
Dylan masuk ke dalam kamar dengan keadaan mabuk, ia terlalu banyak minum karena pikiran nya sedang kacau apalagi menyangkut perceraian nya dengan istri nya yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan. Dylan ingin pernikahan nya cukup sekali dalam hidup nya, ia yakin rasa cinta dan sayang akan tubuh dengan sendirinya jika dua orang itu saling membuka hati mereka seperti Verrel dan Akifa. Tapi di kasus nya hanya diri nya yang bersedia membuka hati nya sedangkan istri nya Lia sama sekali tidak membuka hati nya, yang membuat pernikahan ini mau tidak mau berkunjung perceraian.
"Mas." Lia membantu Dylan.
"Jangan menyentuh ku Lia, aku bukan suami yang kau inginkan Lia jadi kau tidak perlu melayani ku." Ucap Dylan.
"Mas, maaf aku salah." Kata Lia.
"Ssstttt berisik aku tak ingin mendengar kata-kata mu." Ucap Dylan.
"Pergi dari hadapan ku Lia." Bentak Dylan.
Lia pergi dari hadapan Dylan, kaki nya terasa berat ingin meninggal kan Dylan dengan keadaan mabuk seperti itu.
"Lia kenapa kau seperti ini pada ku, aku tidak akan menyentuh mu, tapi setidaknya bersikap lah seperti istri ku, aku bukan orang lain Lia, aku suami mu." Teriak Dylan.
Lia menghentikan langkah kaki nya, dan kembali mendekati Dylan, ia memeluk kaki Dylan untuk memohon ampun pada suami nya.
"Maaf mas, aku salah." Lia menangis sambil memeluk Dylan.
Dylan yang setengah sadar hanya tersenyum. Dylan menarik tangan Lia dan memeluk nya dengan erat tak lama ia tertidur di dalam pelukan hangat itu.
"Setidaknya dengan seperti ini, dia tidak marah lagi pada ku." Batin Lia.
Pagi hari telah tiba, Dylan mulai membuka mata nya, kepala nya cukup pusing sehingga membuat pengelihatan nya sedikit goyang.
__ADS_1
"Lia" Ucap Dylan yang terkejut Lia berada di dalam pelukan nya.
"Lia bangun, kenapa kamu di sini, bukan nya kamu tidak mau aku peluk." Tanya Dylan.
Lia mengedip-ngedip kan mata nya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu. Pertanyaan Dylan sama sekali tidak masuk ke dalam otak nya.
"Ha ada apa mas." Tanya Lia.
"Kenapa kamu berada di sini, bukan nya kamu tidak mau aku peluk? "
"Tadi malam kamu mabuk mas, tidak mungkin aku meninggal kan mu sendiri." Kata Lia.
"Maaf, pasti ini membuat mu tidak nyaman." Dylan melepaskan pelukan nya.
"Mas, Lia." Ucap mereka berdua secara bersama
"Tidak mas, kamu dulu." Kata Lia.
"Sesuai dengan keinginan mu kita akan segera bercerai, aku tidak akan membuat nama mu buruk aku yang akan membuat nama ku buruk." Ucap Dylan.
Lia tidak bisa berkata apapun, sebenarnya ia ingin mengatakan tidak ingin berpisah dengan Dylan, dan ingin mulai membuka hati nya. Tapi semua nya telah terlambat.
"Ahhh sial aku telah, siap-siap es batu akan marah pada ku." Ucap Alana yang berlari terburu-buru masuk ke dalam ruangan Rizky.
Di dalam ruangan itu ternyata Rizky sedang tertidur dengan kepala tergeletak di atas meja. "Seperti nya pakaian itu yang kemarin, apa dia tidak pulang, pantas saja dia menyuruh ku pulang lebih dulu." Batin Alana.
__ADS_1
"Pak bangun pak." Alana menggoyang tubuh Rizky.
"Aku mengantuk jangan bangun kan aku." Gumam Rizky.
Lia menahan tawa nya saat si es batu mengigau ia yakin es batu sangat lelah sampai tidur senyenyak itu.
"Pak bangun waktu nya bekerja." Ucap Alana sambil menggoyang kan tubuh Rizky.
Rizky yang kesal menarik Alana ke dalam pangkuan nya dan memeluk Alana dengan erat.
"Nyaman sekali." Gumam Rizky.
Adit yang masuk ke dalam ruangan Rizky dan melihat Alana berada di atas pangkuan Rizky.
"Kalian berdua." Teriak Adit.
Alana langsung melepaskan pelukan Rizky secara paksa dan bangkit dari pangkuan Rizky. Sedangkan Rizky terkejut dengan apa yang bergerak di hadapan nya karena ia pikir yang ia peluk adalah guling.
"Maaf pak, ini tidak seperti apa yang anda lihat." Ucap Alana.
"Pak Adit, Alana." Rizky langsung berlari masuk ke dalam ruangan pribadi nya untuk merapikan diri nya.
Mereka bertiga berkumpul di dalam ruangan Adit, Rizky sudah tau apa yang terjadi karena mereka sudah melihat CCTV agar tidak ada ke salah pahaman. Rizky benar-benar sangat malu terutama pada Adit.
"Maaf Alana aku tidak sengaja." Kata Rizky.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak menikah saja." Ucap Adit.