
"Sayang ayo," ucap Rakha.
"Kemana sayang," tanya Alice.
"Kamu lupa, tadi Sore kan aku sudah mengatakan nya pada mu, kita ke hotel tempat kakek ku menginap," jawab Rakha.
"Oh iya, aku sudah siap kok, walaupun tidak dandan aku tetap cantik kan sayang," tanya Alice.
"Iya sayang, apalagi saat tidak memakai apa-apa, hahaha aku tidak sabar menantikan momen itu," jawab Rakha.
"Sayang jangan mesum, aku sedang tidak bisa memberikan hak mu, sudah yuk kita berangkat," ucap Alice.
Alice dan Rakha langsung pergi menuju ke hotel tempat Vano menginap, Rakha tidak ingin kakek nya benar-benar marah pada nya. Ia yakin Vano bisa menerima keputusan nya ini. Sesampainya di hotel Rakha bingung karena Vano sudah pergi dari hotel sejak pagi tadi. Ia juga tidak bisa menghubungi Vano sama sekali.
"Ahkkk kakek marah pada ku, aku harus bagaimana," ucap Rakha.
"Kita susul saja sayang, mungkin dia sedang dalam perjalanan pulang," kata Alice.
"Kamu bisa ikut aku sekarang ke Indonesia," tanya Rakha.
"Lusa aku baru bisa sayang, aku ada beberapa pemotretan yang sama sekali tidak bisa aku tinggalkan, aku sudah tanda tangan kontrak," jawab Alice.
"Ya sudah tidak papa, kita pulang lusa," ucap Rakha.
"Kalau kamu mau pulang lebih dulu tidak papa, nanti aku menyusul."
"Tidak sayang, istri ku di sini aku tidak mungkin meninggalkan mu," kata Rakha.
"Terima kasih sudah mengerti aku," ucap Alice sambil memeluk Rakha.
Karena sudah Malam, Rakha dan Alice memutuskan untuk menginap di hotel. Rakha tampak sangat bahagia bersama dengan wanita yang ia cintai. Tapi di sisi lain, ia sangat bingung kenapa semua keluarga nya tidak bisa ia hubungi.
__ADS_1
"Sudah selesai, berarti tadi terakhir," ucap Alice.
Alice sudah tidak melihat noda dara di pembalut yang sejak tadi sore ia pakai. Itu tanda nya tamu bulanan nya sudah berakhir. Dan Alice sudah siap untuk menghadapi ini semua, ia yakin Rakha bisa menerima nya.
"Kamu mandi," tanya Rakha.
"Iya datang bulan ku sudah selesai," jawab Alice.
"Sudah selesai sayang, wah sudah selesai," tanya Rakha.
"Iya, aku juga tidak tau kalau sudah selesai, berarti tadi siang terkahir. Sudah dua kali aku ganti pembalut tetapi tidak ada noda darah," jawab Alice.
"Kamu tau arti nya sayang, aku akan Menganboxsin mu," ucap Rakha sambil berjalan mendekati Alice. Satu persatu pakaian nya jatuh ke atas lantai.
"Tubuh nya membuat ku gemetar, tidak seperti bos itu gembal, tidak membuat ku selera," batin Alice.
Apa yang Rakha ingin kan akhirnya terjadi juga, tetapi bukan merasakan kepuasan Rakha malah merasakan hal hal aneh. Junior nya memang sangat sulit masuk ke dalam tetapi ia tidak menembus apapun, tidak yang para sepupu nya cerita kan. Rakha tidak ingin berburuk sangka terlebih dahulu, ia pernah belajar jika hal itu bisa hilang dengan berbagai macam hal, tidak hanya saat berhubungan.
3 jam berlalu stamina yang sangat luar biasa dari Rakha. Alice sampai menangis meminta Rakha menghentikan aksi nya tetapi rakha enggan berhenti jika benih nya belum keluar. Setelah semua nya berakhir Rakha mencampakkan Alice begitu saja, pikirkan positif tadi sulit ia lakukan, ia langsung berpikir negatif karena pekerjaan Alice sebagai model.
"Siapa yang mengambil nya," tanya Rakha.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku," Alice langsung memeluk Rakha sambil menangis.
"Alice kamu tidak bisa berhenti menangis, aku hanya ingin jawaban mu," ucap Rakha.
"Yang mengambil nya adalah bos yang mengajak ku ke dunia model," kata Alice.
"Alice," bentak Rakha yang membuat Alice sangat ketakutan.
"Kenapa kau tidak menceritakan hal ini dari awak," tanya Rakha.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku takut. Aku masih trauma akan hal itu. Sayang aku tidak menyerahkan nya begitu saja. Aku di jebak, aku di paksa, saat itu usia ku 16 tahun aku tidak tau tentang dunia model. Saat hal itu terjadi aku sangat hancur, aku sangat takut masa depan ku hancur. Aku perlu beberapa tahun untuk mengembalikan mental ku. Dan kamu menyalahkan ku karena sesuatu yang sama sekali tidak aku inginkan."
"Itu bukan hanya alasan mu, aku tau dunia model Alice. Wanita bisa melakukan apa saja, agar dia bisa mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan," ucap Rakha yang sangat sulit percaya akan ucapan Alice.
"Kamu tidak percaya dengan ku, kamu kau meninggalkan ku setelah ini," tanya Alice.
"Aku bukan anak kecil lagi Alice, semua orang akmal mentertawakan ku. Aku akan membawa mu ke Indonesia, hentikan karir model mu aku tidak mau kau berkecimpung ke sana lagi," jawab Rakha.
"Sayang aku tidak bisa, sudah ada kontrak sampai akhir tahun jika aku melanggar nya, aku bisa di penjara," kata Alice.
"Sampai akhir tahun, 2 bulan sampai akhir tahun, setelah itu tidak ada perpanjangan kontrak, bersiap lah kita akan pulang besok, aku tidak mau tau," Rakha bangkit dari atas kasur dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Halo," ucap Alice yang langsung menghinggapi manajer nya.
"Aku ingin semua pemotretan ku di tunda sampai minggu depan, kalau tidak bisa di tunda, aku lakukan di Indonesia, aku tidak bisa melakukan nya di sini, aku sudah mempunyai suami yang berpengaruh suami ku bisa menghancurkan semua karir ku," kata Alice.
Rakha menyegarkan otak nya dengan air dingin, baru satu hari menikah, beberapa masalah sudah datang menghampiri nya.
"Maafkan ku kek," ucap Rakha.
Keesokan harinya, sesuai dengan perkataan Rakha, Siang hari nya mereka berdua langsung pergi meninggalkan Belanda. Wajah Rakha masih terlihat marah pada Alice, tetapi tadi saat bersama papah mertua nya Rakha benar-benar pandai menyembunyikan rasa marah nya pada Alice.
"Sayang kamu jangan begini." Alice memeluk Rakha dengan sangat erat.
Rakha tidak membalas pelukan istri nya, ia masih pusing dengan beberapa masalah yang menimpa diri nya.
Dylan menjemput ayah nya di Bandara. Karena ulah Rakha Vano benar-benar sangat marah pada Dylan, ia tidak tau bagaimana cara nya agar Vano tidak marah kembali pada nya Ia juga tidak tau kenapa Rakha bisa menikah tanpa seizin nya.
"Kau bodoh, kau tidak melarangnya," ucap Vano.
"Ayah aku tidak tau kenapa dia bisa seperti itu. Rakha sudah sangat lama ingin menikah, aku tidak mungkin bisa melarang nya. Perkataan ku tidak mungkin dia dengar."
__ADS_1
"Kalau di datang meminta maaf pada mu, kau akan langsung memaafkan nya."
"Ayah walaupun aku kecewa tapi aku senang akhirnya Rakha menikah. Aku tidak bisa marah kalau dia bahagia, mungkin ini sudah menjadi tajdirtnya."