
"Sayang, ada apa." Tanya Desy.
"Ada Rizky dan yang lainnya. Mereka datang berkunjung." Jawab Candra.
"Ayo cepat tidur lama sekali kau tidur nya." Candra menunggu adik nya yang tidak mau tidur karena belum puas.
"Aku mandi dulu, kamu cepat buka kan mereka pintu." Desy memunguti pakaian nya dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.
"Nah setelah goa nya pergi baru tidur." Candra membersihkan diri nya dengan handuk setelah itu memakai pakaian nya kembali dan langsung berlari menuju gerbang.
"Lama sekali kau." Teriak Dylan.
"Maaf, kalian tidak bilang jika mau berkunjung." Candra langsung membuka gerbang.
"Rizky." Candra memeluk Rizky.
"Meskipun kau bandel aku tetap merindukan mu." Rizky membalas pelukan dari Candra.
"Sudah ayo masuk dulu, nanti saja berpelukan nya. Panas." Ucap Dylan.
"Hehehe ayo kita masuk."
"Apa istri kalian sudah pada hamil, jangan bilang aku membalap kalian." Tanya Candra.
Rizky langsung memberikan tatapan tajam pada Candra, Karena mereka ingin menjaga perasaan Verrel.
"Dimana kamar nya, aku ingin beristirahat." Ujar Verrel.
"Di lantai dua, ada banyak kamar dan sudah ada kuncinya. Kau pilih saja." Kata Candra.
__ADS_1
"Ayo sayang." Verrel membawa Akifa masuk ke dalam kamar.
"Candra, jangan bahas kehamilan." Kata Rizky saat melihat Verrel sudah pergi.
"Ada apa, dan seperti nya Verrel sedang ada masalah."
"Istri kami sudah pada hamil, sedangkan istri Verrel belum. Mereka menikah sudah cukup lama, dan Verrel sedang bersedih masalah itu. Jika kita berkumpul jangan membahas tentang kehamilan." Kata Dylan.
Verrel memeluk Akifa dan berusaha memejamkan mata nya, tapi ia sama sekali tidak bisa tidur. Perasaan nya benar-benar sedang tidak enak.
"Sayang jangan di pikiran perkataan Candra tadi." Kata Akifa.
"Sayang, tumben kamu yang berbicara seperti itu." Verrel menaikan kepala nya karena terkejut dengan perkataan Akifa.
"Aku sudah menganggap nya biasa, kamu tampak sekali tersinggung dengan perkataan Candra tadi."
"Aku malah memikirkan kamu, aku takut kamu menangis lagi."
"Sayang stop menyalahkan diri mu, sudah berapa kali aku bilang, aku tidak masalah kita punya anak. Yang terpenting kamu. Kamu harus selalu ada di sisi ku."
"Jika aku meminta kita berpisah bagaimana, jika aku terbukti bukan wanita yang sempurna bagaimana."
"Aku tidak akan mau, aku akan menyewa 1000 pengacara terbaik agar tidak ada yang bisa memisahkan kita. Aku sangat mencintaimu."
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu." Akifa mencium leher Verrel.
"Sayang kamu memancing ku."
"Bukan nya kita sudah lama tidak melakukan nya, karena setiap malam aku menangis dan kamu tidak tega jika harus meminta nya."
__ADS_1
"Hehehe, aku tidak tega sayang, walaupun aku sangat ingin tapi jika melihat mu menangis hati ku terasa sangat sakit, dan aku tidak kuasa meminta mu untuk melayani ku." Kata Verrel.
"Jika aku yang meminta nya kamu mau tidak." Tanya Akifa.
"Maksud kamu." Tanya balik Verrel.
"Sayang aku ingin kamu sentuh, aku sudah lama kamu anggurin." Ucap Akifa dengan suara manja.
"Sayang kamu bisa seperti ini, tentu saja aku kau. Kamu mendapat banyak pahala."Ucap Verrel yang sangat senang.
"Sayang I'm coming." Tanpa ragu-ragu Verrel langsung menerkam istri nya yang meminta nya duluan.
"Dimana Verrel." Tanya Rizky.
"Dia sedang melakukan nya." Jawab Dylan.
"Rizky, apa Vila mu tidak kedap suara." Tanya Dylan.
"Kedap jika di kunci, apa dia tidak mengunci kamar nya." Tanya balik Rizky.
"Seperti nya iya, desahan mereka berdua terdengar sangat jelas saat aku lewat tadi. Apalagi Verrel yang seperti keenakan."
"Aku ingin, tapi istri ku belum bisa. Bagaimana ini." Ucap Rizky.
"Ada tangan mu, sana olahraga lima jari." Kata Dylan.
Sore hari nya mereka berdua baru selesai bercinta. Menebarkan benih berharap benih itu dapat segera tumbuh menjadi apa yang selama beberapa ini mereka harapkan.
"Terimakasih sayang, hanya kamu yang bisa membuat ku senafsu ini." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Bila ada wanita yang mengajak mu untuk tidur apa mau." Tanya Akifa.
"Bagaimana bisa. Adik ku mana mungkin bangun, hanya kamu yang dapat membangunkan nya."