
Alex bangkit dari duduk nya da memukul kaca yang di pakai agnes untuk berias dengan keras, perlahan tangan nya mengeluarkan dara segar, pandangan nya juga mulai kabur dan tak lama alex pingsan. Kevin langsung membawa alex menuju ranjang dan langsung memanggil dokter rendy untuk datang.
Sementara itu selama beberapa hari tubuh agnes terasa sangat lemas dan lesu, kepala nya sering terasa pusing dan perut nya terasa sangat mual. Keluarga agnes sedikit curiga dengan tingkah laku agnes yang menurut mereka sedikit aneh.
"Apa kamu baik-baik saja nes." tanya tina mamah agnes.
"Iya mah, agnes masuk kedalam kamar dulu." ucap agnes.
Saat agnes bangkit dari duduk nya kapalah nya terasa sangat pusing, pandangan nya terasa kabur dan tak lama agnes pun jatuh pingsan. Keluarga agnes yang melihat itu langsung membawa agnes menuju kelinik terdekat.
Alex sedang di periksa oleh rendy, ia banyak sekali kehilangan energi mengakibat kan tubuh nya terasa sangat lemas. Rendy memberikan infus di tangan alex untuk mengembalikan energi nya yang hilang.
Agnes telah tiba di klinik terdekat, ia langsung di tangan oleh beberapa bidan klinik tersebut.
"Apakah di sini ada suami nya." tanya bidan tersebut.
"Suami, setau saya anak saya belum menikah. ujar anggara.
"Menurut hasil tes, anak bapak hamil dan kandungan nya sudah berumur 2 minggu." ucap bidan klinik.
Mereka yang mendengar itu sangat terkejut, mereka sangat bahagia karena akan memilki seorang cucu tapi disisi lain mereka berdua bingung karena setau mereka agnes belum menikah.
Agnes mulai tersadar dari pingsan nya, kepalah nya masi sedikit terasa pusing.
"Aku dimana mah." tanya agnes.
"Di klinik sayang." jawab tina.
"Nes papah ingin bertanya apa kau kamu sudah menikah." tanya anggara.
Agnes yang mendapat kan pertanyaan itu langsung diam seketika ia sangat bingung harus menjawab apa.
Agnes hanya menganggukkan kepalah nya pertanda ia membenar kan pertanyaan orang tua nya.
__ADS_1
"Syukurlah, kami fikir kamu hamil di luar nikah." ujar anggara.
"Maksud nya aku hamil." ucap agnes.
"Iyah nes, kamu hamil dan kandungan kamu sudah berumur 2 minggu." ujar tina.
Agnes kembali menitihkan air mata, sedih atau bahagia ntalah ia tidak bisa mengartikan air mata itu.
Tina memeluk agnes dengan erat, ia curiga jika agnes sedang ada masalah dengan suami nya.
Alex mulai tersadar dari pingsan nya, ia merasakan tangan nya sedikit terasa sakit akibat ia memukul kaca tadi dan tubuh nya terasa sangat lemas sekali. Saat melihat ranjang yang kosong di samping nya ia langsung teringat akan istri nya, ingin sekali ia bertemu dengan istri nya itu walaupun untuk yang terakhir kali nya.
Suara azan isya berkumandang, membuat hati alex tergerak untuk melakukan shalat isya. tetapi tubuh nya tidak memungkinkan nya untuk ia mengambil air wudhu. Alex langsung teringat apa yang pernah di katakan agnes jika ia tidak bisa berwudhu ia bisa mengganti nya dengan tayamum.
Alex memperaktekan apa yang pernah agnes ajarkan pada nya, dan ia pun melakukan shalat isya dengan posisi tidur. Alex menumpahkan semua kesedihan nya di dalam doa nya dan dia menyerah kan semuanya pada yang di atas, apa yang terbaik untuk nya dan untuk agnes.
Beberapa hari berlalu, kehidupan alex mulai normal kembali, ia sudah mau masuk kedalam kantor walaupun masih terlihat seringan temenung sendiri. Berbeda dengan alex, kehidupan agnes menurut nya terasa lebih sulit ketika ia mengetahui jika ia sedang hamil anak dari alex.
Sampai sekarang agnes masih belum memberitahu kan siapa ayah dari anak nya itu, ia takut orang tua nya langsung menyuruh nya untuk menggugurkan bayi nya ketika tau jika ayah dari anak nya adalah orang yang menghancurkan keluarga nya dulu.
"Nes, apa suami mu sudah kamu beritahu jika kamu sedang hamil." tanya tina.
Agnes menggelengkan kepalah nya sambil menundukan kepalah nya.
"Apa pun masalah kalian, suami mu berhak tau kalau kamu sedang hamil anak nya." ujar anggara.
"Ayah dari anak ini tuan alex pah." ucap agnes sambil menangis.
Mereka semua terkejut ketika mendengar itu, tina langsung memeluk agnes dengan erat.
"Kembali lah padanya, lupakan semua yang pernah ia lakukan pada keluarga kita." ucap tina yang mulai mengerti kenapa selama ini agens terlihat sangat murung.
"Iya nes, jika kalian saling mencintai, kembali lah bersama nya dendam tidak membuat hidup ini lebih baik." ucap anggara.
__ADS_1
Agnes hanya diam dan menangis di dalam pelukan orang tua nya. Siang hari nya agnes memutuskan untuk pergi kekota ia berniat menyelesaikan masalahnya apapun keputusan nya nanti ia masi tidak tau.
Ia membuka dompet nya untuk membayar mobil sewa, saat membuka dompet itu ada batu kecil yang jatuh dari dompet itu yang membuat agnes ingat pada suatu tempat.
Sebelum ko kota ia memutuskan untuk pergi ketempat itu terlebih dahulu. Kurang lebih 3 jam perjalanan menuju tempat itu, sempai nya di sana agnes melihat tempat itu sudah dipenuhi bayak orang berbeda saat awal ia ketempat ini.
Ia perlahan berjalan menuju lubang tempat ia harus meletakkan batu itu, saat sudah dekat dengan lubang agnes melihat seseorang yang tidak asing menurutnya, laki-laki itu sedang berdiri menatap lubang itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Sambil berjalan agnes menatap alex dengan tatapan seribu arti dan tak lama alex melihat kearah agnes yang membuatnya terkejut. Ingin rasa nya ia berlari memeluk agnes tetapi ia menahan itu dan hanya bisa membalas tatapan dari agnes.
Jarak diantara mereka berdua hanya tinggal beberapa langkah lagi, mereka berdua hanya saling memandang satu dengan yang lainnya. Alex sudah tidak bisa menahan diri nya lagi, ia menarik tangan alex dan memeluk nya dengan sangat erat sambil menangis.
Begitu juga dengan agnes ia memeluk tubuh alex dengan sangat erat sambil menangis. Setelah beberapa menit mereka berpelukan, mereka berdua melepas pelukan itu.
"Kembali lah pada ku." ucap alex sambil menatap agnes.
Agnes mengangguk pertanda ia bersedia kembali dengan alex, mereka berdua pun kembali berpelukan melepaskan semua kerinduan yang sudah menggebuh-gebuh.
Agnes mengambil dompet nya dan mengeluarkannya batu kecil dari dompet nya itu, begitu juga dengan alex, mereka berdua melempar batu itu kedalaman lubang itu.
"Kita berdua akan kembali lagi ketempat ini." ujar alex.
"Bukan berdua tetapi bertiga." ucap agnes.
"Maksud nya, jangan-jangan." ucap alex.
"Iya aku hamil." ucap agnes sambil tersenyum.
Alex yang mendengar itu langsung melompat-lompat seperti anak kecil yang mendapatkan permen.
Seseorang yang di takdir kan untuk kita, walau di jauhkan dengan cara apapun, dia akan kembali untuk kita.
Tamat...
__ADS_1