
"Ayah aku baru saja bertemu dengan wanita cantik ini," ucap Rakha yang sangat kesal pada ayah nya. Menurut Rakha Dylan terlalu posesif pada nya yang notabene nya seorang pria yang ingin kebebasan.
"Ada apa," tanya Sakura.
"Aku ingin di minta pulang pada ayah ku," jawab Rakha.
"Ya sudah pulang saja, nanti kamu di hukum oleh ayah kamu," ucap Sakura.
"Maaf ya, lain kali kita bertemu kembali."
"Maaf Rakha, mungkin tidak pernah bertemu lagi. Aku di sini hanya satu minggu. Setelah itu aku kembali ke Jepang," kata Sakura.
"Tidak masalah aku akan menyusul mu ke Jepang," ucap Rakha dan pergi meninggalkan Sakura.
"Bagaimana mau menyusul ku ke Jepang, baru beberapa menit bertemu sudah di minta untuk pulang," batin Sakura sambil melanjutkan memakan makanan nya.
Keesokan harinya, Karla masih enggan keluar dari kamar nya, ia hanya berdiam diri di dalam kamar sambil memikirkan nasib nya di masa yang akan datang.
Semua keluarga sudah tau tentang penyakit yang derita Karla, dan mereka semua satu persatu memberikan semangat pada Karla dan Kenzi. Saat ini Sonia dan Akifa sedang berada di kamar untuk memberikan semangat pada Karla.
"Aku tidak bisa mempunyai anak mah, bagaimana dengan pernikahan ku," ucap Karla.
"Semua akan baik-baik saja Karla, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan dalam pernikahan mu," kata Sonia.
"Iya Karla, mamah akan sedikit bercerita tentang perjuangan mamah dan papah untuk mempunyai Kenzi dan Kenzo."
"Dulu mamah pada papah sangat lama. tidak di berikan anak oleh tuhan, saat itu mamah pikir mamah yang tidak bisa mempunyai anak. Mamah meminta papah untuk menikah lagi, berulang kali mamah meminta hal itu tetapi papah mu menolak permintaan itu. Papah memutuskan untuk membawa mamah ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan ternyata mamah baik-baik saja, yang bermasalah adalah papah mu. Dunia seakan-akan berhenti berputar mamah dan papah terus bertengkar hebat karena papah selalu meminta mamah menikah lagi, sampai akhir nya papah menjatuhkan talak pada mamah agar mamah bisa menikah lagi. Kami berdua berpisah cukup lama dan akhirnya kembali bersatu dengan Kenzo dan Kenzi yang berada di dalam perut mamah."
"Tidak semua pria seperti papah mah, bagaimana dengan suami ku," tanya Karla.
"Mamah tau itu, tapi mamah yakin Kenzi tidak akan meninggalkan mu," jawab Akifa.
"Bagaimana jika aku meminta mas Kenzi untuk menikah lagi mah, apa mamah setuju," tanya Karla.
"Sayang jangan berpikir seperti itu, itu sama sekali keputusan yang salah, mamah yakin kalian berdua pasti bisa melewati ini semua," jawab Akifa.
"Lebih baik aku meminta mas Kenzi menikah lagi mah dari pada aku melihat nya selingkuh dengan wanita lain, itu semakin membuat hancur hati ku mah," ucap Karla.
"Semua keputusan ada di tangan mu Karla, pikirkan dengan baik dan jangan sampai keputusan mu itu membuat kalian berdua tersakiti."
Setelah Akifa dan Sonia keluar dari kamar nya, Kenzi masuk ke dalam kamar nya sambil membawa makanan sehat untuk istri nya. Dengan penuh perhatian Kenzi menyuapi Karla memakan makanan yang ia bawa.
"Aku angkat Rahim saja mas," ucap Karla.
"Tidak sayang, dengan angkat rahim kamu tidak akan bisa hamil, aku masih berharap bisa memiliki anak. Aku sudah memutuskan kamu akan terapi radiasi saja," kata Kenzi.
"Bukannya sama saja mas, aku tetap tidak bisa mempunyai anak, kamu tetap bisa mempunyai anak mas tapi dengan wanita lain," ucap Karla.
"Apa maksud mu sayang, jangan aneh-aneh sayang. Aku tidak akan meninggalkan mu, kita berjuang sama-sama," kata Kenzi.
"Aku mau kamu menikah lagi mas tapi tolong jangan ceraikan aku, aku rela kamu madu mas," ucap Karla sambil menutup wajah nya, hati nya benar-benar hancur ketikan mengatakan hal ini pada suaminya. Istri mana yang rela membiarkan suami nya menikah lagi, jika bukan karena tekanan dari penyakit yang ia derita.
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau, sudah jangan pikirkan hal itu, kita jalani saja dulu," ucap Kenzi.
"Kamu yakin bisa bertahan dengan ku jika aku tidak bisa mempunyai anak, kamu tidak akan selingkuh dari ku," tanya Karla.
"Aku aku yakin sayang, sudah jangan kamu pikirkan," jawab Kenzi.
Setelah selesai makan Karla mengirimkan pesan pada Sakura untuk datang sore nanti ke rumah. Walaupun awal nya Sakura menolak akhirnya Sakura mau Karena Karla mengatakan jika dari nya sakit dan butuh teman cerita.
"Apa aku bisa menepati perkataan ku, aku tau kekurangan ku, anak adalah hal yang sangat penting tapi perasaan istri ku jauh lebih penting," batin Kenzi.
Cahaya langit sudah tampak meredup pertanda sore hari telah tiba, Karla membangunkan Kenzi yang sedang terlelap.
"Sayang bangun kamu bersiap lah, teman ku akan datang," ucap Karla.
"Hmmm siapa sayang," tanya Kenzi.
"Sudah mandi saja aku harus menyambut nya datang," jawab Karla.
Sakura susah tiba di rumah Verrel, ia sedikit bingung harus masuk lewat pintu yang mana.
"Sakura," ucap Rakha.
"Rakha kau tinggal di sini," tanya Sakura.
"Ini rumah keluarga ku, kau datang mencari ku," tanya Rakha.
" Tidak aku di minta datang oleh Karla," jawab Sakura.
"Karla siapa Karla," tanya Rakha.
"Oh kakak ipar, kakak ipar ada di dalam ayo masuk," ucap Rakha.
"Sakura maaf, aku telat menyambut mu," ucap Karla sambil memeluk Sakura.
"Iya tidak papa, kau sakit apa," tanya Sakura.
"Kita bicara kan nanti, ayo kita ke balkon kamar lu, u sudah menyiapkan makanan khusus untuk mu," jawab Karla.
"Sakura, Sayang aku sedang tidak baju kenapa membawa Sakura masuk ke dalam kamar," ucap Kenzi dan langsung masuk ke dalam ruang ganti.
"Lihat lah dia masih seperti anak kecil," kata Karla.
"Tidak Karla, aku rasa dia jauh berbeda sejak aku terakhir bertemu dengan nya, kau berhasil merubah nya Karla," ucap Sakura.
Di balkon kamar mereka bertiga tampak sangat bahagia, canda dan tawa lepas dari bibir mereka bertiga. Tidak ada angin dan hujan tiba-tiba Karla mengucapkan sesuatu yang membuat Sakura dan Kenzi terkejut.
"Sakura aku mengidap penyakit kanker rahim, aku tidak bisa mempunyai anak dan aku ingat kamu menikah dengan mas Kenzi," ucap Karla.
"Karla apa yang kamu katakan, jangan dengarkan Sakura, Karla sedang ngelantur," kata Kenzi.
"Aku mohon Sakura menikah lah dengan mas Kenzi demi aku Sakura," ucap Karla.
__ADS_1
Sakura tampak kebingungan saat mendengar permintaan dari Karla.
"Karla jangan membuat ku marah."
"Mas demi aku mas, menikah lah dengan Sakura aku mohon mas, menikah lah dengan nya," ucap Karla sambil manahan air mata nya.
"Tidak aku tidak mau, kamu istri ku Satu-satunya." tolak Kenzi.
Karla berdiri dari tempat duduk nya, perlahan Karla mundur sampai ujung balkon kamar yang sangat tinggi karena terletak di lantai paling atas.
"Tidak Karla aku tidak bisa, aku tidak mau merusak rumah tangga teman ku sendiri," tolak Sakura.
"Aku mohon Sakura, atau aku akan melompat," ucap Karla.
"Jangan Karla jangan gila."
"Nikahi Sakura sekarang mas atau aku akan melompat," ancam Karla.
Kenzi yakin jiwa Karla saat ini sangat tergoncang sampai Karla ingin melakukan hal gila itu.
"Iya Karla, aku akan menikahi Sakura, tapi jangan melompat," ucap Kenzi.
"Pak apa yang bapak lakukan."
"Demi Karla Sakura, jiwa Karla kembali goyang jika keinginan nya tidak kita turuti dia akan melompat,x ucap Kenzi.
"Iya Karla aku mau, aku akan menikah dengan suami mu," kata Sakura.
Karla perlahan maju ke depan, Kenzi yang menyadari hal itu langsung berlari dan memeluk Karla.
"Kenapa sayang, kenapa kamu seperti ini," ucap Kenzi.
Sore itu juga Kenzi dan Sakura langsung menikah, semua keluarga terkejut dengan permintaan Karla. Kenzi benar-benar harus menuruti permintaan Karla atau Karla pasti akan melakukan percobaan bunuh diri lagi. Karena saat ini jiwa Karla sangat terguncang.
"Kenapa Kenzi menikah dengan wanita yang aku sukai," ucap Rakha.
"Demi kakak ipar mu Rakha," bisik bisik Verrel.
Sakura tidak memerlukan wali karena Sakura mengaku jika orang tua nya hamil sebelum menikah, alias hamil di luar pernikahan. Tetapi Sakura tetap menghubungi mamah nya untuk meminta izin.
"Sah," Semua saksi berkata sah. Sakura dan Kenzi telah resmi menikah.
Malam hari nya sambil menahan air mata nya Karla ingin pindah kamar karena ia tidak ingin menganggu malam pertama Sakura dan Kenzi.
"Mau kemana," tanya Kenzi.
"Aku tidur di kamar sebelah mas," jawab Karla.
"Tidak aku saja, aku akak tidur di kamar sebelah," ujar Sakura.
"Tidak aku saja Sakura, ini malam pertama mu."
__ADS_1
"Tidak ada yang boleh keluar kamar, kalian berdua akan tidur di sini bersama ku, jangan membantah aku suami kalian," ucap Kenzi dengan tegas.
Hari ini author udah up 4 bab loh, tolong dukungan nya dan jangan ada hete komen ya..