Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 205 S4


__ADS_3

"Maafkan aku kek, Maafkan aku, aku memperjuangkan wanita yang salah," ucap Rakha.


"Iya aku sudah memaafkan mu, lalu bagaimana Rakha kau masih ingin mempertahankan rumah tangga yang tidak sehat ini," tanya Vano.


Rakha mengusap air mata nya, ia merasa tidak boleh lemah seperti ini. Menangisi wanita seperti Alice bukan lah hal yang benar.


"Pengkhianatan di balas dengan pengkhianatan, aku tidak peduli perasaan nya. Aku sudah muak dengan nya, aku pasti akan berpisah dengan nya, tapi izinkan aku untuk menyakiti perasaan nya beberapa saat," ucap Rakha.


"Rakha itu tidak baik, pasti Vivi yang akan kau jadikan objek," tanya Vano.


"Kek hanya sampai dia kembali ke sini, setelah itu aku akan menalak nya. Pernikahan ku tidak atas nama negara ini, perlu waktu untuk berpisah dengan nya."


"Ya sudah hanya sampai dia kembali, aku juga akan membantu proses perpisahan mu dengan Alice. bukti ini cukup untuk membuat kalian berpisah. Dan kau benar kau perlu waktu untuk berpisah dengan nya," kata Vano.


"Anu Rakha, kalau kakek benar-benar menikah lagi bagaimana," tanya Vano.


"Aku sangat senang kek. Aku tau kakek sangat mencintai nenek, tapi aku tidak tega melihat kakek tidur sendiri, tidak ada yang merawat kakek, kakek juga masih sangat memerlukan wanita," jawab Rakha.


"Hahaha seperti nya kau sangat senang Kakek menikah lagi," kata Vano.


"Hehehe iya senang lah, nanti pas malam pertama aku akan mengintip, kita akan sama-sama melakukan malam pertama yang ke dua kali nya," ucap Rakha.


"Hahaha kau ada ada saja, sudah tidur lah, jangan sedih lagi, wanita seperti itu tidak pantas kau tangisi," kata Vabo.


"Iya kek, aku tidak akan menangisi nya. Meskipun rasa nya sangat sakit, tidak ada air mata untuk nya," ucap Rakha.


Pagi hari nya, semua orang terkejut melihat perubahan Vano yang seperti muda kembali. Dylan berlari mendekati Vano untuk melihat Vano lebih dekat lagi.


"Ayah ini ayah, wow bisa muda kembali, ayah mau menikah lagi," tanya Dylan.


"Mata mu, kau pikir aku apa. Aku hanya ingin merubah penampilan ku saja, sudah jangan heboh seperti ini," jawab Vano.


"Bagaimana aku tidak heboh, ayah mu saja berubah seperti ini, dimana Rakha apa Rakha sudah tau," tanya Dylan.


"Dia masih tidur, dia sedang patah hati," jawab Vano sambil mendekati meja makan.


"Kakek Rakha sakit hati kenapa," tanya Kenzi yang hari ini berkunjung ke rumah Verrel.


"Istri nya selingkuh dengan berbagai pria di Belanda," jawab Vano yang membuat semua orang terkejut.


"Apa bagaimana bisa, apa burung Rakha kecil sehingga istri nya tidak puas sehingga istri nya selingkuh," tanya Verrel.


"Tidak paman, aku sudah tinggal sejak kecil dengan nya, milik nya normal seperti yang lainnya," ujar Axel.

__ADS_1


"Wanita nya saja yang tukang selingkuh, bagus lah Rakha tau, dari pada terpendam sejak lama," kata Kenzo.


"Siapa yang mengenalkan Rakha dengan wanita itu," tanya Dylan.


"Kenzi," jawab Kenzo.


"Hehehe maaf paman, aku pikir teman lama ku itu wanita yang baik, ternyata tidak," kata Kenzi.


"Kau tanggung jawab, jangan sampai di bunuh diri karena di selingkuhi," ucap Dylan.


"Iya kakek, nanti kami ajak jalan-jalan," kata Kenzi.


"Kenapa dengan ku, kenapa aku menjadi senang seperti ini mendengar hal itu. Aku sudah tau istri nya Rakha seperti itu, tapi saat Rakha tau semua nya kenapa aku jadi begini. Vivi tidak baik seperti ini," batin Vivi.


"Vivi ini kesempatan mu," bisik Vano.


"Vivi ayo buka hati ku," bisik Verrel sebelum pergi meninggalkan tempat itu.


"Ayah ingin menikah dengan Vivi," tanya Dylan.


"Enak saja." Vano melemparkan ayam goreng pada Dylan, ia sangat kesal dengan Dylan yang terus mengatakan hal itu.


Setelah selesai makan Kenzi serta Kenzo masuk ke dalam kamar Rakha, mereka berdua cukup merasa bersalah telah menjodohkan Rakha dengan Alice yang ternyata bukan wanita baik-baik.


"Hmmmm jangan ganggu aku," kata Rakha yang masih enggan membuka mata nya.


"Kau galau kan, hahaha sabar ya jangan seperti itu lah," ucap Kenzo.


"Kalian yang mempertemukan ku dengan nya, kalian harus bertanggung jawab," kata Rakha.


"Hehehe sudah tidak papa, anggap saja menjadi petualangan cinta. Kau juga sudah merasakan enak enak dengan nya kan," ucap Kenzi.


"Bagaimana kalau dia hamil," tanya Kenzo.


"Tidak mungkin jika hamil pun pasti bukan anak ku," jawab Rakha.


"Ya sudah kalau begitu mandi lah, kau ingin mencari wanita baru kan, aku tau kau pasti akan mencari pengganti Alice dengan cepat," tanya Kenzi.


"Aku sudah ada wanita yang aku incar, kalian pergi lah aku akan pdkt dengan nya," jawab Rakha.


"Ya sudah kami pergi ya, kau jangan bunuh diri," ucap Kenzi.


"Tidak akan hanya wanita seperti itu aku tidak mungkin aku bunuh diri," kata Rakha sambil bangkit dari atas kasur.

__ADS_1


"Hmmmm bauk apa ini kau mimpi basah," tanya Kenzi.


"Iya," jawab Rakha.


"Kau gila, dasar otak mesum." Mereka berdua pergi meninggalkan kamar Rakha.


Setelah selesai mandi Rakha langsung pergi ke cafe milik Vivi. Ia ingin curhat pada Vivi tentang masalahnya. Sesampainya di cafe Rakha langsung masuk ke area dapur tempat Vivi berada.


"Vivi," ucap Rakha yang mengejutkan Vivi.


"Ahkkkk Rakha, kau membuat ku terkejut," ucap Vivi.


"Hahaha kau pergi begitu saja, aku kan mau mengantar mu," kata Rakha.


"Kamu kan sedang galau, jadi aku tidak bisa menunggu mu," ucap Vivi.


"Hahaha iya aku sedang galau, kau sudah tau semua nya," tanya Rakha.


"Sudah tau lah, kakek Vano menceritakan hal ini pada semua orang," jawab Vivi.


"Aku lapar, buatkan aku makanan ya. Setelah ini kau temani aku makan," ucap Rakha.


Rakha menunggu makanannya di depan. Ia tidak enak pada Karyawan lain jika terlalu lama di dalam dapur. Tak lama Vivi datang dengan membawa berbagai macam makanan, ia tidak tau jika di cafe ini ada seafood juga.


"Ada menu baru," tanya Rakha.


"Tidak ah, aku hanya memasak nya khusus untuk mu, tadi teman ku datang membawa," jawab Vivi.


"Siapa nama nya, pria atau wanita," tanya Rakha.


"Pria nama nya Christian," jawab Vivi.


"Kalian dekat," tanya Rakha.


"Cukup dekat, kami sudah lama kenal," jawab Vivi.


"Ahkkk kau tidak boleh dekat dengan pria lain," ucap Rakha.


"Eh kenapa, aku kan berhak bahagia," kata Vivi.


"Pokoknya tidak boleh, aku akan mengatakan pada kakek kalau kau sudah dekat dengan pria lain, agar kakek membatasi mu," kata Rakha.


"Kamu kenapa si," tanya Vivi.

__ADS_1


__ADS_2