Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 167 S3


__ADS_3

Dylan dan yang lainnya baru bisa datang menjenguk Verrel karena mereka baru pulang dari luar kota, Mereka sangat terkejut ketika mendengar kabar jika Verrel kritis.


"Kau kuat Verrel, walaupun kita jarang akur, tapi kau orang yang baik pada ku, kau yang menghibur dan menguatkan ku saat aku sedang terjerat masalah. Aku yakin kau pasti akan segera pulih kembali." Tanpa sadar Dylan meneteskan air mata.


"Apa orang yang berbuat ini sudah kau habisi Al." Tanya Vano.


"Itu jangan kau tanya, dia sudah membusuk." Jawab Alvaro.


"Kau tenang Al anak mu pasti kuat. Ia memiliki ayah yang kuat." Ucap Vano.


"Alvaro, ayah baru mendapatkan informasi jika orang itu adalah paman dari Akifa. Akifa salah satu pewaris keluarga yang cukup terpandang." Ujar Alex.


"Apa yah!! Bagaimana bisa."


"Ayah akan menyelidiki hal ini lebih lanjut lagi, kau tenang saja. Masalah ini pasti akan segera tuntas." Kata Alex.


"Sayang bangun lah, mana mas Verrel yang kuat, yang suka marah pada ku, yang selalu mencium ku setiap malam, sayang aku mohon bangun lah." Akifa menggenggam tangan Verrel, ia hanya bisa berdoa di dalam hati nya agar suami nya cepat melalui masa kritis ini.


Tiba-tiba kondisi Verrel semakin menurun, Parah dokter langsung memeriksa keadaan Verrel, mereka begitu panik dan langsung membawa Verrel ke ruang operasi, untuk melakukan operasi darurat.


Mereka semua hanya bisa menangis dan berdoa, Hati Akifa terasa sangat sakit melihat kondisi suami nya yang begitu lemah. Alvaro tidak sanggup melihat putra nya, ia hanya bisa menangis di dalam pelukan istri nya.


Lagi-lagi jantung Verrel yang terkena tembakan kembali mengalami pendarahan, mereka membutuhkan darah untuk transfusi yang cukup banyak. Untung nya darah Vano dan Verrel sama, Alvaro dan Alex juga menyumbangkan darah mereka lagi.


Setelah beberapa jam menjalani operasi akhirnya kondisi Verrel membaik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.


"Seperti nya dalam beberapa jam ke depan kondisi Verrel akan lebih membaik, dan semoga akan segera keluar dari masa kritis nya." Ucap dokter.


Dan benar saja, dalam beberapa jam ke depan Verrel sudah melewati masa terburuk dalam hidup nya. Dokter memprediksi Verrel akan segera bangun dari tidur panjang nya.

__ADS_1


Dengan setia Akifa menunggu suami nya bangun dari tidur nya, ia sangat menantikan momen itu.


"Sayang, aku mohon bangun lah, aku merindukan mu sayang. Kamu sudah janji tidak akan meninggalkan ku." Akifa memejamkan mata nya sambil mencium tangan Verrel.


"Jangan menangis." Ucap Verrel sambil mengusap air mata Akifa.


Mereka semua yang mendengar suara Verrel langsung berlari mendekat.


"Sayang, kamu bangun." Akifa memeluk Verrel dengan erat.


"Maaf membuat mu menangis." Verrel membalas pelukan itu.


"Stop jangan bicara lagi." Ucap Akifa sambil melepaskan pelukan itu.


"Kau membuat ayah mu tidak bisa tidur, jangan pernah membahayakan nyawa mu lagi demi ayah." Alvaro memeluk Verrel.


"Apa ayah menangis saat aku seperti ini." Tanya Verrel yang ingin menggoda ayah nya agar tersenyum kembali.


"Bunda, apa ayah ada menangis karena aku."


"Bukan sekali sayang, ayah mu sepanjang waktu menangis karena mu." Kata Angel.


"Sayang, kenapa kamu jujur." Ucap Alvaro.


"Bunda tidak ingin melihat mu seperti ini lagi." Angel memeluk Verrel.


"Maaf bunda, Verrel selalu membuat bunda khawatir." Verrel membalas pelukan itu.


"Sudah, kenapa kalian berpelukan." Alvaro melepaskan secara paksa pelukan bunda dan anak itu.

__ADS_1


"Sayang, pelan-pelan nanti Verrel sakit lagi gimana." Ucap Angel.


"Aku tidak peduli, aku tidak suka kamu memeluk nya." Alvaro memeluk Angel.


"Mulai, sifat cemburu nya datang." Ujar Agnes.


"Hahaha, awas saja yah. Aku sembuh aku akan merebut bunda dari mu." Ucap Verrel.


"Aku tidak akan memberikan nya, ingat kau sudah mempunyai istri, jangan manja lagi pada bunda mu." Ujar Alvaro.


"Jika aku manja dengan mu bagaimana? "


"Itu menjijikkan Verrel, jangan membuat mu marah."


"Aww sakit sekali." Verrel menyentuh dada nya.


"Ada apa, mana yang sakit, kenapa kau banyak bicara. Kau harus istirahat." Ucap Alvaro.


Verrel tertawa saat melihat ayah nya, ia hanya akting untuk mengetes ayah nya.


"Kenapa kau tertawa, kau sedang sakit." Tanya Alvaro.


"Iya sayang, mana yang sakit, apa perlu aku panggil dokter."


"Tidak perlu, aku hanya akting. Liat lah begitu khawatir nya dia pada ku." Ucap Verrel.


"Kau menipu ku."


Mereka semua tertawa melihat kekocakan antara anak dan ayah itu. Tidak ada yang lebih menghibur bila di banding kan hal lainnya.

__ADS_1


"Keturunan ku memang aneh." Batin Alex.


__ADS_2