
"Bagus lah, lakukan lah jika kalian berdua sudah saling mencintai, itu akan membuat mu merasa puas dan senang." Kata Alvaro.
"Aku tidak mungkin mencintai nya yah, mungkin aku tidak akan mendapatkan cinta ku." Ucap Verrel.
"Kita bicarakan nanti malam, kita akan minum bersama, ayah akan menceritakan apa yang ayah lalui bersama bunda mu." Kata Alvaro.
Angel dan Akifa masuk ke dalam kamar Verrel dan akan menjadi kamar nya.
"Bunda sudah menyiapkan semua keperluan mu sayang, terimakasih untuk semua nya." Ucap Angel.
"Seharusnya aku yang berterimakasih pada mu, terimakasih untuk semua nya." Ujar Akifa.
"Apa Verrel memperlakukan mu dengan baik, apa dia berbuat kasar pada mu."
"Tidak bun, mas Verrel sangat baik pada ku." Kata Akifa.
"Bertahan lah untuk sesaat, bunda yakin sebentar lagi dia akan bertekuk lutut pada mu." Ucap Angel sambil memeluk Akifa.
Setelah Angel keluar dari kamar nya, Akifa memilih untuk merebahkan diri nya di atas kasur, karena tubuh mulai terasa tidak enak. Tak lama Verrel masuk ke dalam, ia ikut naik ke atas kasur merebahkan diri nya di samping Akifa.
"Bunda berbicara apa dengan mu." Tanya Verrel.
"Tidak ada mas, hanya membahas tentang keperluan ku." Jawab Akifa.
"Apa kau akan mencintai ku? "
__ADS_1
"Maksud mu mas." Akifa menghadap ke arah Verrel.
"Ya maksud ku, kau akan terus bersama ku, jika terus bersama ku apa kau akan mencintai ku."
"Pernikahan ini sekali dalam seumur hidup ku, aku tau kita belum saling mencintai tapi aku yakin kalau rasa cinta itu akan tumbuh di antara kita berdua. Aku akan berusaha mencintai mu dan membuat mu jatuh cinta pada ku."
"Kau sangat yakin sekali, padahal selama hidup ku aku baru mencintai satu wanita selain bunda ku, tapi apa yang ku dapatkan dari cinta itu, sakit sangat sakit. Aku harap aku tidak mengenal rasa cinta lagi." Kata Verrel.
"Cinta yang selanjutnya kamu dapat kan tidak akan memberikan rasa sakit tapi memberikan rasa kenyamanan yang akan membuatmu bahagia." Ucap Akifa.
"Bukan hanya tangisan mu yang mirip dengan bunda, tapi gaya bicara mu juga mirip dengan bunda." Verrel bergerak naik ke atas tubuh Akifa.
"Jangan takut sayang, aku hanya ingin merasakan manis nya bibir mu." Verrel bergerak mencium bibir Akifa dengan lembut.
Akifa mulai terbiasa dengan ciuman dari Verrel karena sudah beberapa kali Verrel mencium bibir nya. "Bernafas dengan benar atau kau akan mati." Verrel melepas ciuman nya.
"Rasa nya benar-benar aneh." Jawab Akifa.
"Itu karena kau tidak membalasnya, balas ciuman ku." Kata Verrel.
"Tapi aku tidak bisa, bagaimana cara nya." Tanya Akifa.
"Hmmm lain kali saja, aku mengajarkan mu." Tangan Verrel bergerak masuk ke dalam baju Akifa.
"Mas." Nafas Akifa tidak beraturan karena tangan Verrel bergerak di benda milik nya.
__ADS_1
"Ada apa." Tanya Verrel sambil mengeluarkan tangan nya.
"Kenapa kamu memanggil ku sayang, jika ingin menyentuh ku."
"Tidak tau, karena aku menginginkan nya mungkin."
"Sebenarnya aku ingin meminta bantuan pada mu." Ucap Akifa.
"Bantuan apa, masalah ku sudah banyak, mana mungkin aku ada waktu untuk membantu mu." Tanya Verrel.
"Sebelum aku menikah dengan mu, nenek ku baru saja meninggal, tapi menurut ku meninggal nya nenek ku sangat aneh, dia meninggal karena ada tusukan pisau di leher nya." Jelas Akifa.
"Mungkin saja rumah mu ingin di rampok oleh preman dan nenek mu melawan perampok itu." Ucap Verrel.
"Apa yang mau di rampok di rumah ku tidak ada barang berharga dan lagi juga tidak ada barang yang hilang." Kata Akifa.
"Ini cukup aneh, seperti nya ada motif tertentu, baiklah aku akan membantu mu tapi kau harus nurut pada ku dan lagi kau harus membantu ku melupakan Nelly, karena hati ku terasa sakit saat melihat nya bersama Dylan."
"Mana mungkin aku tidak nurut dengan mu, aku sangat takut dengan mu, untuk membantu melupakan orang yang kamu suka aku sangat siap." Kata Akifa.
Verrel menarik Akifa dengan memeluk nya dengan erat. Akifa terkejut saat Verrel memeluk nya tapi ia merasa bahagia mendapatkan pelukan itu.
"Jika kau nurut dengan ku, aku tidak akan kasar dengan mu, aku tidak suka di bantah dan penolakan, perkataan ku adalah sesuatu yang mutlak untuk mu." Ucap Verrel.
"Iya mas, aku mengerti."
__ADS_1
"Bagaimana dengan nya, apa sudah di temukan, apa dia sudah mati." Tanya seseorang.
"Kami hanya berhasil membunuh orang tua yang berada di rumah nya." Jawab anak buah orang itu.