Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 140 S3


__ADS_3

"Bunda." Verrel memeluk Angel dengan erat.


"Ada apa sayang, kenapa dengan mu, kamu sudah dewasa loh, jangan manja seperti ini."


"Berhenti membuat adik untuk ku, aku tidak ingin seorang adik." Ucap Verrel.


Perkataan Verrel sukses membuat Alvaro naik pitam. "Kau ya, kau melarang ayah mu merasakan surga dunia." Alvaro menarik Verrel dengan paksa dan menindih nya.


"Mati kau." Ucap Alvaro.


"Ayah, kenapa kau kejam sekali dengan anak mu." Verrel membalas Alvaro.


Jadi lah mereka berdua saling tindih menindih di atas kasur, sampai kasur itu bergoyang dengan kerasa akibat ulah mereka berdua.


"Apa kalian tidak pernah berubah." Teriak Angel yang membuat Alvaro dan Verrel berhenti bertengkar.


"Verrel apa yang kau lakukan pada sepupu mu, kau ingin merusak hubungan mereka berdua." Tanya Angel.


"Bunda aku sangat mencintai nya, dia harus menjadi milik ku." Jawab Verrel.


"Good boy, ayah mendukung mu, jika kau mencintai nya kejar dia." Ucap Alvaro.


"Ayah, kau yang terbaik." Akhirnya berdua saling berpelukan setelah sekian lama.


"Itu salah, kau tidak boleh begitu, itu pacar sepupu mu, mereka akan menikah kau tidak boleh merusak hubungan mereka berdua."

__ADS_1


"Ayah, bagaimana ini bunda melarang ku." Ucap Verrel.


"Lakukan yang membuat mu senang, sebelum janur kuning melengkung ayah tetap mendukung mu, tapi setelah mereka berdua menikah jangan kau usik lagi, berarti kau sudah kalah." Kata Alvaro.


"Verrel jangan dengar kan ucapan ayah mu." Ujar Angel.


"Kalau begitu aku akan menikahi diri nya duluan, agar Dylan tidak bisa mengusik hubungan kami berdua." Ucap Verrel.


"Ternyata kita satu frekuensi ya, lain kali minum lah besama ku." Verrel mencium dahi Angel dan pergi meninggalkan kamar itu.


"Sayang apa yang kau lakukan, dia akan merusak semua nya." Protes Angel.


"Sayang, apa kamu belum mengerti Verrel sepenuhnya, sifat nya sangat sama dengan ku, apapun yang ia ingin kan harus ia dapat kan bagaimana pun cara nya. Aku memiliki rencana agar Verrel tidak lagi menganggu hubungan Dylan dan pacar nya lagi." Ucap Alvaro


"Baiklah, kita diskusikan rencana ini dengan Dylan dan yang lainnya tanpa sepengetahuan Verrel." Kata Angel.


"Sudah, aku mau tidur." Ucap Angel.


Beberapa hari telah berlalu, Sesuai dengan rencana Alvaro dan Angel, mereka semua mengumpulkan anggota keluarga untuk membahas masalah Verrel, Dylan dan Nelly.


"Kau dengan anak mu sama saja." Ujar Vano.


"Diam lah, aku tidak meminta mu untuk berbicara." Ucap Alvaro.


"Bagaimana, jika Verrel memaksa menikah dengan Nelly, bagaimana dengan Dylan." Tanya Adit.

__ADS_1


"Tidak om, aku tidak akan melepaskan pacar ku, kami saling mencintai. Untuk hal ini aku tidak akan mau mengalah." Ucap Dylan.


"Tenang lah dulu, biarkan aku menjelaskan semua nya." Ujar Alvaro.


"Begini, untuk saat ini kita turuti saja dulu keinginan Verrel, biarkan dia merencanakan pernikahan ini. Saat hari pernikahan itu kita ganti Nelly dengan wanita lain, Nelly kita bawa pergi jauh dari tempat ini, jadi Verrel akan menikah dengan wanita lain." Jelas Alvaro.


"Jika Verrel menolak nya, dia akan tau jika wanita itu bukan Nelly." Tanya Vano.


"Kita undang beberapa rekan bisnis dan ayah Alex. Sebenarnya Verrel sangat takut dengan ayah, dulu dia pernah di kunci satu hari di dalam gudang. Jika itu tidak berhasil kita masih punya senjata rahasia siapa lagi jika bukan bundanya dan alana." Jawab Alvaro.


"Ide yang bagus, tapi masalah nya siapa wanita yang akan menggantikan Nelly." Tanya Adit.


"Itu menjadi pr untuk Dylan, dia kan mencari wanita itu sebelum pernikahan Verrel dan Nelly terjadi, jika kau tak bisa mencari nya berati kau harus rela Nelly menikah dengan Verrel. Dan ingat cari wanita baik-baik sesuai dengan tipe Verrel. Jangan sampai wanita bar kau bawa ke rumah ini." Jawab Alvaro.


"Kau siap lan." Tanya Vano.


"Siap pah, aku akan mencari wanita yang sesuai untuk Verrel demi hubungan ku dengan. Nelly tetap terjaga." Jawab Dylan dengan tegas nya.


Sementara itu di tempat lain, Akifa sedang berjalan pulang karena habis berkerja, ia sangat senang karena gaji pertama nya cukup banyak, ia sudah memiliki rencana untuk membeli kan pakaian untuk nenek tercinta nya.


"Nenek." Panggil Akifa.


"Dimana nenek, kenapa tidak ada suara nya." Batin Akifa.


Akifa langsung berlari masuk kedalam rumah, kaki nya gemetar dan ia terjatuh di lantai saat melihat nenek tersayang nya sudah tergeletak di lantai dengan pisau yang menancap di perut.

__ADS_1


"Nenek." Teriak Akifa dengan air mata yang membasahi wajah cantik nya.


Para tetangga yang mendengar berita ini langsung berkumpul di rumah Akifa untuk membantu proses penguburan jenazah, Akifa masih terus menangis ia tidak menyangka jika semua ini terjadi pada diri nya.


__ADS_2