
"Aku lupa jika aku punya tanggung jawab satu lagi," kata Rakha.
"Ya sudah cepat Kirim biaya bulan nya," ucap Vivi.
"Berapa ya sayang aku tidak tau, dia sudah tidak model lagi karena hamil, tapi dia kan kaya raya," kata Rakha.
"Sepantasnya saja, uang bulanan ku sama kan saja dengan nya."
"Apa sama dengan uang bulanan mu, tidak lah uang bulanan mu saja 500, aku beri 50 saja lah," kata Rakha.
"Setidaknya lebih sayang," ucap Vivi.
"Ada ya wanita seperti kamu, iya aku kirim seratus," kata Rakha.
"Hahaha itu lebih baik. Setelah selesai mengirim nya kamu langsung mandi ya, aku ingin mengambilkan sarapan untuk kamu dulu," ucap Vivi.
"Oke sayang, aku mandi dulu." Rakha pergi masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Vivi mengambil sarapan untuk Rakha.
Kenzo juga baru turun dari kamar nya, seperti biasa nya ia mengambil sarapan sehat untuk istri nya. Sarapan yang cukup untuk memenuhi gizi anak nya. Saat di ruang makan ia terkejut masih ada beberapa sepupu nya kasih di sana, ia pikir mereka semua sudah berangkat.
"Kenzi tidak ada," tanya Kenzo.
"Dia CEO sudah pasti berangkat pagi," jawab Axel.
"Kenzo apa kabar dengan mu," tanya Zayan yang berkunjung ke rumah ini.
"Sangat baik Zayn, bagaimana kandungan Nadia," tanya Kenzo.
"Kandungan nya sangat baik, kandungan istri mu, aku dengar sudah mau melahirkan?"
"Iya sudah hampir masuk ke bulan nya, 1 minggu lagi akan aku bawa ke rumah sakit," kata Kenzo.
"Semoga semua nya sesuai dengan apa yang kau inginkan," kata Zayn.
"Iya Zayn Terima kasih, aku ambil sarapan untuk istri ku dulu," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Aahkkkk kenapa tiba-tiba aku mual begini ya," kata Vivi yang mau kembali lagi naik ke atas kamar.
"Vivi kenapa kembali naik," tanya Axel.
"Aku mual, maaf," jawab Vivi dan langsung berlari kembali ke lantai atas.
"Hahaha aku rasa Rakha gas pol dan Vivi sudah mengandung," kata Axel.
"Aku rasa juga begitu," ucap Zayn.
Vivi langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia tidak peduli dengan Rakha yang sedang mandi tanpa memakai apapun. Makanan yang ada di dalam perut nya harus segera di keluarkan.
"Uwekkk uwekkk."
Rakha terkejut melihat Vivi yang muntah-muntah, padahal tadi Vivi masih baik-baik saja tanpa gangguan apapun.
"Kamu kenapa sayang," tanya Rakha.
"Perut aku mual sayang, aku tidak tau kenapa," jawab Vivi.
"Aku tidak mungkin hamil, dua hari lalu kan baru test pack dan hasil nya negatif," ucap Vivi.
"Apa yang tidak mungkin sayang, aku selesai mandi dulu, setelah itu kita langsung ke rumah sakit," kata Rakha yang sangat eksaited.
Setelah selesai mandi, selagi menunggu istri nya membersihkan diri Rakha langsung menghubungi kakek nya. Orang pertama yang harus ia beri kabar sudah pasti Veno kakek nya.
"Hmmmm ada apa," tanya Vano.
"Kakek kalau istri ku mual mual apa hamil," tanya Rakha.
"Mungkin iya mungkin juga tidak, sudah berapa lama mual nya?"
"Baru saja padahal tadi tidak, tapi saat aku mandi Vivi muntah-muntah," kata Rakha.
"Oh bisa jadi hamil, bawa saja ke rumah sakit," ucap Vano.
__ADS_1
"Saat nenek hamil apa sama seperti ini," tanya Rakha.
"Sama si, dia muntah-muntah dan langsung hamil saat test pack," jawab Vano.
"Ya sudah kek ini memberikan ku harapan lebih," kata Rakha.
"Hahaha anak itu," ucap Vano.
"Ada ala yah," tanya Dylan.
"Kau akan mendapatkan cucu," jawab Vano.
"Apa benar yah, kenapa dia tidak memberitahu ku, malah memberitahu mu dulu," ucap Dylan.
"Belum pasti si, saat ini baru mau di periksakan," kata Vano.
"Oh iya aku dengar mantan istri Rakha sedang hamil," tanya Dylan.
"Iya dia sedang hamil, aku tidak tau itu anak siapa," jawab Vano.
"Jika dia anak Rakha bagaimana?"
"Aku akan mengambil nya, aku tidak mau anak itu berada di tempat yang salah," kata Vano.
Sesampainya di rumah sakit. Rakha dan Vivi langsung masuk ke dalam dalam ruang pemeriksaan. Vivi berbaring di atas tempat tidur untuk di periksa perut nya.
"Bagaimana dok," tanya Rakha.
"Itu anda bisa melihat nya sendiri ada embrio di dalam sana," jawab Dokter.
"Sayang aku hamil," kata Vivi.
"Yes akhirnya kamu hamil, aku sangat senang," ucap Rakha yang benar-benar merasa merdeka. Ia sudah bisa mengejar ketinggalan dari sepupu nya.
Sudah bosan ya, hahaha maaf ya sebentar lagi tamat kok. kurang dari 20 bab lagi...
__ADS_1