
"Tidak akan sakit bagaimana, aku sudah mencari referensi bacaan dan kata nya tergantung dengan anu calon suami kita," kata Anita.
"Hahaha sudah susah jangan membahas nya, malah membuat ku ingin tertawa," ucap Vano.
"Ya sudah kamu istirahat, jangan terlalu lelah, jangan terlambat makan," kata Anita.
"Iya jangan khawatir masalah itu, selamat malam," ucap Vano.
Setelah menghubungi Anita ntah kenapa perasaan Vano jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Ia benar-benar sangat bahagia mengenal wanita yang bernama Anita.
"Cieee yang sedang jatuh cinta," goda Rakha.
"Diam lah, kau juga sedang jatuh cinta, kita tidak ada beda nya," kata Vano.
"Hehehe sangat indah yah kek, bisa membuat kita seperti orang gila, senyum-senyum sendiri," ucap Rakha.
"Hahaha iya iya kau benar. Kapan lagi kita merasakan jatuh cinta dalam waktu yanga sama," ucap Vano sambil menarik Rakha dan memeluk nya dengan erat. Kakek satu ini benar-benar sedang jatuh cinta.
"Hahaha lepas kek aku ingin bernyanyi, aku sedang latihan bernyanyi," kata Rakha.
"Silahkan nyanyi lah, suatu mu kan bagus," ucap Vano.
Vano melepas pelukan nya dari Rakha. Rakha bangkit dari tempat tidur dan bersiap untuk segera bernyanyi.
"Lagu apa kek," tanya Rakha.
"Lagu apa yah, hmmm terserah mu lah," jawab Vano.
"Lingsir wengi bagaimana?"
"Kau ingin memanggil kuntilanak, kalau ia silahkan kawin dengan kuntilanak," kata Vano.
"Enak tidak kawin dengan kuntilanak," tanya Rakha.
"Mana aku tau, cepat nyanyi saja." Vano mengambil Handphone nya dan merekam Rakha yang ingin bernyanyi.
"Rakha ke camera," ucap Vano.
"Halo semua nama ku Rakha, tinggi ku 193 cm. Berat ku 83 kilogram, otot ku yang membuat ku berat. Panjang burung ku jika tidur 12 cm dan bangun 25 cm. Sudah cukup untuk membuat wanita berteriak dan menangis. Motifasi ku bernyanyi adalah ingin membuat istri ku bahagia dengan mendengar suara indah ku setiap hari nya."
"Kau Ingin bernyanyi lagu apa," tanya Vano.
"Aku ingin bernyanyi lagu Darah muda, selamat mendengar suara indah ku," ucap Rakha
Lirik.
Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
__ADS_1
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak peduli
Darah muda
Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Agar tidak menyesal akhirnya
Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Darah muda
Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Agar tidak menyesal akhirnya
Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Darah muda
Rakha bernyanyi penuh dengan penghayatan, Ia hampir tertawa saat melihat wajah Vano yang berubah seketika. Vano sudah tau kalau saat ini cucu nya sedang menistakan diri nya.
"Terima kasih semua nya, lagu ini saya nyanyikan khusus untuk kakek saya yang muda kembali, Terima kasih....."
"Cucu kurang ngajar, kau benar-benar membuat ku marah," ucap Rakha.
"Hahahaha jangan marah marah kakek, sudah ya jangan terlalu sensitif, sekarang kita tidur." Rakha kembali naik ke atas kasur dan memeluk Vano dengan erat
"Kalau sudah nikah bukan kau lagi yang aku peluk," kata Vano.
"Aku pun sama, aku sudah mempunyai istri untuk apa aku memeluk mu lagi," ucap Rakha.
__ADS_1
Di rumah Verrel dengan keluarga nya sedang membahas hal yang cukup alot. Kenzi dan Kenzo tidak setuju debat apa yang Verrel lakukan, begitu juga dengan Akifa yang berpikir jika Verrel berlebihan.
"Daddy bukan nya kami pelit tapi membangun pulau reklamasi, ahkkk itu sangat gila," ucap Kenzi.
"Iya daddy, uang tabungan kami berdua pun tidak akan cukup," kata Kenzo.
"Uang tabungan kita bertiga akan cukup jika di gabungkan, kita tidak perlu menggunakan uang perusahaan apalagi sampai perusahaan turun saham," ucap Verrel.
"Mommy gimana ini, aku tidak bisa melarang daddy, nanti daddy sakit hati lagi," kata Kenzo.
"Kenzi dan Kenzo pikirkan masa depan pulau itu, aku yakin aku berhasil mengelolanya dengan baik. Tapi kalian harus meminjamkan tabungan kalian jangan sampai kakek kalian tau rencana ini," ucap Verrel.
"Daddy tolong berpikir dua kali dulu ya. Daddy sudah ingin membuat perayaan pesta yang sangat besar untuk Rakha. Itu juga banyak mengeluarkan uang," kata Kenzi.
"Kalian tidak sayang daddy. Daddy sudah berusaha untuk mendapatkan izin dan tempat itu tetapi kalian tidak mau membantu daddy. Sudah lah daddy tidak akan meminta bantuan kalian berdua. Daddy akan berusaha sendiri saja," kata Verrel.
"Kau ahkkk jangan membuat daddy seperti ini," ucap Kenzi.
"Oke daddy aku akan membantu mu, aku akan memberikan semua tabungan ku. Tapi bagaimana dengan biaya lahiran istri ku," tanya Kenzo.
"Gaji mu dari perusahaan sudah jauh dari cukup bukan. Kalau tidak cukup pakai tunjangan dan gaji ku," jawab Verrel.
"Ya ya ya, ini kartu tabungan ku." Akhirnya Kenzo memberikan tabungan nya untuk Verrel.
"Bagaimana dengan mu," tanya Verrel.
"Kakak sudah memberikan semua nya, mana mungkin aku tidak. Ini tabungan ku, aku tidak tau jumlah nya," jawab Kenzi sambil memberikan kartu tabungan nya.
"Biaya kehidupan mu," tanya Verrel.
"Seperti yang daddy katakan, kami masih bekerja, aku masih ada istri ku yang juga kaya raya," jawab Kenzi.
"Terima kasih, daddy janji akan mengembalikan semuanya setelah apa yang daddy lakukan berhasil," Ucap Verrel dan memeluk ke dua putra nya.
"Jika aku sudah memberikan nya, aku tidak meminta uang itu kembali. Jangan memikirkan mengembalikan uang itu, pikirkan saja bagaimana agar kakek tidak tau rencana besar ini," kata Kenzi.
"Iya Kenzi benar, aku yakin daddy bisa melakukan semua ini, kami percaya jika daddy bisa melakukan nya," kata Kenzo.
"Terima kasih anak-anak daddy yang sangat luar biasa."
Pagi hari waktu Amsterdam. Vano dan Rakha sudh bersiap-siap untuk ngegym. Mereka berdua memilih untuk olahraga terlebih dahulu sebelum menyelesaikan masalah Rakha. Lagi pula Vano juga sudah meminta teman nya untuk membantu mereka berdua.
"Kakek ahkkkk aku sangat bersemangat," teriak Rakha.
"Kau seperti itu untuk apa," tanya Vano.
"Ini melatih otot punggung dan pantat kek, agar semakin kuat saat nganu," jawab Rakha.
Vano hanya bisa menggelengkan kepala nya. Ia tidak berani melakukan nya, ia sadar akan umurnya yang tidak mungkin melakukan olahraga se ekstrim itu
"Mau coba kek," tanya Rakha.
"Kau ingin membuat ku patah pinggang," tanya Vano.
__ADS_1
"Tidak kek, tidak berat kok, saat aku nge-gym juga banyak pria seusia kakek melakukan ini," jawab Rakha.