
"Kau pulang tidak memberitahu ku." Dylan langsung memeluk anak semata wayang nya.
"Kakek yang melarang ku untuk memberitahu mu, ayah aku ingin menikah," kata Rakha.
"Jangan gila Rakha, dengan siapa kau mau menikah dan untuk apa kau mau menikah. Kau saja belum bekerja selesai kan dulu apa yang kau kerjakan dengan kakek mu," ucap Dylan.
"Iya juga aku menikah dengan siapa, aku saja tidak punya pacar. Dan aku juga belum menyelesaikan tugas ku," kata Rakha.
"Hahaha sudah tenang saja, tugas mu hanya 5 bulan lagi. Setelah itu ayah akan mencari kan jodoh untuk mu. Wanita mana yang kau mau," tanya Dylan.
"Aku ingin menikah dengan wanita seperti Sakura," jawab Rakha.
"Tunggu-tunggu kau suka dengan Sakura," tanya Dylan.
"Eh tidak yah," jawab Rakha.
"Jangan bohong pada ku, kata kan dengan benar. Tadi Verrel memberitahu ku kau menangis."
"Aku menangis karena merindukan mu," jawab Rakha.
"Jangan suka dengan istri orang, ayah tidak suka dengan hal itu. Jaga baik-baik nama baik mu," ucap Dylan.
"Iya yah, aku tau itu. Cari kan aku calon istri yang cantik ya," kata Rakha.
"Kau selesai kan semua tugas mu dulu, aku akan memberikan mu pekerjaan dan setelah itu aku akan mencarikan mu calon istri," ucap Dylan.
"Nanti aku tagih janji mu, sekarang temani aku tidur aku lelah."
"Kenapa kau seperti Vero begini, sangat manja pada ku," tanya Dylan.
"Kau sudah terlalu lama berpisah dengan mu, jadi aku ingin bermanja dengan mu," jawab Rakha.
Malam hari nya, sudah waktunya untuk bergantian menjaga Kenzi. Akifa dan Karla juga sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Sebenarnya Karla tidak mau pulang ke rumah tetapi sesuai dengan perintah dari dokter akhirnya Karla mau pulang ke rumah.
Semua ini juga demi kebaikan Karla sendiri, Karla masih hamil muda dan sangat rentan jika terlalu kelelahan. Dokter juga memberitahu pada mereka jika Kenzi mustahil untuk bangun cepat, ia masih terjebak di dalam alam bawa sadar sana.
Kenzo dan Verrel sudah siap untuk pergi ke rumah sakit. Mereka berdua tinggal menunggu Axel serta Rakha yang juga ingin ikut, sebagai sepupu yang baik mereka berdua datang menjenguk sepupu mereka yang sedang sakit.
"Sudah siap," ucap Rakha.
__ADS_1
"Mata mu kenapa Rakha," tanya Kenzo.
"Sedikit bengkak, aku tadi hmmm..
"Dia menangis, sudah ayo cepat Akifa dan Karla sudah menunggu kita," kata Verrel.
Sesampainya di rumah sakit mereka semua langsung menuju ke ruangan Kenzi, ternyata di depan ruangan itu sudah ada Karla dan Akifa yang sedang menunggu mereka.
"Sudah mau pulang bun," tanya Kenzo.
"Iya sayang, Karla harus istirahat di rumah. Bunda dan Karla akan pulang bersama siapa," tanya Akifa.
"Dengan ku saja tan, aku hanya ingin melihat kondisi Kenzi, setelah itu aku ingin langsung pulang ke rumah," jawab Axel.
"Ya sudah ayo kita masuk, agar Axel bisa cepat mengantarkan mereka pulang," ujar Verrel.
Di dalam sana tiba-tiba suana menjadi sangat hening, hanya terdengar suara alat yang terpasang di tubuh Kenzi. Mereka semua masih tidak menyangka jika Kenzi mengalami hal yang sangat buruk begini.
"Kenzi aku dan Axel datang untuk mu. Cepat bangun Kenzi kami benar-benar sangat merindukan mu," ucap Rakha.
"Kami yakin kau kuat Kenzi, kau tidak selemah ini, kami selalu menunggu kau bangun Kenzi," kata Axel.
Setelah beberapa saat melihat Kenzi, Axel berjalan keluar dari ruangan itu karena harus mengantarkan Akifa dan Karla pulang.
"Kau mau kemana si, aku yakin kau mau pergi," tanya Rakha.
"Iya aku akan pergi sebentar setelah mengantarkan tante dan Karla. Aku janji akan kembali," jawab Axel.
Rakha mulai merasakan ada hal aneh pada Axel, ia yakin ada yang Axel sembunyikan selama ini pada nya. Axel dan yang lainnya telah pergi meninggalkan nya, ia kembali masuk ke dalam bergabung bersama Verrel dan juga Kenzo. Malam ini mereka bertiga bertugas menjaga Kenzi di rumah sakit.
"Bagaimana bisa begini paman, bukan nya Kenzi sangat pintar dalam urusan nembak menebak," tanya Rakha.
"Semua terjadi tanpa prediksi kita Rakha, mereka menembak Kenzi dari titik buta kami," jawab Verrel.
"Terus bagaimana dengan pelakunya, apa dia masih hidup?"
"Tidak dia sudah mati, pasukan kami langsung membunuh nya," kata Verrel.
Pukul 2 dini hari, karena tidak bisa tidur dan merasa sangat cemas, Rakha berjalan keluar dari ruangan itu. Ia berjalan-jalan mencari angin segar rumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa Malam-malam begini terasa sangat menyeramkan," ucap Rakha.
Rakha semakin jauh meninggalkan ruangan itu, sampai ia tiba di minimarket dua puluh empat jam. Rakha masuk ke dalam untuk membeli air mineral. Dari dalam sana Rakha melihat seseorang yang tidak asing menurut nya, mata nya memicing untuk memastikan lagi siapa orang itu.
"Laura," ucap Rakha.
Rakha langsung membayar minuman itu dan keluar menemui Laura. Ia tidak menyangka bisa bertemu Laura di rumah sakit Malam-malam begini.
"Laura," panggil Rakha.
Laura sendiri adalah anak dari Candra dan istri nya. Salah satu saudara dekat Axel. Laura sedikit panik saat Rakha mendekati nya.
"Kau mengikuti ku," tanya Laura.
"Aku mengikuti mu, jangan gila. Aku saja terkejut melihat mu di sini Malam-malam begini," jawab Rakha.
"Aku pergi dulu," ucap Laura.
"Kau mau kemana, ini sudah malam. Kenapa kau bisa berada di rumah sakit," tanya Rakha.
"Aku mau pulang, aku ada di sini karena aku menjenguk sahabat ku, sudah yah titip salam untuk yang lainnya." Laura langsung pergi meninggalkan Rakha.
Demi keamanan Laura, Rakha berjalan mengikuti Laura sampai Laura masuk ke dalam mobil.
"Aneh sekali dia," ucap Rakha dan langsung kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Saat ingin kembali masuk ke dalam ruangan Kenzi, Rakha di kejutkan pada seseorang yang tiba-tiba menepuk pundak nya.
"Aku jangan berteriak," kata Axel.
"Kau sudah kembali, kenapa malam sekali," tanya Rakha.
"Aku habis mengantarkan pacar ku, kau kenapa keluar Malam-malam begini," tanya Axel.
"Aku habis membeli minum, sekalian jalan-jalan. Oh iya aku habis bertemu dengan saudara wanita mu Laura," kata Rakha.
"Laura, kau bertemu dengan nya. Dimana dan bagaimana bisa," tanya Axel.
"Aku bertemu dengan nya di dekat minimarket dan aku juga tidak tau kenapa aku bisa bertemu dengan nya Malam-malam begini. Kata Laura dia habis melihat sahabat nya yang sakit," jawab Rakha.
__ADS_1
"Oh begitu, mungkin yang di katakan nya benar," kata Axel.
"Kau dengan nya baik-baik saja kan," tanya Rakha.