
Kevin yang di minta alex ke rumah nya langsung keringat dingin, ia takut jika alex sudah mengetahui semua nya. Jika itu terjadi bisa di pastikan hari ini ia akan di habisi oleh alex langsung tanpa memperdulikan posisi nya sekarang. Dengan cepat kevin mengganti pakaiannya dan langsung menuju rumah alex.
Sementara itu jihan sudah sampai di rumah nya, ia langsung masuk ke dalam kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh nya. Saat melihat ranjang di kamar nya ia langsung teringat saat kevin meniduri nya, ia juga langsung teringat berapa sakit nya saat kevin berhasil merusak nya tetapi tidak bisa ia pungkiri kalau jihan juga menikmati permainan itu selama beberapa saat.
Jihan merebahkan dirinya keatas kasur dan memejamkan mata nya, tetapi bukan nya tertidur jihan malah terus memikirkan kevin, pikiran nya terus saja ke pria yang menurut nya memilki pesona tersendiri. Apalagi selama beberapa hari terakhir kevin sangat bersikap lembut dan perhatian pada nya.
Setelah kurang lebih setengah jam jihan berusaha untuk tidur akhirnya ia menyerah dan memilih untuk pergi ke dapur. Karena terlalu banyak pikiran jihan tidak fokus saat menuruni tangga, alhasil kaki nya terpeleset dan hampir terjatuh ke lantai. Beruntung kevin yang melihat nya langsung berlari ke arah jihan dan menarik tangan jihan kedalam dekapan nya.
Jantung mereka berdua tampak berdetak begitu sangat cepat saat jihan berada di dekapan kevin. ntah kenapa jihan sangat nyaman berada di posisi seperti itu. Posisi yang sangat membuat nya nyaman.
__ADS_1
"Kamu tidak papa." tanya kevin.
"Hmmm tidak kak, terimakasih." jawab jihan yang terasa sangat canggung.
Dari kejauhan ternyata alex memperhatikan jihan dan kevin dari jauh dengan ekspresi dingin nya. Ntah apa yang berada di dalam otak alex saat ini.
"Mau kemana." tanya kevin.
Kevin yang mengetahui kaki jihan keseleo langsung menggendong jihan dan membawanya ke dapur, jihan tersentak kaget saat kevin menggendong nya tetapi ia tidak menolak nya sama sekali.
__ADS_1
Kevin menurunkan tubuh jihan keatas kursi yang berada di dapur, kemudian ia mengambil mangkuk yang berisi air hangat untuk mengompres kaki jihan. Dengan penuh perhatian kevin memijat dan mengompres kaki jihan, tak jarang ia menelan air liur nya saat memegang kaki mulus dan putih jihan.
"Apa sudah enakkan." tanya kevin.
"Sudah kak, terimakasih." jawab jihan.
Kevin menatap wajah jihan dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa di artikan, perlahan jihan juga membalas tatapan itu. Ntah keberanian dari mana lagi kevin sikit demi sedikit mendekati bibir jihan dan mencium nya dengan lembut. Begitu juga dengan jihan ia mendapat dorongan yang sangat besar untuk membalas ciuman itu.
Mereka berdua berciuman cukup lama, setelah mulai kehabisan nafas kevin mengakhiri ciuman panas itu. Ternyata itu bukan akhir dari ciuman panas itu, kevin berhenti .hanya untuk kevin mengambil nafas, setelah paru-paru nya terisi kembali kevin mencium bibir jihan kembali dengan lebih agresif.
__ADS_1
Ciuman itu turun ke leher jenjang jihan yang membuat jihan menggeliat menikmati setiap sentuhan yang di berikan kevin di leher nya. Karena sudah tidak kuat menahan nafsu hta, kevin menggendong tubuh jihan dan memasukkan ke dalam mobil nya karena itu tempat teraman saat ini.
Dan terjadi lah ke khilafan yang kedua kali nya, mobil itu bergoyang berirama seperti sedang mendengarkan musik dangdut.