
Zayn dan Axel sedang berada di balkon rumah, Zayn membawa Axel ke Balkon karena ada hal yang ingin ia sampai kan, dan tantu saja hal tersebut cukup penting bagi Zayn. Axel masih kesal dengan Zayn hal tersebut membuat Axel sedikit tidak serius padahal saat ini Zayn ingin membicarakan hal yang cukup serius.
"Axel," ucap Zayn.
"Hmmm ada apa, kau seperti ingin membicarakan hal yang penting," tanya Axel.
"Apa perusahaan mu membuka lowongan pekerjaan," tanya Zayn.
"Iya masih membuka nya, aku juga baru masuk, tapi aku masuk jalur orang dalam, tanpa interview dan yang lainnya."
"Apa aku bisa mendaftarkan, aku ingin pergi meninggalkan negari ini," ucap Zayn.
"Kau mau bekerja di Efron grup," tanya Axel.
"Iya aku ingin bekerja di sana, melihat mu dan Wilda membuat ku yakin jika aku harus melupakan masa lalu ku," jawab Zayn.
"Kau yakin Zayn? apa masalah mu? kenapa kau ingin pergi meninggalkan Negeri ini?"
"Aku sangat yakin, masalah ku itu privasi untuk ku, dan aku tidak ingin terjebak dalam permasalahan ini," kata Zayn.
"Kalau kau yakin, karena kau kakak sepupu ku, mungkin aku bisa merekomendasikan mu pada papah ku, papah adalah orang yang mengatur keluar masuk nya karyawan dengan jabatan tinggi, tapi aku hanya bisa merekomendasikan mu tidak bisa langsung memasukan mu," ucap Axel.
"Iya Axel, aku akan mencoba nya, nanti aku akan mengirim data-data ku pada mu, mungkin dengan pengalaman kerja ku, aku bisa masuk ke sana jika tidak mungkin aku akan bekerja di perusahaan paman, daddy nya istri mu," kata Zayn.
"Lalu bagaimana dengan pacar mu, kata nya pacar mu sedang hamil, kau tidak kasihan jika harus meninggalkan nya di sini," tanya Axel.
"Tidak papa, dia sudah ada yang menjaga nya, ya sudah aku ingin menyiapkan semua data ku," jawab Zayn dan langsung pergi meninggalkan Axel.
"Aneh, aku yakin ada masalah dalam percintaan nya," batin Axel.
Axel mengambil handphone nya untuk menghubungi papah nya, ia ingin membicarakan tentang penjemputan Wilda dan juga masalah Zayn.
"Iya ada apa, kau sudah senang bertemu dengan istri mu," tanya Rizky.
Iya pah, aku langsung membuat nya lemas dan kau tau aku ada kabar baik untuk mu," jawab Axel.
__ADS_1
"Apa itu," tanya Rizky.
"Kau akan menjadi opa dan aku akan menjadi ayah," jawab Axel.
"Apa! jadi istri mu sedang hamil, Axel bawa pulang istri mu, jaga cucu ku dengan sangat baik."
"Itu masalah nya pah, istri ku sedang hamil muda, apa ada maskapai yang mengizinkan nya terbang," ucap Axel.
"Kalau itu kau tenang saja, aku akan mengirimkan jet pribadi dengan beberapa dokter demi keamanan dan keselamatan cucu ku," kata Rizky.
"Oke pah, aku menunggu jemputan mu."
"Ya sudah papah akan menyiapkan nya secepat mungkin, kau tunggu saja," ucap Rizky.
"Tunggu dulu pah, ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan," kata Axel.
"Apa lagi, apa ada hal yang penting lagi?"
"Sepupunya nya istri ku Wilda ingin melamar pekerjaan, bagaimana apa dia bisa masuk ke Efron grup," tanya Axel.
"Kirim CV nya, aku akan melihat nya dulu, aku tidak bisa langsung menerima nya," jawab Rizky.
Di Indonesia pasangan Kenzi dan Karla benar-benar sedang sangat berbahagia, waktu mereka berdua mereka habiskan di atas ranjang dengan bermain Kuda-kudaan, tidak perduli sudah berapa lama mereka melakukan nya yang terpenting rasa rindu tersalurkan dengan sangat baik.
"Aku sangat mencintai," Kenzi memeluk Karla dengan sangat erat.
"Aku juga sangat menyayangi mu, terima kasih telah mau mengunjungi anak mu," kata Karla.
"Ahkk sayang, untuk apa Terima kasih aku saja sangat suka, aku akan sering-sering mengunjungi nya, kamu tenang saja," ucap Kenzi.
"Iya iya iya, sudah aku ingin istirahat dulu, aku aku sangat lelah," kata Karla.
Berbeda dengan Kenzi dan Karla yang sedang berbahagia. Rian sedang bingung dengan percintaan nya, kehidupan nya memang jauh lebih baik dari sebelumnya tapi percintaan nya selalu saja terkena masalah.
Rian tidak ingin kisah cinta nya dengan mantan istri nya terulang kembali, kisah cinta yang berujung kehancuran bagi keluarga nya, belum lagi Rian harus kehilangan istri serta calon anak nya, hal tersebut membuat Rian sedikit trauma dalam hal percintaan.
__ADS_1
"Sayang," ucap Nadya.
"Iya sayang, ada apa," tanya Rian.
"Aku sangat merindukan mu, aku benar-benar sangat merindukan mu sayang," jawab Nadya.
"Hey hey emang kamu saja, aku juga sangat merindukan kamu sayang, sebentar lagi aku akan ke kota, kita akan bertemu di kota," kata Rian.
"Oh iya, apa tugas kamu sudah selesai," tanya Nadya.
"Ya seperti itu lah, bisa di katakan sudah bisa di katakan belum," jawab Rian.
"Sayang sudah ya, ada, ayah," ucap Nadya.
Aldy cukup kesal dengan Nadya karena tidak kunjung membuka pintu kamar nya. Padahal ia sudah cukup lama berada di depan pintu kamar.
"Maaf yah, aku sedang di toilet," ucap Nadya.
"Lusa kita akan berkunjung ke keluarga Efron, ayah dan yang lainnya akan ada pertemuan yang cukup penting."
"Jadi," tanya Nadya.
"Jadi kau harus ikut, aku akan mengenal kan mu pada seseorang," jawab Aldy.
"Siapa yah, aku tidak mau yah," tolak Nadya.
"Tidak ada penolakan, sudah ya kau harus siap, lakukan perawatan agar wajah mu semakin cantik," kata Aldy dan pergi meninggalkan Nadya.
"Ayah selalu saja memaksa ku, aku tidak boleh berpacaran tetapi malah langsung di jodohkan," batin Nadya sambil kembali menghubungi Rian.
"Sudah sayang," tanya Rian.
"Sudah kalau kamu pulang ke kota lusa aku tidak bisa langsung bertemu, aku harus pergi," jawab Nadya.
"Iya sayang aku juga tidak bisa langsung bertemu dengan mu, tuan ku juga akan membawa ku ke pertemuan penting."
__ADS_1
Nadya tidak tau bagaimana mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya pada Rian, ia sangat takut menyakiti hati Rian, begitu juga dengan Rian yang masih belum bisa mengatakan jika diri nya sedang di jodohkan.
"Maafkan aku, mungkin kita bisa bersama, perpisahan adalah takdir kita," batin Rian.