
"Mau menikah dengan siapa yah," tanya Dylan.
"Jangan memancing ku Dylan," jawab Vano.
"Hahaha aku serius yah, ayo lah kau sudah berapa bulan tidak bergoyang, kamar mu juga sudah berantakan. Aku bantu cari jodoh ya," ucap Dylan.
"Dylan!!!...
"Hahaha iya iya aku mengalah," ucap Dylan.
"Dengan Vivi saja paman, dia masih 18 tahun," kata Verrel.
"Wah dapat daun muda," ucap Dylan.
"Maaf paman, ini pesan nya," kata Vivi sambil membawa berbagai macam makanan dan minuman, ia sudah melihat Dylan tadi dah ia juga sudah melebihkan semua nya agar tidak kurang.
"Vivi sudah punya pacar," tanya Dylan.
"Belum paman, Vivi tidak pacaran. Kalau ada yang serius itu lebih baik," jawab Vivi.
"Ayah mau tidak itu ada Vivi," kata Dylan.
"Dylan... Sudah jangan membuat ku malu," ucap Vano.
"Vivi mau dengan Vano," tanya Dylan.
"Dengan kakek, hehehe Vivi tidak bisa menjawab tetapi kalau sudah jodoh kenapa tidak," jawab Vivi yang takut menyakiti perasaan Vano.
"Tidak Vivi jangan sama kakek, sudah sana Vivi, kamu tidak cocok dengan kakek," ucap Rakha.
"Kau kenapa nya, seperti nya kau tidak suka jika kakek mu bersama dengan Vivi," kata Verrel.
"Paman kakek sudah cukup tua, Vivi masih 18 tahun, aku tidak setuju," ucap Rakha.
"Aku tidak perlu persetujuan dari mu. Kau suka dengan nya, kalau iya aku benar-benar akan menikahi nya. Kau sudah punya istri," kata Vano.
"Tidak kek aku tidak suka dengan nya, tapi aku tidak setuju jika kakek dengan Vivi," ucap Rakha.
"Sudah yah gas saja, jangan ragu, jangan dengarkan Rakha," kata Dylan.
Malam hari nya, semua orang sudah berada di ruang makan. Malam ini ada pergantian pelayan baru dan pelayan lama, pelayan lama yang sudah tua di rumah kan dengan pesangon tinggi, posisi mereka di gantikan dengan pelayan baru yang berasal dari panti yatim mereka kelola. Verrel mengambil dari panti karena mereka semua bisa di percaya.
"Kamu," ucap Vivi.
__ADS_1
"Vivi, aku sangat merindukanmu," kata Anita sambil memeluk Vivi.
"Kamu tinggal di sini, kamu menikah dengan anggota keluarga Efron," tanya Anita.
"Tidak aku hanya tinggal sementara di sini, kamu dari mana saja, kita sudah 5 tahun tidak bertemu," jawab Vivi.
"Banyak masalah di keluarga ku, dan sampai saat ini aku mendapatkan pekerjaan yang sangat membantu ku," ucap Anita.
"Ayo kita makan," ajak Vivi.
"Kamu aneh, aku makan di belakang, sudah kamu makan sana," ucap Anita.
"Kalau begitu aku ingin makan dengan mu di belakang."
"Tapi...
"Sudah tidak papa," ucap Vivi.
"Dimana Vivi," tanya Rakha dan Vano secara bersama.
Hal ini membuat semua orang melihat ke arah mereka berdua.
"Ada apa ini," tanya Alvaro.
"Tidak ada," jawab mereka berdua secara kompak.
"Dylan sudah berapa kali hari ini kau membuat masalah dengan ku," kata Vano.
"Hehehe iya yah, maafkan aku." Dylan langsung diam seketika.
"Van," ucap Alvaro.
"Hmmm," gumam Vano.
"Sudah mau menikah lagi," tanya Alvaro.
"Tidak," jawab Vano.
"Kalau iya aku akan mencari kan untuk mu, mau gadis, janda atau apa lah yang kau mau," ucap Alvaro.
"Aku belum mau menikah lagi," kata Vano.
"Oh belum mau, kalau belum masih ada harapan," ucap Alvaro.
__ADS_1
"Hmmmm," gumam Vano.
"Rakha kau jangan aneh-aneh ingat istri mu," ucap Verrel.
"Iya paman, aku selalu ingat pada nya," kata Rakha.
Di tempat lain Alice dan Stefan ternyata terbang di dalam satu pesawat yang sama. Duduk mereka berdua pun tidak berjauhan. Stefan memang sepupu dari Alice, Stefan juga sebagai tombak Alice agar bisa mendapatkan job model merek terkenal.
"Bagaimana dengan suami mu, berapa lama kau di Belanda," tanya Stefan.
"Satu minggu," jawab Alice.
"Kalau hanya satu minggu aku tidak bisa membantu mu untuk tanda tangan kontrak dengan perusahaan itu. 2 minggu baru aku bisa," kata Stefan.
"Iya dua minggu, nanti aku meminta izin pada nya," ucap Alice.
"Nanti setelah sampai aku harus melakukan perawatan, milik ku sudah tidak seperti dulu. Rakha selalu menggempur ku setiap malam. Sudah milik nya besar sekali," kata Alice.
"Hahaha tapi kau suka kan," tanya Stefan.
"Suka sekali, dia sangat luar biasa," Jawab Alice.
Malam sekali baru mereka berdua sampai di Belanda. Alice langsung pulang ke rumah nya. Sedangkan Stefan pergi bertemu dengan Kline nya yang sudah berada di apartemen nya.
"Ayah aku pulang," ucap Alice.
"Sudah lama kau tidak pulang, dimana suami mu," tanya Robert.
"Di rumah lah yah. Kenapa yah," tanya Alice.
"Oh sudah sana istirahat, mamah sedang menunggu mommy baru mu," jawab Robert.
"Terserah ayah, tapi jangan sampai aku punya adik lagi," ucap Alice dan pergi meninggalkan Robert.
Stefan sudah berada di apartemen. Ia menanyakan perjanjian untuk kontrak Alice dengan perusahaan Kline nya.
"Dia bisa di pakai tidak," tanya April.
"Bisa asalkan milik mu besar, dia sudah menikah milik suami nya besar, jika milik mu kecil tidak akan kerasa untuk mu," jawab Stefan.
"Kau menyepelekan ku, bagaimana dengan mu, kau sudah memakai nya," tanya April.
"Sudah puas." Stefan mengirimkan video nya dengan Alice saat sedang berhubungan.
__ADS_1
"Wah dia sangat seksi, aku mau," ucap April
Note : Semua nya pasti akan kebongkar dengan tersendiri nya. Tapi akan di buat agak berbelit karena ini series terakhir, author masih belum puas kalau tidak ada sesuatu yang 😮,