
"Kamu sangat penakut sekali." Ucap Akifa.
"Bukan penakut aku hanya trauma, kakek ku pernah mengurung ku di gudang yang sangat gelap, di sana banyak suara tikus dan hewan menjijikkan lainnya." Kata Verrel.
"Aku sudah mengetahui semua nya, kamu takut gelap, kamu tidak tahan alkohol tapi suka minum, kamu tidak bisa makan pedas, kamu sangat menyayangi bunda, kamu sangat manja ketika sakit."
"Kamu tau samua nya tentang ku. Dari mana kamu tau semua itu." Tanya Verrel.
"Dari bunda mu, bunda sudah menceritakan semua nya pada ku." Jawab Akifa.
"Bagus la, jadi kamu jangan pernah ceroboh ketika mengurus ku." Ucap Verrel.
"Mas, aku ngantuk menyingkir lah dari situ."
"Nanti aku masih ingin di sini, dan aku tidur di sini." Ucap Verrel.
Malam yang gelap telah berlalu, Verrel masih terlelap di atas tubuh Akifa, ia sangat nyaman berada di sana.
"Sayang bangun lah." Akifa menggoyang kan tubuh Verrel.
"Hmmm." Verrel mulai membuka mata nya.
"Jam berapa sekarang." Tanya Verrel.
"Jam 9." Jawab Akifa sambil melirik ke arah jam dinding.
"Mampus." Verrel bangkit dari atas tubuh Akifa dan langsung berlari keluar kamar.
"Dimana anak itu, kenapa lama sekali." Ucap Alex.
__ADS_1
"Maaf kek aku baru bangun." Ucap Verrel dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kau." Ucap Alex yang langsung menahan tawa nya saat melihat Verrel hanya menggunakan ****** *****.
Berbeda dengan Alex, mereka yang berada di ruangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. Sangking takut nya Verrel dengan Alex ia sampai lupa jika tadi malam diri nya habis bermain gemes bersama Akifa.
"Verrel, siapa yang mencoret-coret tubuh mu." Tanya Alvaro.
"Aaahhkkk." Verrel kembali berlari masuk ke dalam kamar nya.
"Ada apa sayang, kenapa kamu kembali lagi." Tanya Akifa.
"Lihat lah tubuh ku yang penuh dengan coretan mu, dan lagi aku tidak memakai pakaian hanya ****** *****, aku benar-benar sangat malu, mereka semua mentertawakan ku." Jawab Verrel.
"Itu salah mu, kenapa langsung berlari keluar, apa kamu tidak ingat tadi malam kita habis bermain games." Kata Akifa.
"Siap kan pakaian ku, aku mau mandi dulu." Verrel berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah 15 menit berada di dalam kamar mandi, Verrel pun keluar dari sana, ia melihat Akifa sedang berdiri di depan cermin memperhatikan tubuh jangan nya. Verrel mendekati Akifa dan memeluk nya dari belakang.
"Ada apa sayang." Tanya Verrel.
"Tubuh ku seperti semakin gemuk." Jawab Akifa.
"Bukan gemuk sayang, ini semakin membesar karena sering aku pupuk." Ucap Verrel.
"Sudah pakai pakaian mu."
"Pakai kan sayang." Verrel masih belum melepas kan pelukan nya.
__ADS_1
"Baik lah, lepas kan dulu pelukan mu sayang." Akifa mencubit pipi Verrel. "Kau sangat menggemaskan." Akifa memakai kan satu persatu pakaian Verrel, rasa malu dan canggung antara mereka berdua telah menghilang.
Setelah selesai Verrel kembali keluar dari kamar sedangkan Akifa memilih untuk mandi. Mereka semua yang berada di ruang keluarga hanya bisa menahan tawa membayangkan momen kocak tadi.
"Sudah kek, aku sudah siap." Ucap Verrel.
"Verrel, apa yang kau lakukan tadi malam, kenapa tubuh mu bisa seperti itu." Bisik Alvaro.
"Aku sedang bermain gemes dengan istri ku yah, kau harus mencoba nya. Nanti aku akan mengajari mu. Kau akan mendapatkan keuntungan."
"Ayo kita pergi." Ucap Alex.
"Jangan kau siksa anak ku yah, jangan kau kurung lagi di dalam gudang." Kata Alvaro.
"Kau jangan terlalu memanjakan nya, bukan nya kau senang jika anak mu menderita." Ujar Alex.
"Sedikit senang, tapi dia anak ku satu-satu nya walaupun jelek aku tetap menganggap nya anak ku." Ucap Alvaro.
"Jika ingin memuji jangan di campur dengan hinaan." Saut Verrel dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Alex dan Verrel pergi dari rumah ke suatu tempat, Alex akan mengajarkan Verrel sesuatu hal yang penting sebelum Verrel terjun ke Efron grup.
Hari cepat berganti, Verrel baru pulang bersama Alex pada malam hari dengan wajah yang dan tubuh yang lebam, Alvaro yang melihat itu merasa kasihan dengan putra nya tapi dulu ia juga pernah mengalami hal itu dan rasa nya benar-benar sakit.
"Sayang." Rengek Verrel yang mencari keberadaan Akifa.
Akifa yang berada di dalam kamar mandi langsung keluar saat mendengar suara suami nya.
"Sayang, kenapa dengan tubuh mu, wajah mu." Akifa panik saat melihat tubuh Verrel yang penuh dengan lebam.
__ADS_1
"Kakek menyiksa ku, kamu tau aku hampir mati di kroyok puluhan pengawal kakek yang sangat kuat. Aku tak sanggup." Verrel menjatuhkan tubuh nya secara kasar di atas kasur.