
Akifa terbangun dari tidur nya saat merasakan sinar matahari masuk ke dalam kamar nya, tak lama Angel masuk ke dalam kamar Akifa karena kehilangan suami nya.
"Bunda," ucap Akifa.
"Apa kamu tau ayah mu sayang," tanya Angel.
"Tidak tau bun, aku juga baru bangun tidur, suami dan anak-anak ku juga tidak ada," jawab Akifa.
mereka berdua kompak berjalan masuk ke dalam kamar Kenzo dan Kenzi, orang yang mereka cari sedang tidur di dalam kamar itu. Akifa memindahkan Kenzo dan Kenzi ke atas keranjang tidur mereka.
Sedangkan Angel membangunkan Alvaro dan membawa nya kembali ke kamar nya untuk tidur.
"Bunda biarkan ayah tidur dengan suami ku di kamar, kasihan jika harus kembali ke kamar bunda terlalu jauh," ucap Akifa.
Ayah dan anak itu tidur di atas ranjang yang sama, wajah mereka berdua sangat terlihat kelelahan.
Siang hari nya Verrel dan Alvaro terbangun karena mendengar tangisan Kenzo dan Kenzi, Verrel langsung terbangun dari ranjang dan mendekati Akifa untuk membantu menenangkan kedua anak mereka.
"Sayang sudah jangan menangis ada daddy di sini." ucap Verrel, dengan segala usaha nya akhirnya Verrel dapat menenangkan kedua anak nya.
Alvaro yang melihat hal yang di lakukan Verrel benar-benar merasa sangat bangga, ia rasa Verrel membaca buku yang ia berikan menjadi ayah yang baik.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Akifa.
Alvaro memilih pergi dari kamar itu, agar tidak menganggu keromantisan mereka berdua.
"Aku sangat ingin sayang, tapi anak kita bagaimana," tanya Verrel.
"Mau bagaimana lagi, jika aku pikir-pikir aku juga ingin si, aku juga wanita normal yang memerlukan kebutuhan biologis," jawab Akifa.
"Aku sangat iri pada Dylan dan Rizky, Rizky setelah masa nifas istri nya selesai Alana langsung minta sedangkan Dylan kata dia kemarin malam baru ia akan memulai nya aku kapan sayang," ucap Verrel.
"Pasti akan ada waktu nya," kata Akifa.
"Ayah bisa membantu ku, aku titipkan saja anak ku pada ayah, dan aku membawa Akifa ke hotel untuk beberapa jam," ucap Verrel.
Verrel mempercepat kegiatan mandi nya untuk membicarakan masalah ini pada Alvaro.
"Ayolah yah, aku mohon pada mu," bujuk Verrel.
"Aku senang bersama cucu ku, tapi kalau sampai beberapa jam mereka bisa menangis." ucap Alvaro.
"Tidak papa ayah, ayolah yah, aku ingin sekali," kata Verrel.
__ADS_1
"Verrel kenapa kau seperti itu, tahan untuk sesaat." Ucap Alvaro.
"Tidak bisa yah, aku sudah sangat ingin, ayolah aku sudah banyak membantu mu tapi untuk kali ini saja kau tidak bisa membantu ku," kata Verrel.
"Oke-oke jangan lama-lama, 4 jam saja setelah itu pulang," ucap Alvaro.
"Tidak akan cukup yah, 10 jam aku akan kembali," kata Verrel.
"Tidak bisa 5 jam paling lama," ucap Alvaro.
"Oke 6 jam aku akan pulang," kata Verrel.
"Deal, sebelum itu suruh istri mu menyiapkan asi untuk anak mu, asi dapat bertahan selama 6 jam jika di masukan di lemari pendingin," ucap Alvaro.
"Siap yah, aku akan membantu istri ku memerah," kata Verrel dan langsung berlari menuju kamar nya.
"Sayang ayo cepat susu kan anak kita setelah itu, kita akan pergi ke hotel," ucap Verrel.
"Untuk apa sayang, apa kita akan menginap di hotel," tanya Akifa.
"Hanya untuk meminta jatah ku sayang, ayo cepat aku akan mengambil alat memerah susu asi mu," jawab Verrel dengan sangat bersemangat.
__ADS_1