
Setelah cukup lama di rumah itu, Candra dan Rizky memilih langsung ke rumah Verrel. Candra cukup merindukan ke gesrekan Verrel dan yang lainnya.
"Verrel anak ku," ucap Dylan.
"Nanti aku masih ingin bersama nya," kata Verrel.
"Sudah malam dia harus tidur, dia anak ku tapi kau yang berkuasa," ucap Dylan.
"Nah-nah bawa anak mu tidur, besok aku ingin bermain dengan nya kembali," kata Verrel
Dylan mengambil anak nya dan langsung masuk ke dalam kamar, tak lama Rizky datang bersama dengan Candra yang membuat Verrel terkejut.
"Candra," ucap Verrel.
"Verrel, kau semakin tua saja," kata Candra dan mereka berdua langsung berpelukan.
"Dylan yang tua, dia sudah mempunyai anak," ucap Verrel.
"Hahaha kita juga akan menjadi bapak-bapak, dimana Dylan," tanya Candra.
"Dia lagi meletakan anak nya, dimana istri mu?"
"Istri ku tidak bisa ikut, dia hamil besar tidak boleh perjalanan panjang takut terjadi sesuatu," ucap Candra.
"Anak mu perempuan atau laki-laki Candra," tanya Verrel.
"Anak ku perempuan, kalian ingin menjodohkan anak ku dengan anak kalian."
__ADS_1
"Aku yang bertanya aku lah yang ingin menjodohkan anak ku, aku tinggal mencari satu anak perempuan lagi," ucap Verrel.
"Kau benar-benar gila, anak mu saja belum lahir bagaimana mungkin kau sudah mencari jodoh untuk nya," kata Rizky.
"Asik dapat besan kaya raya," ucap Candra.
"Candra kau datang." Dylan datang karena mendengar ke berisikan di ruang tamu.
"Ini Dylan yang hilang kemarin, yang hampir menikah dengan gadis desa," kata Candra.
"Hahaha kau gila, apa kabar dengan mu," tanya Dylan.
"Baik-baik, aku sangat baik itu sebabnya aku sampai sini," jawab Candra.
"Dylan aku ingin bertanya, kau sudah tidak melakukan dengan istri mu sejak kapan," tanya Rizky.
"Lama sekali, bagaimana kalau kita ingin," ucap Rizky.
"Jajan di luar," jawab Verrel.
"Kau gila, kau mau terkena penyakit kelamin berganti-ganti pasangan," ucap Dylan.
"Verrel benar-benar gila, aku mungkin tidak akan bisa melakukan nya bersama wanita lain," ujar Candra.
"Kau benar, Verrel tidak setia dengan istri nya, padahal istri nya sangat sabar dan sedang hamil anak kembar," saut Rizky.
"Hey kalian bodoh aku hanya bercanda, kenapa kalian malah membully ku." ucap Verrel dan pergi karena ia kesal dengan para teman nya.
__ADS_1
Pagi hari nya semua berjalan seperti biasa nya, Candra juga belum pulang dari rumah Verrel, karena hari ini weekend mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah saja.
Selain Verrel mereka semua masih bisa minum alkohol, Verrel sama sekali sudah tidak bisa minum lagi sedikit saja ia minum tubuh nya akan kejang dan hal yang paling parah diri nya bisa kembali koma.
Walaupun ia ingin Verrel memilih minum soda apalagi Alvaro sedari tadi mengawasi nya, ia juga sudah kapok membuat ayah nya mengamuk.
"Jadi kapan kita akan berlibur bersama," tanya Verrel.
"Setelah istri kita melahirkan, dan anak kita sudah bisa kita bawa pergi kemana-mana," jawab Rizky.
"Iya aku setuju, Aku ingin ke Eropa," ujar Dylan.
"Pergi lah kalian, nanti aku yang akan menyiapkan semua nya, sekarang Verrel ayo ikut ayah," kata Alvaro.
"Mau kemana yah, aku malas berbuat apa-apa," tanya Verrel.
"Ikut saja ayo," Alvaro menarik Verrel.
Alvaro membawa Verrel masuk ke dalam kamar nya, ia ingin memberikan sesuatu pada Verrel sebelum Verrel menjadi sosok ayah.
"Ayah terimakasih, ini sangat berguna untuk ku," ucap Verrel yang ternyata Alvaro memberikan buku menjadi ayah yang baik.
"Maaf Verrel, selama ini ayah bukan ayah yang baik untuk mu, semoga kau jadi ayah yang baik untuk siapa nama anak mu?"
"Kenzo dan Kenzi," ucap Verrel.
"Iya lah itu, jangan lupa gunakan nama Efron." kata Alvaro.
__ADS_1
Pengumuman bulan ini novel ini tamat, cerita amak Verrel sudah di rancang akan sedikit menyedihkan. Tapi tidak tau lanjut dimana.