
Kandung Angel sudah berusia 9 bulan, mereka tinggal menanti kan kelahiran pewaris keluarga Efron. Walaupun sudah 9 bulan mereka belum tau jenis kelamin anak mereka berdua, karena Alvaro melarang nya, jika anak mereka laki-laki Alvaro takut Angel akan langsung melupakan nya dan lebih mencintai anak yang sudah pasti lebih tampan dari nya.
Sementara itu pasangan Fiona dan adit juga sedang berbahagia karena Fiona sedang hamil, mereka terlambat menyadari kehamilan Fiona, sekarang usia kehamilan Fiona sudah menginjak 3 bulan. Untung nya janin yang berada di dalam rahim Fiona kuat jadi ia tidak mengalami gangguan saat sedang di gempur Adit.
"Sayang, aku mau minum ini, makan itu, itu dan itu. Cepat." ucap Fiona.
"Apa, bagaimana aku mendapatkan makanan itu, itu hanya ada di dalam tv." kata Adit.
"Aku tidak mau tau, kamu harus mencari nya di restoran Korea." rengek Fiona.
"Iya iya, aku pergi sekarang." ucap Adit.
Berbeda dengan pasangan lainnya, pasangan Vano dan Anggi masih menunggu hasil dari jerih paya mereka berdua. Anggi belum mengalami tanda-tanda kehamilan, atau pun ngidam seperti Fiona.
Tetapi aneh nya Alvaro lah yang merasa ingin memakan apa yang ia lihat, ia juga mengalami mual dan kepala yang pusing. Sampai-sampai Vano mengambil cuti dari kantor untuk beristirahat di rumah.
Dan saat ini mulut nya terasa sangat pahit, ia ingin buah-buahan masam yang menyegarkan mulut nya.
"Buah apa itu. kenapa sangat enak." tanya Vano.
"Itu buah kedondong sayang." jawab Anggi.
"Aku mau, aku mau buah seperti itu." ucap Vano.
"Jangan aneh aneh sayang, kamu melihat nya ada di TV, mana mungkin aku masuk ke dalam TV mengambil buah itu." kata Anggi.
"Sayang, aku mau." rengek Vano.
"Hmmm, aku minta carikan pelayan ya.. Diam lah jangan merengek seperti itu, kamu seperti anak kecil." kata Anggi.
Adit sudah kembali dari restoran Korea dan membawa makanan yang Fiona ingin kan.
__ADS_1
"Ini sayang." ucap Fiona.
Fiona langsung membuka bungkusan makanan itu dan mencoba nya.
"Kenapa rasa nya tidak seperti penampilan nya." kata Fiona.
"Ya mana aku tau sayang, aku membeli persis apa yang kamu minta." ucap Adit.
"Coba kamu peragakan, seperti yang ada di TV." kata Fiona.
"Sayang, mana mungkin aku bisa." ucap Adit.
"Lakukan sekarang sayang, cepat." rengek Fiona.
Mau tidak mau Adit harus melakukan apa yang Fiona minta, ia memperagakan cara makan makanan itu persis seperti yang ada di TV, dengan melihat Adit makan seperti itu menimbulkan rasa ingin makan Fiona dan Fiona pun menyantap abis makanan itu.
"Terimakasih sayang." ucap Fiona sambil tersenyum.
Sedangkan Anggi dan Vano sedang berada di balkon kamar, mereka tenga duduk dengan Anggi yang sedang mengupas kulit kedondong, buah yang Vano ingin kan.
"Ini makan lah, rasa nya sangat masam." kata Anggi.
Dengan semangat Vano langsung memakan buah kedondong itu sampai habis. Rasa pahit di mulut nya perlahan menghilangkan karena rasa masam dari buah kedondong itu.
"Enak." tanya Anggi dengan menaikan satu alis nya.
"Sangat enak." jawab Vano.
Tiba-tiba saat sehabis membuang air kecil, Angel merasakan sakit di perut nya. Pertama ia pikir rasa sakit itu seperti biasa nya, tapi lama-lama rasa sakit di perut nya semakin menjadi-jadi.
"Aahhh sayang sakit." teriak Angel yang sudah tidak bisa menahan nya lagi.
__ADS_1
Alvaro yang mendengar teriakan Angel langsung berlari menghampiri Angel.
"Kenapa sayang, kenapa." tanya Alvaro.
"Perut ku sakit." jawab Angel.
Alvaro langsung menggendong Angel, dan berlari ke lantai dasar.
"Adit, siapakah mobil." teriak Alvaro.
Mereka membawa Angel ke rumah sakit terdekat. Tangan Angel mencengkram tangan Alvaro dengan sangat kuat.
"Sakit sayang." rengek Alvaro.
"Sakit, aku yang sakit." teriak Angel.
Sesampainya di rumah sakit, Angel langsung di ditangani oleh dokter, sedangkan Alvaro menunggu di depan ruang operasi. Karena Alvaro ingin Angel melakukan operasi sesar saja. Semua keluarga juga sudah berkumpul menunggu kelahiran pewaris pertama keluarga Efron.
Alvaro hanya mondar-mandir, kanan kiri, depan belakang, ia sama sekali tidak tenang. Alex yang sedari tadi memperhatikan Alvaro, menarik tangan Alvaro agar duduk diam di samping nya.
"Diam lah dan tunggu dengan tenang." kata Alex.
Setelah menunggu cukup lama proses operasi sesar berjalan dengan lancar, Angel dan bayi nya juga sudah di pindah kan ke ruang inap.
Alvaro berjalan mendekati Angel, ia mencium wajah Angel yang tampak sedikit pucat.
"Terimakasih." ucap Alvaro.
"Kamu akan terkejut saat melihat anak kita." kata Angel.
Tak lama anak Alvaro dan Angel di bawa masuk, dokter itu menyerah kan bayi itu ke Alvaro.
__ADS_1
"Ahhh kenapa dia lebih tampan dari ku." rengek Alvaro.
Mereka semua tertawa saat melihat ekspresi wajah Alvaro ketika melihat anak nya yang lebih tampan dari nya.