
"Mas tangan ku," ucap Monica.
"Kamu letak di sini, tidak sakit kan," tanya Rian.
"Tidak, tapi aku takut mas," jawab Monica.
"Kenapa kamu takut," tanya Rian.
"Aku tidak pernah ingat kita melakukan hal ini sebelum nya, jadi aku sedikit takut saja," jawab Monica.
"Tidak papa, jika sakit kamu bisa memukul ku, jangan tegang cukup adik ku saja yang tegang," ucap Rian.
Karena sudah berpengalaman. Rian memberikan pemanasan terlebih dahulu, ia tidak mau istri nya merasakan sakit yang luar biasa jika ia terlalu terburu-buru.
"Wangi nya," ucap Rian.
Otak Rian langsung tertuju pada malam pertama nya saat bersama mantan istri nya. Hal itu membuat Rian kembali ragu, tetapi saat mengingat mimpi yang ia alami beberapa minggu lalu, rasa ragu itu hilang Seketika. Apalagi saat melihat wajah Monica yang mulai resah.
"Fokus Rian, istri mu Monica," batin Rian.
Momen yang Rian tunggu akhirnya terjadi juga. Monica menangis dan berteriak dengan keras saat segel yang ia jaga sudah di bobol oleh suaminya. Jika Monica tidak kehilangan ingatan nya, pasti Monica sangat senang.
"Sayang sakit, hiks hiks hiks, sakit lepas itu mu," ucap Monica.
"Tidak papa sayang," kata Rian yang berusaha menenangkan Monica.
"Sial kenapa aku tidak memintanya dari lama, ini rasa yang aku rindukan, maaf sayang maafkan aku," batin Rian.
Setelah pagi itu, Rian tidak pernah ingin melepaskan Monica, Monica akan terus ia jaga sampai Monica mengandung anak nya.
Di tempat lain, Rakha ikut dengan kakek nya untuk bertemu dengan seseorang. Rakha tidak tau siapa orang itu, ia hanya ikut dengan Vano agar Vano tidak marah lagi pada nya.
"Siapa dia kek," tanya Rakha.
"Teman ku, mereka memiliki anak yang cantik dan berakhlak baik," jawab Vano.
"Kakak aku tidak kau berkenalan dengan siapa pun lagi, sudah aku ingin bertemu dengan Alice." Rakha pergi meninggalkan Vano.
"Anak itu sudah gila," kata Vano.
__ADS_1
Rakha menghubungi Alice agar Alice mengirimkan alamat rumah nya. Ia ingin membawa pacar nya itu jalan-jalan.
"Ayah pacar ku mau datang," ucap Alice.
"Sayang kamu yakin dia tidak akan mempengaruhi Karir mu," tanya Robert.
"Tidak yah, aku kerja dan dia pengusaha, hidup ku akan terjamin," jawab Alice.
"Dia anak keluarga mana," tanya Robert.
"Keluarga Efron yah," jawab Alice.
"Oh ya ya, aku perlu keseriusan nya," kata Robert.
Jika menikah dengan Rakha, Robert yakin kehidupan putri nya akan terjamin. Alice jadi tidak perlu lagi bersusah payah bekerja sana sini. Alice hanya tinggal menjalankan hobi model nya saja.
"Sayang," Alice langsung memeluk Rakha.
"Sayang aku sangat merindukanmu, baru saja kita bertemu tapi aku susah merindukan mu."
"Dasar bucin," ucap Alice.
"Kita mau kemana," tanya Rakha.
"Yes berarti kita akan menikah," tanya Rakha.
"Hahaha iya sayang, Kamu sudah tidak sabar menikah dengan ku," ucap Alice.
"Iya sayang, anu ku sudah ingin mencari sarang nya," kata Rakha.
"Dasar mesum," ucap Alice.
Rakha dan Alice langsung masuk ke dalam rumah. Rumah Alice tidak kalah besar dengan rumah Rakha, Rakha yakin Alice juga bukan keluarga biasa.
"Selamat siang," ucap Rakha.
"Siang, ini pacar mu Alice," tanya Robert.
"Iya ayah dia pacar ku, bagaimana dia tampan kan, gagah juga," jawab Alice.
__ADS_1
"Hmmm duduk," ucap Robert.
"Iya om, Terima kasih," kata Rakha.
"Kau serius dengan anak ku," tanya Robert.
"Serius om, aku ingin menikah dengan Alice," jawab Rakha.
"Menikah," kata Robert.
"Iya om, saya ingin menikah."
"Kau yakin dengan Alice, dia sedang aktif aktif nya menjadi model," tanya Robert.
"Hmmmm iya om, saya sangat yakin. Untuk masalah ini saya akan membiarkan dengan Alice, tapi untuk kehidupan Alice saya sanggup menanggung semua nya."
"Kau tidak menikah hanya untuk enak nya saja kan," tanya Robert.
"Tidak om," jawab Rakha.
"Nikahi Alice sekarang juga," ucap Robert.
"Sekarang juga, saya tidak bisa om."
"Kenapa tidak bisa, kau tidak serius," tanya Robert.
"Aku serius om, bukan begitu aku harus meminta izin orang tua ku, kakek ku dan keluarga ku yang lainnya," jawab Rakha.
"Kalau begitu, tidak bisa, kau tidak bisa menikah dengan Alice," ucap Robert.
"Ayah jangan begitu."
"Alice diam," ucap Robert.
"Bagaimana Rakha kau bisa," tanya Robert.
"Hmmmm aku, aku bisa menikah dengan Alice sekarang." Rakha menjawabnya dengan ragu.
"Jawab dengan tegas," kata Robert.
__ADS_1
"Iya om, saya bisa menikah dengan Alice," ucap Rakha.
"Bersiap lah, siang ini kalian berdua menikah," kat Robert.