
"Ada apa dengan nya, apa yang membuat nya marah," ucap Alice.
"Sayang kamu kenapa, ayo kamu ada pemotretan selanjutnya. Apa kamu ingin satu ronde lagi," tanya April.
"Seperti nya suami ku sedang marah, apa dia tau apa yang aku lakukan di sini," jawab Alice.
"Tida ada dia ada aku, apa repot nya. Kamu jangan takut sendiri, selagi kamu masih bisa memuaskan ku aku tidak akan mencampakkan mu," ucap April.
Alice cukup sakit hati dengan apa yang di katakan April, pandangan Rakha dan April sangat berbeda kepada nya. Rakha menganggap diri nya istri dan memiliki pandangan penuh dengan cinta, tetapi April hanya memandang nya sebagai pemuas ***** saja.
"Kamu kenapa," tanya Rakha.
"Tidak papa, ayo kita lanjut, aku sudah sangat lelah," jawab Alice.
Kembali ke Indonesia, Rakha dan Vivi sudah dalam perjalanan pulang. Hari ini Cafe tutup lebih cepat karena semua bahan sudah habis. Awal nya Vivi ingin berbelanja bahan, tetapi Rakha meminta nya untuk pulang terlebih dahulu, nanti malam baru mereka akan pergi bersama.
"Rakha kamu terlihat lebih senang dari biasa nya," ucap Vivi.
"Aku tidak ingin kesedihan ku terlihat, untuk apa aku bersedih hanya karena wanita itu. Harga diri ku jauh lebih mahal dari pada nya," kata Rakha.
"Hahaha kamu benar, sudah jangan bersedih, ada aku yang akan membuat mu bahagia," ucap Vivi.
"Kamu bisa membuat ku bahagia," tanya Rakha.
"Bisa dong, dengan ini." Vivi mencubit perut Rakha. Tetapi tidak bisa karena perut Rakha memiliki roti sobek yang sangat kokoh.
"Tidak bisa, hahaha kamu jangan menyepelekan ku," ucap Rakha.
"Hehehe maaf, aku lancang," kata Vivi.
"Tidak papa, aku lebih suka kamu lepas seperti ini," ucap Rakha.
Tidak berbeda deng pasangan ini. Anita sedang memikirkan Vano, ntah kenapa kakek satu itu membuat otak nya selalu saja traveling. Belum lagi saat diri nya di gendong oleh Vano, hal itu selalu saja membuat nya teringat akan sesuatu.
"Dia sudah pernah menikah, untung urusan itu jangan di ragukan lagi. Tapi untuk usia Akkkk dia terlalu berumur," batin Anita.
"Anita bodoh, kenapa kau seperti sangat percaya diri seperti itu. Ya kalau dia mau dengan mu, kau saja hanya pelayan. Apa yang bisa dia harapkan dari mu," ucap Anita.
"Kau sedang memikirkan ku kan," tanya Vano.
"Ayam ayam." Anita terkejut dengan kedatangan Vano yang datang secara tiba-tiba.
"Hahaha kau kenapa, ayam ayam, dimana ada ayam," tanya Vano.
__ADS_1
"Bapak membuat ku terkejut," ucap Anita.
"Jika bekerja yang fokus jangan memikirkan ku, ya aku memang tampan. Banyak wanita yang selalu memikirkan ketampanan ku," kata Vano.
"Tiap ah, siapa juga yang memikirkan bapak, daya hanya memikirkan adalah, bapak tidak boleh tau," ucap Anita.
"Ciah siapa juga yang mau tau, aku juga sudah tau kau memikirkan ku, hahaha sudah buatkan aku kopi tidak pakai gula, kopi nya dua sendok kasih sedikit garam."
"Untuk apa pak di kasih sedikit garam," tanya Anita.
"Tidak papa, jangan banyak tanya," jawab Vano
Annisa pergi meninggalkan Vano, ia langsung membuat kopi yang Vano minta. Tak lama ia kembali dengan membawa kopi spesial buatan nya.
"Hmmm seperti nya enak," ucap Vano sambil mengambil kopi itu dari tangan Anita.
"Uwekkk asin," teriak Vano.
"Asin maaf Pak, bukan nya tadi bapak minta pakai dua sendok garam," tanya Anita.
"Anita kau aneh dan bodoh sekali, aku katakan dua sendok kopi dan sedikit garam," jawab Vano.
"Ahkkk maaf Pak, saya salah maafkan saya," ucap Anita. Anita merasa hari ini diri nya sangat gila, biasa-bisa nya ia melakukan hal ceroboh seperti itu.
"Satu dua tiga...
"Byurrrr..." kopi yang Rakha minum tersembur dari mulut nya. Ia tidak pernah merasakan kopi seasin ini.
"Rakha," ucap Vano.
"Rakha kamu jorok sekali." Vivi langsung mengambil tisu untuk membersihkan diri nya.
"Maaf maaf, tapi kopi ini sangat asin, siapa yang membuat nya," tanya Rakha.
"Maaf tuan, saya yang membuat nya," jawab Anita.
"Oh kau Anita, aku rasa seperti nya kau ingin cepat menikah ya, membuat Kopi saja sampai seasin ini," ucap Rakha.
"Nah iya benar, kau ingin menikah kan," tanya Vano.
"Hahaha ada seperti itu, mungkin saja Anita salah mengambil gula, ia pikir gula ternyata garam."
"Bukan salah mengambil Vivi, tapi aku salah mengingat, aku pikir dia sendok garam dua sendok kopi ternyata dua sendok kopi sedikit garam," ucap Rakha.
__ADS_1
"Hahaha siapa juga yang meminum kopi pakai garam," tanya Vivi.
"Eh Vivi kamu tida tau, aku saja suka kok, enak sedikit garam," jawab Rakha.
"Hahaha iya iya, kalian kan memang aneh. Sudah Terima kasih Rakha atas tumpangan nya. Aku ingin mandi karena ulah mu," ucap Vivi dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Rakha bagaimana," tanya Vano.
"Bagaimana apa nya kek," tanya Rakha.
"Hubungan mu dengan Vivi, apa ada kemajuan," tanya Vano.
"Tidak juga kek, tapi aku sudah mengatakan lalu aku suka dengan nya," jawab Rakha.
"Kau gila, kau belum resmi bercerai dan kau sudah suka dengan nya," ucap Vano.
"Hahaha lebih baik jujur kan kek," kata Rakha.
"Iya iya iya, sudah menikah saja lah," ucap Vano.
"Mau!!!!,"
"Hahaha kau ya, sudah selesai kan dulu, baru kau bisa menikah," ucap Vano.
"Hahaha kakek saja lah yang menikah lebih dulu," kata Rakha.
"Dengan siapa, aku kan tidak dekat dengan siapapun," ucap Vano.
"Kata siapa itu si pembuat kopi asin," kata Rakha sambil menunjuk ke arah Anita yang sedang melanjutkan pekerjaan nya.
"Tidak, dia tidak bisa membuat kopi yang enak," ucap Vano.
"Kan bisa kakek ajari, sudah mau ya aku akan menikah jika kakek menikah," kata Rakha.
"Kau dulu, baru aku akan menikah," ucap Vano.
"Aku akan pisah saat Alice kembali, nah setelah kamu selesai berpisah aku akan langsung melamar Vivi."
"Hmmm kalau kau ingin menikah lebih cepat juga bisa si, kau dan Alice menikah tidak terdaftar di negera ini. Semua data mu juga masih singel," ucap Vano.
"Kalau itu mah, aku ya mau saja. Tapi yang Vivi nya ini, aku tidak tau dia mau dengan ku atau tidak," kata Rakha.
"Itu kau tenang saja, semuanya akan aku yang mengatur, coba saja kau lebih bersabar waktu itu pasti kau bisa mendapatkan wanita seperti Vivi."
__ADS_1
"Kakek sudah janji tidak membahas nya," ucap Rakha.