
"Sayang itu makanan apa." Tanya Rizky.
"Makanan apa ya, aku juga tidak tau, kamu mau mencoba nya."
"Boleh, seperti nya enak sayang." Rizky dan Alana langsung berjalan mendekati makanan yang ingin mereka beli.
"Pak ini namanya apa ya, kamu mau dua pak." Ucap Alana.
"Ini nama nya kerak telor, oke saya buatkan dulu ya."
Tak lama makanan yang mereka berdua pesan jadi, Alana langsung membayarnya sedangkan Rizky langsung memakannya karena sudah tidak sabar sedari tadi.
Sementara itu Dylan dan Alana sedang berada di restoran milik Dylan yang baru saja pembukaan. Jiwa bisnis Vano benar-benar turun pada Dylan yang sangat pintar dalam hal bisnis. Baru saja dia terjun ke dunia bisnis Dylan sudah dapat membuka beberapa cabang restoran besar, bukan hanya restoran tetapi bisnis lainnya.
"Sayang aku bosan." Ucap Lia.
"Sayang kenapa kita bisa menikah dan saling mencintai ya, padahal dulu pertama kali aku bertemu dengan mu, aku tidak suka dengan mu." Kata Dylan.
"Ya karena aku cantik, pintar dan jago dalam semua hal, jadi kamu suka dengan ku."
"Iya juga si, Verrel benar cinta akan datang dengan berjalannya waktu." Ucap Dylan.
"Kamu saja yang bucin pada ku."
"Mana ada aku tidak bucin." Ucap Dylan.
"Kalau begitu tidak ada jatah malam ini." Kata Lia.
"Eh jangan, ini kan jadwal ku, kalau kamu hamil 3 hari sekali kalau tidak setiap hari." Ucap Dylan.
__ADS_1
"Hadeh kalau jatah saja tidak bisa di hilangkan, padahal dulu siapa yang menolak ku."
"Sayang maaf, kamu marah pada ku." Tanya Dylan.
"Kamu menikah dengan ku, karena hanya jatah kan."
"Tidak sayang karena aku mencintaimu, aku ingin kamu ibu dari anak-anak ku, dan sekarang kamu sedang melakukan nya." Kata Dylan.
"Semoga anak kita nanti tidak seperti mu yang mesum tiada tara." Ucap Lisa sambil mengusap perut nya.
Siang hari nya setelah mereka semua puas dan sudah membeli untuk di bawa pulang juga, mereka langsung kembali masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah.
"Sayang hp mu berbunyi." Ucap Akifa.
"Halo ada apa." Tanya Verrel.
"Tuan restoran yang tuan minta sudah jadi dan bapak itu juga sudah menuju perjalanan ke restoran ini, apa tuan mau datang juga."
"Siapa Verrel, mau kemana kita." Tanya Rizky.
"Sebentar dia belum mengirimkan alamatnya." Jawab Verrel.
"Sayang siapa yang telepon tadi." Tanya Akifa.
"Orang suruhan ku sayang, Rizky aku sudah mengirimkan nya, kita langsung ke alamat itu." Ucap Verrel.
"Cukup jauh." Rizky langsung membawa mobil itu ke alamat yang Verrel kirim.
Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka berempat sampai di alamat yang Verrel maksud.
__ADS_1
"Sayang bangun kita sudah sampai." Ucap Verrel.
"Alana bangun, hey bangun atau aku makan kamu." Tangan Rizky menyelinap masuk ke dalam baju Alana.
Sontak Alana langsung menepis nya. "Mesum." Ucap Alana yang berusaha mengumpulkan nyawa nya.
Mereka berempat keluar dari mobil, dan langsung masuk ke dalam restoran yang baru saja di bangun.
"Restoran siapa sayang, ornamen dan desain nya seperti untuk jualan sate kambing." Tanya Akifa.
"Verrel jangan-jangan kau membuatkan restoran untuk akang sate kambing itu." Tanya Rizky.
"Iya ternyata kau masih ingat, sayang aku membuat restoran untuk membantu nya, semoga saja dengan ini jualan nya semakin laris dan keluarga nya semakin Makmur." Ucap Verrel.
"Aku bangga dengan mu." Akifa memeluk Verrel dengan erat.
Rizky dan Alana tidak habis pikir Verrel dapat membuatkan orang yang sama sekali tidak di kenal sebuah restoran.
"Aku bangga pada mu, padahal kau sudah memberi bapak itu banyak uang." Ucap Rizky.
Tak lama akang sate itu datang bersama keluarga kecilnya, istri serta dua anak kembar laki-laki yang menarik perhatian Verrel. Ia ingin anak nya seperti itu juga.
"Mas." Ucap akang sate.
"Verrel pak." Verrel menyalami akang sate itu.
"Mas Verrel, yang memborong sate saya saat itu kan."
"Iya pak, bapak masih mengingat saya." Tanya Verrel.
__ADS_1
"Mana mungkin saya melupakan orang yang sudah sangat berjasa seperti mas Verrel." Jawab akang sate.