
"Wah wah wah seperti nya yang perempuan akan menjadi adik kesayangan mereka semua ni," ucap dokter.
"Hahaha pasti, dia akan menjadi primadona. Sayang kamu puas kan," tanya Kenzo.
"Aku ingin mempunyai 2 anak wanita, tapi sudah lah," jawab Sonia.
"Sudah tidak papa, aku memang berharap anak kita satu wanita, karena dengan begitu di akan menjadi adik yang paling di sayangi oleh kakak-kakak nya. Yang terpenting kita sudah mempunyai anak yang lengkap," kata Kenzo.
"Bagaimana-bagaimana." Kenzi masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia juga tidak kalah penasaran dengan keponakan nya.
"Hey asal masuk saja. Bagaimana apa nya?"
"Anak kita," tanya Kenzi.
"Anak kita." Kenzo menaikkan asli nya karena tidak paham apa yang Kenzi maksud.
"Maksud ku anak mu, keponakan ku, apa saja jenis kelamin nya," tanya Kenzi.
"Oh itu, kau membuat ku bingung, keponakan mu 4 pria dan 1 wanita," jawab Kenzo.
"Wah hebat, aku suka itu. Nanti aku pinjam 2," ucap Kenzi.
"Pinjam-pinjam, tidak ada kata pinjam," kata Kenzo.
"Kau pelit sekali, kita satu rumah nya tidak ajak aku bawa pergi juga," ucap Kenzi.
"Kau pikir anak ku barang yang bisa kau pinjam seenaknya. Tidak ada kata pinjam."
"Sayang sudah lah, anak nya juga belum lahir dan kalian sudah bertengkar," ucap Sonia.
"Oh iya kapan istri saya melahirkan dok," tanya Kenzo.
Waktu nya hanya tinggal dua bulan lebih lagi. Tapi jika kita cek dan sudah bisa untuk di operasi mungkin lebih cepat," jawab dokter.
Sonia turun dari atas tempat tidur, ia dan Kenzo duduk di depan dokter untuk mendengar penjelasan dari dokter.
"Harus lebih sering makan-makanan yang bergizi ya, di kurangi makan makanan yang pedas dan tentu saja makanan instan," ucap dokter.
"Iya dok, dengarkan kamu sayang, jangan sampai di langgar," Kata Kenzo.
"Hehehe padahal setelah ini aku ingin makan mie goreng," ucap Sonia.
"Nanti pelayan akan membuat mie yang sehat."
"Dimana istri mu Kenzi," tanya Kenzo.
"Oh iya dimana istri ku," ucap Kenzi yang kehilangan istri nya.
"Kau bagaimana si, istri sendiri tidak tau dimana," tanya Kenzo.
"Oh iya dia ada di kamar mandi, sebentar lagi juga akan datang," jawab Kenzi.
Baru saja Kenzi berkata Karla berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Untung saja Karla tidak nyasar ke ruangan lain. Ia sangat kesal dengan suami nya uang pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"Bagaimana," tanya Karla.
"Sehat semua nya, sekarang giliran kau," jawab Sonia.
"Iya, sayang kamu temani aku ya," kata Karla.
"Kenzi tolong fotokan hasilnya maaf kami tidak bisa menunggu kalian berdua," ucap Kenzo.
"Iya nanti aku akan mengambil foto hasil nya. Aku rasa si wanita," kata Kenzi.
"Semoga saja, aku ingin keponakan wanita," ucap Kenzo.
Kenzo dan Sonia pergi meninggalkan ruangan itu. Sedangkan Karla langsung melakukan pemeriksaan. Baru saja USG di lakukan Kenzi langsung tau jika anak nya wanita.
"Sesuai kan dok," tanya Kenzi.
"Iya mas Kenzi, anak mas Kenzi wanita," jawab dokter.
"Wanita kan sayang, kamu malah membeli semua nya serba cowok," kata Kenzi.
"Ya tidak papa, nanti kiat berikan pada keponakan mu saja," ucap Karla.
"Semua nya juga sengat sehat."
"Bagus lah, aku sangat lega," ucap Kenzi.
Setelah melakukan pemeriksaan seperti biasa mereka berdua mendengar penjelasan dari dokter. Karla sangat berharap diri nya bisa lahiran secara normal.
"Ahkkk dokter jadi istri saya bisa melahirkan normal, kenapa di katakan si, bilang saja harus operasi," ucap Kenzi.
"Hahaha sayang kamu ada-ada saja. Tidak bisa begitu lah. Dokter kalau ingin melahirkan normal apa hal yang di lakukan agar saya bisa lahiran dengan lancar," tanya Karla.
"Menjaga pola hidup sehat dan satu lagi hal yang di sukai para pria termasuk suami anda, yaitu rajin berhubungan," jawab dokter yang membuat Kenzi langsung menaikan Kepala nya.
"Apa dok, rajin berhubungan ahkkk itu sangat mengenakan," kata Kenzi.
"Iya mas Kenzi, meskipun begitu jangan paksa istri nya ya. Lakukan jika ke dua nya sama-sama mau, jangan pernah egois," ucap dokter.
"Selamat siang." Vero dan istri nya masuk ke dalam ruangan itu.
"Kalian sudah datang, berarti kami harus pergi," kata Kenzi.
"Bagaimana hasilnya," tanya Vero.
"Nanti kita share di grup keluarga, sekarang mulai lah periksakan kandungan istri mu," kata Kenzi.
"Hmmm iya, sakura semangat," ucap Karla.
"Iya Karla, nanti kita berbincang di grup," kata Sakura.
Meskipun Sakura dan Kenzi berpisah secara baik-baik. Mereka berdua masih terasa canggung, mereka berdua tidak pernah saling menyapa saat bertemu ataupun berpapasan. Ntalah Kenzi pikir hal ini lebih baik untuk saling menjaga perasaan pasangan mereka.
"Bagaimana dok," tanya Vero.
__ADS_1
"Untuk kandungan istri anda juga sangat baik. untuk jenis kelamin nya masih belum terlihat ya, bayi nya masih malu-malu," jawab dokter.
"Ya jadi belum bisa di lihat dok," tanya Vero.
"Belum bisa ya, semoga saja nanti pemeriksaan selanjutnya sudah bisa di lihat," jawab Dokter.
Pukul 3 dini hari Rakha dan Vano baru sampai di Belanda. Mereka berdua langsung menuju ke hotel untuk beristirahat, sebenarnya Rakha ingin langsung menyelesaikan semua nya. Tapi tidak mungkin malam-malam begini.
"Bagaimana," tanya Rakha.
"Bagaimana apa nya aku lelah," jawab Vano.
"Kata kakek ingin nge-gym," tanya Rakha.
"Oh itu nanti pagi saja lah," jawab Vano.
"Oh oke, jangan malas ya. Awas saja," ucap Rakha.
Ting... ting... ting...
Secara bersamaan pesan masuk ke dalam Handphone mereka berdua. Dengan cepat mereka berdua langsung membuka handphone masing-masing sambil berjalan menuju kamar hotel.
"Sudah sampai sayang," tanya Vivi.
Rakha tersenyum puas saat Vivi memanggilnya sayang, ia tidak menyangka jika Vivi sudah mau melakukan itu.
"Sudah baby, kamu tidak tidur," tanya Rakha.
"Baby siapa si, di sini masih sore, perbedaan waktu sayang," jawab Vivi.
"Baby kamu lah, aku mandi dulu ya. Nanti kita video call."
"Hmmmm iya," Vivi menambahkan emoticon senyum 🥰.
Di handphone Vano.
"Sudah sampai mana pak," tanya Anita.
"Masih berhenti mengisi minyak," jawab Rakha.
"Oh berhenti, apa masih lama," tanya Anita.
"Aku tidak tau, lama sekali mengisi minyak nya," jawab Vano.
"Ya sudah tinggal jalan-jalan saja dulu," kata Anita.
"Jalan-jalan di atas awan," tanya Vano.
"Oh iya nanti jatuh lagi," ucap Anita.
"Itu lah, ya sudah aku mandi dulu," kata Vano.
"Tunggu dulu, apa bisa pesawat berhenti di atas langit dan mengisi minyak."
__ADS_1