
"Hey bangun lah, jangan membuat ku takut," ucap Kenzi.
"Kau cantik sekali, apa kau benar-benar orang gila, jika kau tidak gila aku mau tidur dengan mu hehehe," batin Kenzi.
Kenzi terpaksa membiarkan wanita itu tidur di ranjang nya, sedangkan diri nya memilih tidur di sofa agar tidak terjadi ke salah pahaman.
Pagi hari nya semua orang kaget dengan kehadiran wanita di kamar Kenzi, wanita itu tampak terus gemetaran seperti takut akan sesuatu.
"Hay tenang lah, aku tidak akan menyakiti mu, siapa nama mu," tanya Kenzi dengan sangat lembut.
Semua orang cukup terkejut melihat Kenzi yang begitu lembut pada wanita itu, karena biasanya Kenzi sangat arogan pada orang yang tidak ia kenal.
"Apa aku seperti itu jika kumat," tanya Kenzo.
"Iya hampir seperti itu, bahkan lebih para," jawab Verrel.
"Daddy aku mau sembuh, bawa aku ke rumah sakit, aku tampak seperti orang gila," ucap Kenzo.
"Sayang kamu memang ada gangguan mental, ya bisa di bilang sedikit gila, tapi tenang saja hanya sedikit," kata Sonia.
Jika bukan istri nya yang mengatakan hal itu, pasti Kenzo sudah mengamuk, Sonia memang seperti pawang bagi Kenzo.
"Kau yakin mau daddy bawa ke rumah sakit, kau yakin mau melewati semua tahapan nya," tanya Verrel.
"Tidak jadi, aku belum siap," jawab Kenzo.
"Diam lah kalian membuat nya semakin takut," ucap Kenzi.
"Kenzi mungkin dia salah satu pasien di rumah sakit jiwa yang di bawa kabur oleh seseorang," ujar Dylan.
"Dylan benar, di daerah sini memang ada rumah sakit jiwa, lebih baik kau mengantarkan nya ke sana," Saut Rizky.
"Sekalian bawa kakak mu Kenzi," ucap Verrel.
"Daddy aku tidak gila, aku akan membuat anak dalam waktu dekat," kata Kenzo.
"Sayang, kamu tidak sopan mengatakan hal seperti itu," ucap Sonia.
"Maaf," kata Kenzo yang langsung diam seketika.
"Lihat Kenzi, kakak mu sudah mempunyai pawang, tinggal kau yang harus mencari pawang mu."
"Hahaha, ya sudah aku bawa wanita cantik ini ke rumah sakit itu," ucap Kenzi.
__ADS_1
Kenzi membawa wanita itu ke rumah sakit jiwa yang Rizky maksud, kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang, pasalnya Kenzi sangat terkenal sebagai pewaris keluarga Efron. Apalagi rumah sakit jiwa itu tidak jauh dari komplek perumahan nya.
"Tuan Kenzi," ucap Malik pemilik rumah sakit ini.
"Kau mengenal ku, siapa nama mu," tanya Kenzi.
"Iya tuan, siapa yang tidak mengenal tuan. Nama saya malik."
"Malik, aku menemukan wanita ini di dekat rumah ku, apa wanita ini pasien di rumah sakit ini," tanya Kenzi.
Malik melihat wajah wanita yang Kenzi bawa, dan benar saja wanita itu memang pasien di rumah sakit ini.
"Benar tuan, bukan nya dia di bawa pulang oleh Paman nya."
"Aku tidak tau, yang aku tau dia di pukuli dan di tarik secara paksa oleh seseorang," kata Kenzi.
"Terima kasih tuan, telah menyelamatkan wanita ini, kami berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," ucap Malik.
Wanita itu di bawa oleh salah satu perawat, tak sengaja mata mereka berdua saling menatap, Kenzi merasakan tatapan yang berbeda dari wanita itu.
"Jaga dia dengan baik, aku ingin dia di beri tempat terbaik dan pisahkan dia dengan yang lainnya," ucap Kenzi.
"Maaf tuan saya tidak bisa melakukan itu, semua pasien mendapatkan hak yang sama rata."
"Baik tuan," ucap Malik.
Malik membawa Kenzi ke ruangan nya untuk memberitahu apa yang Kenzi minta.
"Wanita itu berasal dari keluarga yang cukup terpandang yang berasal dari Rusia, kenapa wanita itu sampai seperti itu karena keluarga nya mengalami pembantaian nya sehingga membuat samua keluarga nya meninggal dunia tepat di depan wanita itu. Hal itu membuat nya trauma sangat yang berat sampai menganggu jiwa nya, bukan hanya itu ia sempat hampir mengalami pelecehan seksual sehingga membuat nya semua nya semakin memburuk."
"Apa dia bisa sembuh," tanya Kenzi.
"Masih ada kemungkinan, Terapi dengan Psikolog atau Psikiater bisa membantu nya, dan tentu saja dorongan dari seseorang yang membuat nya mau melupakan semua masa lalu kelam nya."
Ntah kenapa Kenzi sangat tertarik dengan wanita itu, ia sampai rela menyuntikkan dana besar ke rumah sakit jiwa ini, belum lagi ia harus membayar psikolog untuk menyembuhkan wanita itu.
"Siapa nama nya," tanya Kenzi.
"Karla," jawab Malik.
Setelah menyelesaikan semua nya, Kenzi langsung ke bandara untuk menjemput tunangan nya, walaupun ia sedang sangat marah menghindar bukan hal yang tepat karena Kenzi ingin meminta penjelasan dari Novi.
"Sayang" Novi berlari memeluk Kenzi.
__ADS_1
"Kamu punya hutang penjelasan untuk ku," ucap Kenzi.
"Jelaskan kenapa teman ku bisa melihat mu di Mall," tanya Kenzi.
"Aku lelah sayang, kita pesan hotel dulu ya," ucap Novi.
"Aku akan langsung mengantarkan mu pulang ke rumah," kata Kenzi.
Sesampainya di rumah Novi dan Kenzi langsung masuk ke dalam kamar, mereka berdua sudah biasa melakukan hal seperti itu, lagi pula Kenzi masih ingin mendengarkan penjelasan dari Novi.
"Aku memang ke mall, tapi bersama Granma dan para sepupu ku, kamu tau sendiri kan mereka tinggal di Jepang," ucap Novi.
"Sampai menghabiskan begitu banyak uang."
"Oohhh jadi itu yang membuat mu marah pada ku, jadi hanya masalah uang, kamu perhitungan dengan tunangan kamu sendiri. Oke aku akan mengganti nya," ucap Novi.
"Bukan begitu," Kenzi menarik Novi ke atas pangkuan nya.
"Kamu benar-benar menyinggung ku, aku tidak memerlukan uang mu," ucap Novi.
"Maaf aku salah, maaf." Kenzi mengecup bibir Novi.
Novi mulai melakukan hal yang membuat Kenzi bernafsu dengan cepat Novi sudah ada di bawa tubuh Kenzi. Saat Novi mulai membuka bajunya Kenzi langsung ingat pesan dari Kenzo.
"Maaf, aku tidak bisa melakukan nya," ucap Kenzi dan langsung bangkit dari atas tubuh Novi.
"Kenapa," tanya Novi.
"Tidak papa, aku pulang dulu sayang." Kenzi meninggal kamar itu.
Di rumah Kenzo dan Sonia masih menikmati kebersamaan mereka berdua, mereka berdua seperti abg yang baru berpacaran malu-malu tapi mau.
"Sayang kamu kapan selesai," tanya Kenzo.
"Mungkin besok sudah bersih, aku juga tidak tau. Biasanya aku 5 hari, tapi di hari ke tiga sudah tidak banyak keluar," jawab Sonia.
"Wah aku akan Menganboxsing kamu," ucap Kenzo.
"Sayang maaf ya, dalam kondisi kamu seperti ini, apa bisa kita melakukan nya," tanya Sonia.
"Aku sudah mendapatkan Video yang akan menuntun kita, kamu mau lihat tidak."
"Boleh," ucap Sonia.
__ADS_1