Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 194 S3


__ADS_3

"Apa-apaan kau, aku tidak mau." Ucap Verrel.


"Ambil Verrel, kalau tidak kau ambil bagaimana kita bisa pulang." Ujar Rizky.


"Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang mengambil nya."


"Ini tantangan untuk siapa, untuk mu kan, jangan manja, jangan jadi laki-laki penakut, kau akan mempunyai anak, jika anak mu tau ayah nya penakut mau jadi apa anak mu." Ucap Rizky.


"Tu kau dengar ucapan dari Rizky, belajar lah untuk berani, rasa takut itu di lawan jika tidak kau tidak akan pernah keluar dari rasa takut itu." Kata Dylan.


"Oke oke, aku akan mengambil nya, tapi jika aku berteriak ketika melihat atau merasakan sesuatu kalian harus segera berlari menghampiri ku." Dengan segenap keberanian nya Verrel berjalan menuju ke kegelapan itu dengan menggunakan denger senter kecil di tangan nya.


"Dimana kunci itu, ini sangat menyeramkan." Kaki Verrel mulai terasa gemetar. Keringat juga mulai bercucuran membasahi tubuh nya.


Verrel cepat, jika semakin lama kau di sana, semakin terlihat menyeramkan." Teriak Dylan


"Diam, aku takut, aku akan kembali ke sana saja." Verrel mengobrak-abrik tanah untuk mencari kunci.


"Tidak, temukan kunci itu dulu." Teriak Rizky.


"Tidak aku tidak mau." Verrel kembali berlari mendekati mereka semua.


"Sayang aku takut." Verrel bersembunyi di dalam pelukan Akifa.


"Sudah tidak ada apa-apa." Akifa mengusap tubuh Verrel yang gemetaran.


"Jika tidak kita temukan bagaimana kita pulang dan besok aku akan menikah." Kata Rizky.


"Aku tidak ikutan." Verrel menggendong Akifa masuk ke dalam tenda karena sudah waktunya diri nya berolahraga malam.


"Verrel, jangan lari ini tugas mu." Teriak Dylan.

__ADS_1


"Kau saja yang mencari nya, aku tidak mau." Ucap Verrel.


"Bagaimana Dylan, kau harus bertanggung jawab." Kata Rizky.


"Ayo bantu aku." Ucap Dylan.


Dylan dan Rizky berjalan mencari kunci sedangkan Alana dan Lia masuk ke dalam tenda karena udara semakin dingin. Setelah kurang lebih 20 menit mencari kunci itu akhirnya mereka berdua menemukan nya.


"Ini dia, kita aman." Ucap Rizky.


"Simpan lah, ayo kita tidur." Kata Dylan.


Saat mendekati tenda mereka berdua melihat tenda milik Verrel bergoyang-goyang, dan mendengar suara khas orang berhubungan intim.


"Kurang ngajar, istri ku sedang datang bulan." Batin Dylan.


"Aku belum menikah, jangan salah kan aku Alana jika malam ini kita berkembang biak." Batin Rizky.


"Sayang aku ingin bantu aku." Ucap Dylan.


"Aku sedang ada tamu."


"Bagian atas saja." Ucap Dylan yang sudah terpancing nafsu.


Rizky masuk ke dalam tenda dan melihat Alana sedang memakai baju bagian atas, ia tidak tau kenapa Alana mengganti baju nya.


"Alana." Rizky menahan tangan Alana.


"Pak, aku malu." Ucap Alana.


"No, milik mu sayang besar Alana. Aku beru mengetahui nya." Kata Rizky yang baru melihat benda bagian milik atas milik Alana.

__ADS_1


"Pak, sudah jangan di lihat seperti itu." Ucap Alana.


"Boleh ya, sedikit saya." Rizky mulai mendekati benda itu.


Sontak Alana langsung menutup milik nya, Rizky membaringkan tubuh Alana dan diri nya naik ke atas tubuh Alana.


"Pak, jangan bukan nya bapak sudah janji akan besok melakukan nya." Ucap Alana.


Sontak Rizky langsung lemas jatuh di atas tubuh Alana. Wajahnya tenggelam di atas dua benda milik Alana.


"Aku begini saja, aku tidak mungkin bisa melanggar janji ku." Ucap Rizky.


"Tapi pak." Alana tidak nyaman Rizky berada di tempat nya.


Rizky menggoyangkan kepala nya yang membuat benda itu bergoyang dan Alana merasa geli.


"Hmmm sudah Alana, diam kita harus tidur." Ucap Rizky.


Keesokan harinya mereka berdua masih belum terbangun dari tidur. Verrel kelelahan akibat pertempuran tadi malam, Dylan yang memang tidak bisa bangun pagi dan Rizky yang masih nyaman di atas benda milik Alana.


"Hmmm." Rizky menggigit milik Alana.


Tapi Alana masih tidak bangun juga.


"Maaf sayang." Ucap Rizky yang memberikan tanda merah di atas benda milik Alana.


"Awww mas." Alana terbangun akibat ulah Rizky.


"Mas kamu memanggil ku mas." Tanya Rizky yang merasa bahagia.


"Tidak, aku salah bicara." Jawab Alana.

__ADS_1


__ADS_2