginap di sini," ucap Rakha.
"Tidak mau Rakha, kau jangan aneh aneh," tolak Vivi.
"Jadi mau bagaimana lagi Vivi, kita bisa mencari kunci mobil ku saat lampu sudah kembali menyalah," kata Rakha.
"Kita akan menginap dimana," tanya Vivi.
"Kau ada ruangan mu kan, di sana saja," jawab Rakha.
"Ya ya ya aku ada, di sana tempat kamu rapat. Ada sofa di sana," kata Vivi.
"Ayo kita ke sana, di sini cukup menyeramkan," ucap Rakha.
Di dalam ruangan itu, Rakha menyusun sofa senyaman mungkin untuk mereka berdua tinggali.
"Sudah sini lah," kata Rakha.
"Kamu mau apa," tanya Vivi.
"Sudah sini lah, kamu mau tidur dimana lagi." Rakha menarik Vivi dan memeluk nya dengan erat.
"Rakha, kita tidak papa seperti ini," tanya Vivi.
"Tidak papa, siapa yang mau melarang kita," jawab Rakha.
"Vivi jangan takut, aku tidak akan melakukan hal buruk pada mu," kata Rakha.
"Iya aku percaya dengan mu," ucap Vivi.
"Bagus kamu memang harus percaya dengan ku, Vivi itu kamu empuk," kata Rakha.
"Rakha, kamu mesum aku tidak suka dengan pria mesum," ucap Vivi.
"Ahkkkkk." Vivi memeluk Rakha kembali.
"Sudah diam petir semakin keras jika kita terus berbicara," ucap Rakha.
"Rakha jangan jangan ini ulah kamu, kamu sengaja menghilangkan kunci mobil itu," tanya Vivi.
__ADS_1